Meski Dilarang Lewat Jalan Juwana - Wedarijaksa, Kendaraan Berat Masih Melanggar





BANDEL : Sebuah tronton masih nekad melintasi jalan kelas III di Jalan Juwana – Wedarijaksa beberapa waktu yang lalu

Lingkar Muria, PATI  – Pemasangan pengumuman agar kendaraan berat tidak melintas di Jalan Juwana – Wedarijaksa dinilai tidak tepat. Hal ini dikemukakan anggota komisi A DPRD Kabupaten Pati Haryono. Dirinya menganggap kalau hal itu dilanggar tak menjadi persoalan.
”Apalagi disitu pertigaan tugu bambu runcing tak ada rambu-rambu kelas jalan. Rambu-rambu tinggal gagangnya saja. Letaknya pun kurang strategis,” tutur Haryono.
Seperti diketahui Jalan Juwana – Wedarijaksa merupakan jalan kelas III. Tidak diperuntukkan bagi kendaraan berat seperti tronton, fuso, truk gandeng dan kendaraan besar lainnya, karena bisa mengakibatkan kerusakan jalan yang kian parah karena melebihi tonase.
Di ruas jalan tersebut terdapat banyak titik kerusakan jalan seperti di turut Desa Langgenharjo, Dukutalit maupun Bakaranwetan. Jalan banyak yang berlubang, apalagi saat musim hujan, lubang-lubang jalan tertutuip genangan air. ”Nah akibat pelanggaran lalu lintas itulah jalan jadi rusak seperti ini. apabila turun hujan ya jadinya begini. Banyak masyarakat yang mengeluhkan hal ini supaya cepat ditangai,” imbuh politisi dari PKB ini.
Pantauan yang dilakukan wartawan, Sabtu (21/1) lalu, sekitar pukul 14.00 ada dua kendaraan tronton yang melintas. Salah satu pengemudi yang berhasil dihentikan saat ditanya mengaku warga Wedarijaksa dan sudah terbiasa melintasi jalan ini, meskipun tahu melanggar. Seperti diketahui dalam waktu sehari semalam, ada lebih dari 50 kendaraan berat yang melintasi jalan ini.
Di beberapa titik keberadaan rambu-rambu jalan memang penempatannya terlihat kurang strategis. ”Seperti di depan Pasar Juwana Baru rambu-rambu larangan belok tertutup beberapa spanduk. Dari jauh sudah pasti sopir tidak akan melihat,” imbuh Haryono.
Untuk itu pihaknya menginginkan supaya cepat diperbaiki, terutama soal rambu-rambu, dan juga diberikan penindakan tegas bagi sopir yang masih nekat melanggar.
”Jalan ini dibangun dengan uang rakyat. Tapi kalau ada keluhan seperti ini rakyat tidak ditanggapi ya kebangetan. Apalagi pemerintah kan pelayanan rakyat,” paparnya. 
Semantara itu Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Tri Haryama saat dihubungi wartawan mengungkapkan, pihaknya saat ini sudah mengupayakan untuk pembenahan rambu-rambu jalan. ”Pekan depan sudah terpasang. Saat ini baru pemesanan. Termasuk juga banner pengumuman,” kata Tri.
Setelah dibenahi dan terpasang, lanjut Tri, baru bisa dilakukan penindakan bagi sopir yang melanggar. Sementara itu saat ini pihak Dishub sudah mengupayakan tim untuk terjun ke lapangan langsung. ”Ada tim yang siang dan malam. Mereka bertugas melakukan sosialiasi,” imbuhnya. (mil) 







Share this

Related Posts

Previous
Next Post »