Siara Jurnalistik Diharap Mampu mencerahkan





Lingkar Muria, PATI  – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Jawa Tengah meminta lembaga-lembaga penyiaran menyebarkan siaran jurnalistik yang mencerahkan. Di sisi lain, KPID tegas menegur lembaga penyiaran publik yang melanggar kaidah jurnalistik dalam menyiarkan beritanya.
Belakangan ini, baru satu statisun televisi lokal yang mendapat teguran keras dari KPID Provinsi Jawa Tengah, dalam penyiaran beritanya. Karena statisun televisi lokal bersangkutan, dinilai melanggar kaidah-kaidah jurnalistik.
Usai berbicara pada Forum Group Discussion (FGD) Kajian Hasil Pemantauan Penyiaran berthema Mewujudkan Siaran Jurnalistik Yang Mencerahkan” di Hotel Safin Pati, Selasa pagi (12/12), Komisioner KPID Provinsi Jawa Tengah, Sonakha Yuda Laksana berharap, lembaga penyiaran di daerah dapat menyajikan siaran jurnalistik yang mencerahkan, tidak berpihak,  dan sesuai dengan kaidah-kaidah jurnalistik. 
“Kemudian tayangan-tayangan tertentu seperti kekerasan itu mekanisme peliputannya untuk mengikuti kaidah-kaidah yang berlaku. Contohnya, pengambilan gambar untuk kasus-kasus kecelakaan, kekerasan itu harus long shoot tidak di close up,” tutur Komisioner KPID Prov Jawa Tengah. 
Sonakha Yuda Laksana menjelaskan, KPID mencatat 361 pelanggaran yang dilakukan dari sisi jurnalistik, baik televisi lokal maupun televisi nasional. Khusus untuk televisi nasional surat teguran dilakukan oleh KPI Pusat, dan dalam hal ini KPID hanya memberikan rekomendasi atas temuan dari hasil pemantauan, maupun pengaduan dari masyarakat.
“Untuk televisi lokal  kami bisa menegur sendiri. Untuk saat ini baru satu statiun televisi lokal yang kami tegur. Karena, dalam pengambilan gambar korban kecelakaan dilakukan secara close up. Yang seharusnya dilakukan dengan long shoot,” jelas Sonakha Yuda Laksana.
Komisioner KPID Provinsi Jawa Tengah, Sonakha Yuda Laksana menjelaskan, kewenangan KPID dalam pengawasan, hanya memantau dan  mengawasi media-media yang berbasis frequensi, dalam hal ini televisi dan radio yang bisa ditangkap alat siar. Sedang media-media online itu menjadi ranah Kementerian Komunikasi dan Informasi. (has)


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »