Gus Mus Bicara Pendidikan

 
ISTIMEWA : GUS MUS
Namanya KH Ahmad Mustofa Bisri, orang akrab menyebutnya Gus Mus. Kiai yang juga budayawan ini tak sepakat dengan konsep pendidikan nasional, Ia menyebut pendidikan nasional yang merupakan warisan kolonial Belanda masih sebatas pengajaran, belum melaksanakan pendidikan.

Menurutnya, mendidik atau melakukan pendidikan, masih terbatas dilakukan atau setidaknya dijumpai di Raudlatul Athfal (RA) atau TK. Sementara di jenjang berikutnya, mulai SD hingga pendidikan tinggi, lebih banyak melakukan pengajaran, daripada pendidikan.

“Saya melihat, mengamati, dan mencocokkan, pendidikan nasional kita masih sebatas pengajaran, kecuali di RA atau TK. Saya melihat, pendidikan terjadi di RA. Selebihnya, lebih banyak melakukan pengajaran,” ungkap Gus Mus saat memberikan tausiah di acara peresmian gedung RA dan Kelompok Bermain Masyithoh di bilangan Jalan KH Bisri Mustofa Kelurahan Leteh Kecamatan Rembang, Kamis (1/1/2015).Seperti dilansir dari laman matairradio.com

Konsep tarbiyah
Pendidikan itu lebih pada tarbiyah, sedangkan pengajaran itu lebih bermakna taklim. Makanya tidak heran, karena pengajaran yang diuber, pendidikan menjadi terabaikan.
“Jadi kalau hanya dipintarkan dengan pengajaran, bisa bahaya. Perbanyak mendidik, jangan sekadar memberikan pengajaran atau memberikan informasi. Mereka yang pintar tetapi tidak terdidik, bisa melakukan hal-hal yang justru menyimpang,” tandasnya.

Dia mencontohkan, sejumlah pejabat negara dan daerah yang terlibat dalam kasus korupsi, adalah orang-orang yang bodoh karena mendapat pengajaran hingga di universitas. Tapi tidak mendapatkan proses pendidikan.

Pendidikan seharusnya mengedepankan orientasi pembentukan akhlak, Pendidikan akhlakul karimah sangat penting dalam rangka menyiapkan generasi unggulan.
Pendidikan harus ditekankan untuk membentuk lingkungaan yang mencintai pengetahuan sekaligus mengamalkan ilmu dan akhlakul karimah. Karena sekarang ini kita melihat sekelompok orang yang mengatasnamakan agama, tetapi prilakunya tidak mencerminkan nilai dan ajaran agama.

"Tidak ada generasi unggul kecuali dengan akhlakul karimah," tandas Pengasuh Pesantren Raudlatuth Thalibin Leteh Rembang dalam kuliah umum di UNISNU Jepara nuonline.com (/7/12)





Share this

Related Posts

Previous
Next Post »