Persijap Oasis Waters Tetap Jepara



ISTIMEWA


Penambahan Oasis Waters tidak membuat sejarah dan kesebasaran klub dihilangkan. Persijap akan tetap Persijap. Berikut pernyataan presiden klub atas gelombang protes, cibiran, dan umpatan beberapa pecinta klub ini.

1. Nama Jepara tidak akan pernah dihilangkan
karena selalu melekat di nama Tim Persijap.
Kebanggaan Kota Jepara.
2. Nama Persijap itu sendiri tidak akan pernah dihilangkan Selamanya. Dan itu Harga Mati.
3. Lambang Tim Persijap tidak akan pernah diubah atau berganti selamanya.
4. Persijap akan selamanya berlokasi & memiliki Home Base di Kota Jepara Harga Mati.
5. PT. Oasis Waters International sudah menjadi tulang punggung tunggal Tim Persijap dari musim lalu & berkomitmen jangka panjang di Kabupaten Jepara, bentuk kerja sama ini sangat dibutuhkan demi menopang keadaan finansial Tim Persijap sebagai klub sepakbola yg ingin berprestasi di sepakbola nasional indonesia.

“Commercialization Of Football.”
Merger antara klub sepakbola & korporasi terbukti efektif ketika dilakukan di klub-klub luar negeri, contoh konkrit Redbull Leipzig yang melakukan merger dgn Perusahaan Redbull beberapa tahun yg lalu pada saat berada di divisi 3 Liga German, alhasil musim ini dapat bertengger di papan atas Bundes Liga. Dalam Hal ini Oasis sendiri tidak ingin bermaksud mengubah Nama Besar & Sejarah Tim Persijap. Namun Oasis ingin Berjuang Bersama & Menjadi Bagian dari Sejarah Besar Persijap.

Iqbal Hidayat, Presiden Persijap Oasis Waters


Persijap Oasis Water, Masa Depan Industri Sepakbola Modern Indonesia



Persijap Oasis Water menyambut musim kompetisi 2020


Musim kompetisi 2019 menjadi titik balik klub Persijap Jepara. Pergantian kepemilikan menjadikan Laskar Kalinyamat semakin kuat. Dari segi prestasi jelas. Musim lalu komplet. Naik kasta Liga 2 dengan status juara Liga 3 Nasional. Luar biasa.

Musim ini Persijap kembali membikin heboh. Antara pro dan kontra. Dalam mengarungi Liga 2 2020, Persijap akan menggunakan tambahan nama. Menjadi Persijap Oasis Water. Penambahan nama tersebut dilakukan setelah tim persijap Jepara menggandeng kerjasama penuh dengan PT Oasis Waters International.

”Sebenarnya titik balik sudah dimulai dari musim kemarin, dengan adanya pergantian ownership, pergantian pelatih serta perombakan pemain secara masif dan akhirnya membuahkan hasil juara liga 3 2019,” kata Muhammad Iqbal Hidayat, selaku presiden klub.

”Ini merupakan merger antara klub sepakbola dengan korporasi sehingga nantinya keuangan tim akan lebih stabil,” imbuhnya.

Operasional bagi tim sepakbola per musim sangatlah besar, sedangkan penjualan tiket tidak mungkin menutup operasional. Sehingga kerjasama dengan sebuah korporasi besar perlu dilakukan.

Dengan seperti itu nantinya permasalahan seperti gaji telat, kekurangan biaya operasional dan masalah lain bisa dihindari. Bahkan permasalahan seperti match fixing juga bisa dihindari dengan adanya keuangan yang kuat dalam klub.

Menggandeng Oasis dengan Full Partnership itu sangatlah tepat. Apalagi brand tersebut juga memiliki kepentingan untuk peningkatan produk dengan menggenjot penjualan di Jepara maupun di Jawa Tengah.

Dirinya berharap agar nantinya suporter dan seluruh masyarakat Jepara memberikan dukungan penuh kepada tim Persijap Oasis Water dalam kompetisi Liga 2 musim ini. Harapannya tim kebanggaan warga Jepara itu bisa kembali berprestasi dan bisa promosi ke kasta tertinggi sepakbola nasional musim ini.

Dia juga berharap agar nantinya pemerintah Kabupaten Jepara memberikan dukungan untuk klub kebanggaan warga Jepara ini, dengan memberikan infrastruktur yang baik seperti stadion serta training ground yang layak.

Selain itu, untuk jangka panjang manajemen akan menyiapkan Persijap Store, Persijap Cafe serta beberapa program lain untuk mendukung kemajuan klub era perserikatan yang sarat dengan sejarah ini.

Namun, penambahan “embel-embel” Oasis Water di belakang nama Persijap juga menimbulkan gelombang protes di media sosial. Kalangan suporter bahkan secara terang-terangan tegas menolak, dengan beragam alasan. Salah satunya adanya anggapan langkah tersebut menjadi upaya untuk merebut Persijap dari Jepara. Dimulai penambahan nama, penggantian nama dan akhirnya berpindahnya home base. (hus)




Macan Tutul Keluar Hutan Lindung dan Tewas Dekat Kandang Sapi







Seekor macan tutul yang mengenaskan

Macan Muria. Hewan ini begitu lekat di telinga masyarakat di Jepara, Pati dan Kudus. Sempat disebut punah. Keberadaannya terpantau secara jelas dalam rekaman kamera trap yang terpasang di area hutan lindung. Temuan bangkainya di Plukaran, Pati menjadi alarm lagi tentang kekayaan Pegunungan Muria yang masih tersisa.

Macan tutul kembali bikin geger pada Selasa (14/1/2020). Warga di Desa Plukaran Kecamatan Gembong, Pati disebut menemukan seekor macan tutul berusia 1,5 tahun dalam keadaan sudah menjadi bangkai. Macan tutul itu ditemukan dalam keadaan sudah dikerubuti lalat.

Sebelumnya macan tutul di kawasan Pegunungan Muria menghebohkan masyarakat, karena rilis dari Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN)  yang mengungkapkan telah mengabadikan gambar belasan ekor macan tutul di radius 55 kilometer kawasan hutan muria.

Informasi yang dihimpun dari BKSDA Jawa Tengah menyebutkan, satwa bernama latin Panthera pardus melas ditemukan mati pada Minggu (12/1) lalu. Macan tutul itu berjenis kelamin jantan.

Proses evakuasi

Ditemukan mati di sekitar kandang sapi, dengan kondisi anus berdarah. Macan tutul itu ditemukan oleh Siti, istri dari Tarmuin, warga Dukuh Beji RT 3 RW 2, Desa Plukaran, Kecamatan Gembong.

“Lokasi ditemukannya kira-kira 50 meter dari kendang sapi. Bangkai macan tutul yang ditemukan dalam kondisi anus berdarah tersebut kemudian dikuburkan oleh masyarakat, sehari setelah ditemukan,” ujar Kepala BKSDA Darmanto dalam keterangan tertulis.

Balai KSDA Jawa Tengah baru mendapat informasi mengenai kematian satwa dilindungi tersebut pada Senin, 13 Januari 2020 sore. Pihaknya pun langsung melakukan evakuasi.

Jelang tengah malam, sekitar pukul 23.30, bangkai macan tutul tersebut sampai di Kantor Balai KSDA Jateng, diantarkan oleh petugas Resort Konservasi Wilayah (RKW) Pati dan Ketua Paguyuban Masyarakat Pelindung Hutan (PMPH) Gunung Muria, Shokib.
Dibawa ke Semarang Zoo

“Selanjutnya, kami bersama Drh Hendrik dari Semarang Zoo melakukan pemeriksaan kematian dengan rontgen dan uji laboratorium lambung dan usus,” jelasnya.

Pada hari ini, Selasa (14/1/2020), hasil pemeriksaan di Klinik Hewan Griya Satwa Lestari menyatakan, tidak ditemukan adanya proyektil atau benda asing maupun luka baru di tubuh macan tutul tersebut. Struktur tulangnya pun tidak mengalami perubahan.

“Selanjutnya, untuk mengetahui penyebab kematian lainnya, direncanakan akan dilakukan uji laboratorium lambung dan usus di Departemen Patologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga,” imbuhnya. (hus)

200 Pendekar Pencak Dor di Kudus



Aksi salah satu pendekar dalam sebuah tarung bebas atau Pencak Dor di Kudus 

KUDUS
– Minggu pagi (5/1/2020) di Lapangan Merdeka, Wergu Kota, masyarakat Kudus berjubel. Mereka antusias ingin melihat Pencak Dor atau tarung bebas para pesilat. Pendekat silat datang dari berbagai daerah.

Total ada 200 pendekar pencak silat yang ambil bagian. Dari Kudus diwakili pendekar silat Pagar Nusa. Selebihnya ada dari perguruan silat Kera Sakti, PSHT, Persinas ASAD, Gasmi, hingga Lindu Aji.

Para peserta datang dari Pati, Semarang, hingga daerah Jawa Timur. Seperti Nganjuk, Bojonegoro, Ngawi, Kediri dan Surabaya.

Panitia penyelenggara even Pencak Dor, Joni Prabowo mengungkapkan, kegiatan yang digelar pada pekan pertama Januari 2020 ini, adalah yang pertama kalinya di Kota Kretek. ‘’Namun menurut Ketua PCNU Kudus, H. Asyrofi, dulu sekitar tahun 1990-an, sempat ada Pencak Dor, namun sifatnya semacam eksibisi. Saat itu dihadiri Gus Maksum, yang sekaligus melantik Pagar Nusa Kudus di Muallimat,” lanjutnya.

Penyelenggaraan Pencak Dor ini, kata Joni Prabowo menjadi wadah silaturahim antarpendekar silat, khususnya pendekar silat dari NU. ‘’Ini sekaligus sebagai upaya merawat tradisi Pencak Silat, yang merupakan beladiri asli Indonesia,’’ ujarnya. (arf)

Hari Kartini 2020 : Pameran Benda Bersejarah Pahlawan Emansipasi



Foto RA Kartini dan sekolah yang didirikannya

JEPARA
– Bulan April nanti, komunitas Rumah Kartini menggelar pameran bertajuk “Kartini di Mata Jepara”. Semua barang-barang bersejarah yang terkait dengan sang pahlawan emansipasi itu akan dipajang di Pendapa Kartini pada 23-24 April.

Ada 300-an data yang telah terkumpul. Salah satu pendiri Rumah Kartini, Apeep Qimo mengungkapkan, Jepara merupakan kota dengan cerita menarik tentang Kartini, sayangnya sampai saat ini masih sedikit yang mau melakukan penelitian atau mengemasnya dengan sungguh-sungguh.

Lebih lanjut dirinya menambahkan, Kartini adalah simbol yang telah menjadi branding sepanjang waktu. Berbagai data yang terkumpul menunjukkan Kartini telah membawa berbagai pelajaran, seperti emansipasi, biologi, seni, religi, serta kuliner.

Persiapan acara pameran oleh Komunitas Rumah Kartini
Sekretaris Daerah (Sekda) Jepara Edy Sujatmiko menyambut gembira rencana yang akan dilakukan oleh komunitas Rumah Kartini. Dalam menjaga, serta merawat benda-benda bersejarah yang berhubungan dengan Kartini.

“Kemajuan Jepara tidak hanya pada orang Jepara saja, Kartini sudah menjadi milik Indonesia. Terkait rencana pameran yang akan diselenggarakan nanti, mudah-mudahan dapat membangkitkan semangat dalam meneruskan perjuangan Kartini,” ungkapnya.

Seperti diketahui, napak tilas peninggalan R.A. Kartini di Kabupaten Jepara, bukan pekerjaan mudah. Berbagai cara ditempuh demi mengangkat serta mengenang perjuangan R.A. Kartini sebagai pahlawan emansipasi. Termasuk kegiatan pameran benda bersejarah tentang putrid Jepara yang harum namanya itu. (ars)


Melihat Perbukitan Hijau di Camp Ground Tutupan, Desa Bageng



Suasana di Camp Ground Tutupan Desa Bageng, Gembong, Pati

PATI
– Kawasan Pegunungan Muria menambah pilihan wisata berkemah. Di penghujung 2019 lalu, Pemerintah Desa Bageng Kecamatan Gembong meresmikan Camp Ground Tutupan. Lokasinya berada pada ketinggian 800 Mdpl.

Udara sejuk menyambut para pengunjung yang datang. Serta pemandangan bukit-bukit dengan rimbun pepohonan yang menyegarkan mata. Tempat ini asik sekali untuk bersantai. Pagi, siang atau malam hari.

Saat malam tiba tempat ini cukup menarik. Pengunjung dapat menikmati gemerlap lampu perkotaan. Melengkapi suasana syahdu di pegunungan.

Dibukanya tempat berkemah ini sekaligus akan mengawali peresmian Desa Bageng sebagai desa wisata di Kabupaten Pati. Kusmanto, Kepala Desa Bageng mengungkapkan, pihak pemdes siap mendukung upaya pengembangan destinasi wisata yang ada.

Mengingat di Desa Bageng terdapat sejumlah wisata seperti kebun jeruk pamelo, kebun kopi, Air Terjun Banyu Lawe, hingga Camp Ground Tutupan yang baru saja diresmikan.

Dukungan diberikan baik pembangunan fisik berupa fasilitas dan akses masuk lokasi, maupun pembangunan nonfisik berupa kesadaran dan terjaminya keamanan bagi para pengunjung. ”Langkah itu merupakan persiapan peresmian Bageng menjadi desa wisata yang rencananya akan diresmikan oleh Bupati Haryanto di tahun 2020 ini,” kata Kepala Desa. (hus)



Pahlawan Ikhlas di Panggung Teater SMKN Jawa Tengah



Pahlawan tanpa tanda jasa 

Tidak sedikit pahlawan yang tak ingin dikenal. Mereka lebih senang tak diperhitungkan. Karena sudah benar sejak niatnya. Menjadi orang berguna yang tulus dan ikhlas saja.

PATI – Gedung SMKN Jawa Tengah disulap menjadi panggung teater. Ada pemakaman umum di pinggir jalan desa. Pencahayaan lampu panggung yang menyorot sebuah makam membuat suasana begitu tintrim. Rupanya itu makam seorang pejuang di era kemerdekaan dahulu.

Cukup banyaknya pahlawan yang berasal dari desa-desa di pelosok negeri ini menjadi perhatian tersendiri dari siswa siswi SMK N Jawa Tengah. Jasa para pahlawan itu mereka angkat dalam pementasan teater berjudul “Kakek” adaptasi dari naskah Selendang dan Peluru karya Miftahur Rohim.

Pertunjukan dengan mengangkat permasalah kepahlawanan itu begitu komplek, dan mampu dimainkan para aktor dengan apik, menyentuh hati para penonton yang hadir. Sebab, sisi kepahlawanan yang dihadirkan adalah seorang pahlawan yang tidak mau diakui, yang tulus, dan ikhlas.

Mereka mampu membawa pesan satire masih adanya sosok pahlawan yang tidak ingin ditonjolkan karena kerelaannya berjuang bagi bangsa. Meski begitu ada pula oknum yang justru tidak begitu menghormatinya.

Menurut Miftahur Rohim selaku pembina ISMI mengatakan bahwa pementasan ini rencana menjadi agenda rutin dari Teater ISMI untuk tetap berproses dalam karya. Setiap tahunnya di agendakan dua sampai tiga kali pementasan, pada saat click semester gasal dan setiap triwulan.

“Tujuan dari pementasan ini, guna menjadi sarana pembelajaran bagi para anggota ekskul teater di lingkungan SMK Negeri Jateng, baik yang berhubungan dengan dunia teater maupun permasalahan-permasalahan sosial kemasyarakatan yang ada dalam naskah,”ujarnya.

Salah satu adegan 
Sehingga diharapkan secara langsung maupun tidak langsung akan tertanam dalam diri siswa untuk berpikir kritis, mandiri, tanggung jawab, dan ada kepekaan sosial dalam kehidupan. Selain itu juga melatih keberanian para anggota teater tampil di depan umum.

Kepala SMKN Jateng Agus Triyana, mengaku begitu mengapresiasi pementasan dari para siswanya tersebut. Baginya pementasan tersebut akan mampu mengasah bakat dan minat dari para siswa.

“Ini juga sesuai visi sekolah dalam membentuk karakter ilmu. Kami berharap dengan menghargai seni dan mengasah kreativitas seperti sekarang ini bisa menjadi langkah untuk mengasah karakter siswa,”imbuhnya.

Pementasan itu sendiri menjadi pentas produski perdana sekali penanda berdirinya teater Ismi sebagai salah satu kelompok teater pelajar yang ada di Pati. Dalam pementasan ini juga dimeriahkan oleh ekstrakurikuler-ekstrakurikuler yang ada di SMK, meliputi tari dan musik. Selain itu, ada juga pembacaan puisi dari siswa, tamu undangan, serta dewan guru yang hadir. (hus)

Ratusan Ribu Bibit Gratis untuk Lahan Kritis di Jepara



Bibit tanaman. Sumber : Diskominfo Jepara  


JEPARA – Lahan kritis di Kabupaten Jepara mendapat perhatian. Dinas Lingkungan Hidup setempat bahkan sudah menyiapkan sekitar 400 ribu bibit tanaman keras siap tanam, di Kebun Bibit Dinas (KBD), Bangsri.

Bibit-bibit tanaman itu disiapkan sebagai langkah penghijauan lahan kritis. Kepala DLH Jepara Farikah Elida, baru-baru ini mengatakan, sebagian besar bibit yang disalurkan ke masyarakat merupakan bibit tanaman keras. Diantaranya adalah bibit pohon sengon, jati, trembesi, elo, cemara, dan mahoni. Selain itu juga tanaman buah seperti durian, rambutan, matoa, alpukat, sirsat dan kelengkeng.

“Bibit tanaman keras memang lebih banyak jumlahnya, lantaran kami lebih fokus untuk program konservasi. Tanaman keras dibutuhkan untuk menghijaukan kembali lahan kritis yang ada di wilayah Kabupaten Jepara,” terangnya.

Lahan kritis di Jepara mencapai 349,05 hektare tersebar di sekitar lereng Gunung Muria, Batealit, Bangsri, Keling, Mayong dan Kembang. Paling besar di Kecamatan Batelait dan Keling.

Kepala Seksi Pengendalian Kerusakan dan Pengembangan Kapasitas Pemulihan di DLH Jepara, Duddy Ika Kurniawan mengatakan, tanaman yang disediakan ini berpotensi bisa menyimpan cadangan air seperti trembesi dan elo, cocok jika ditanam di wilayah DAS (Daerah Aliran Sungai).

Lebih lanjut, dia menyebut perbaikan lahan kritis tidak hanya mengarah ke daerah lereng gunung saja. Wilayah pesisir pantai yang juga mengalami ancaman lahan kritis juga mendapatkan perhatian.

Ada beberapa wilayah pesisir pantai yang menghadapi ancaman abrasi laut. Sedikitnya ada empat titik yang saat ini sudah menjadi perhatian serius untuk bisa dipulihkan. Wilayah tersebut meliputi Ujungwatu, Mororejo, Bulak, dan Tanggul Tlare.

“Daerah-daerah itu menghadapi ancaman besar abrasi laut. Tahun depan akan jadi prioritas. Tanaman yang akan disiapkan untuk wilayah pantai adalah mangrove, cemara, dan ketapang. Saat ini bibit-bibit tanaman tersebut sudah ada namun jumlahnya masih sedikit,” jelasnya. (has)


Rumah Murah Harga Khusus Warga Jepara Berpenghasilan Rendah

Tandatangan kerjasama 


Pemkab Jepara dan BTN bekerjasama. Sebanyak 190 unit rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) disapkan. Rumah bertipe 36 ini bakal dibanderol harga khusus. Rp 84 juta.
JEPARA – Lahan seluas dua hektare tengah disiapkan. Lahan yang berada di Desa Kuwasen, Kecamatan Jepara ini akan menjadi tempat dibangunnya 190 unit rumah.

Rumah-rumah itu diperuntukkan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Rumah yang dibangun bertipe 36. Harga yang dibanderol Rp 84 juta. Program yang digulirkan pemerintah itu, untuk membantu masyarakat dalam kepemilikan tempat tinggal.

Hunian itu sudah dilengkapi dengan Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU. Program itu menjadi kerja bareng antara Pemkab Jepara dan PT Bank Tabungan Negara (BTN) Kantor Cabang (KC) Kudus.

Seremoni kerja sama ditandai dengan penandatanganan terkait pembiayaan, yang dilakukan langsung langsung oleh Plt. Bupati Jepara Dian Kristiandi, dan Direktur PT BTN KC Kudus Asep Marliansyah. Kepala Disperkim Kabupaten Jepara Ashar Ekanto, serta sejumlah pejabat di jajaran Pemkab Jepara juga turut hadir dan mendampingi.

Untuk mendapatkan rumah tersebut harus membentuk komunitas terlebih dahulu. Saat ini sudah ada hampir 400 warga yang mendaftarkan diri. Mereka yang telah mendaftar nantinya akan diseleksi sesuai syarat dan ketentuan. Syarat kepemilikan berpenghasilan Rp 2 juta, belum memiliki rumah, dan sudah berkeluarga. Itulah yang menjadi faktor banyaknya peminat. “Kita sudah sosialisasi dua kali, ini yang diutamakan komunitas dari rusunawa, tapi kemarin itu membludak hampir 400an orang,” terang Kepala Disperkim Kabupaten Jepara Ashar Ekanto.

Lebih lanjut, rumah MBR ini akan segera dibangun mulai awal tahun 2020 nanti, dan diperkirakan akan rampung dalam waktu lima bulan. Meski jatah kuota kali ini terbatas, kata Ashar, tidak menutup kemungkinan akan dimasukkan daftar antrean pada program selanjutnya. “Kalau masih ada lagi kesempatan kita mintakan lagi di pusat,” imbuhnya.

Rumah bersubsidi ini tanpa uang muka, warga hanya perlu mencicil antara Rp 600 ribu hingga Rp 700 ribu per bulan selama 10 tahun. Rumah bertipe 36 ini akan dibangun di atas tanah seluas 72 meter persegi. (ars)



LAZISNU Kudus Bagikan Santunan dan Kartu Peduli Marbot Masjid



Kartu peduli marbot masjid di Kudus

Pengukuhan pengurus baru NU Care-Lazisnu Kudus ditandai dengan pembagian santunan. Sekaligus membagi kartu peduli marbot masjid.

KUDUS - Pengukuhan pengurus NU Care-LAZISNU Kudus ditandai dengan pembagian santunan dan kartu peduli marbot kepada 300 orang di Kabupaten Kudus.

"Kartu peduli marbot dari LAZISNU Kudus ini fungsinya untuk kesehatan, tapi berbeda dengan BPJS atau KIS, kartu itu memang dikeluarkan oleh LAZISNU untuk kepentingan kesehatan pemiliknya," terang Ketua LAZISNU Kudus, H. Ihdi Fahmi Tamami.

Lebih lanjut, ia menjelaskan kartu tersebut bisa dimanfaatkan untuk berobat secara gratis di dokter atau klinik yang ditunjuk oleh Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU).

"Untuk sementara yang bisa menggunakan hanya yang namanya tercantum dalam kartu, teknisnya tinggal datang ke dokter membawa kartu tersebut, untuk biaya ditanggung oleh LAZISNU Kudus," papar dia.

Nama-nama klinik dan dokter juga sudah dikonfirmasi, tersebar di sembilan kecamatan. Ke depan LAZISNU Kudus masih akan mengusahakan agar pelayanan kesehatan untuk marbot dan keluarganya bisa terjamin.

"Karena ini tahun pertama ada kartu peduli marbot, maka masih dalam tahap pengembangan. Semoga tahun selanjutnya bisa maksimal," ujarnya.

Penyerahan kartu ini dilaksanakan secara bertahap sebab masih ada beberapa data yang perlu diverifikasi. Namun, bagi yang sudah menerima kartu tersebut sudah bisa digunakan.

Pengukuhan pengurus Lazisnu Kudus
Pada kesempatan ini pula, sejumlah 300 marbot masjid dan musala Se-Kabupaten Kudus menerima bingkisan berupa sembako, sarung dan baju koko. Tidak hanya itu, mereka juga menerima sejumlah uang tunai yang diberikan oleh NU Care-LAZISNU Kudus bekerjasama dengan berbagai pihak.

Nampak hadir pada kesempatan itu, antara lain KH. M. Ulil Albab Arwani (Rois Syuriyah PCNU Kudus), H. Hartopo (Plt. Bupati Kudus), Kisbiyanto (Sekretaris PCNU Kudus), Kiai Sya’roni Suyanto, perwakilan dari TNI, Polri, dan jajaran pengurus NU di Kabupaten Kudus.

Usai pengukuhan, NU Care-LazisNU Kudus yang dinahkodai H. Ihdi Fahmi Tamami, memberikan santunan kepada sebanyak 300 merbot masjid di Kabupaten Kudus. Program pemberian santunan kepada merbot masjid, ini merupakan hasil kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (pemkab) Kudus.

Sementara itu, Plt. Bupati Kudus HM. Hartopo MM., MH., mengucapkan selamat kepada segenap pengurus LAZISNU KUDUS. Ia juga mengapresiasi beberapa langkah LAZISNU yang banyak bermanfaat untuk masyarakat.

"Kami dari pemerintah daerah juga siap bekerjasama untuk saling sinergi melayani masyarakat," katanya. (arf)