Dari Membaca Lalu Menulis Buku


Melly Lestari


Sejak 2014, Melly Lestari mulai gemar membaca. Bacaan yang digemarinya berjenis novel, terutama bacaan yang bisa membangun jiwa. ”Saya suka sekali membaca, terutama fiksi seperti novel,” kata Melly.
Dari membaca, perempuan kelahiran Pati, 14 November 1996 ini mulai belajar dan gemar menulis. Hasilnya dari kegemaran itu, kini ia sudah menerbitkan beberapa judul buku.
”Saat ini saya sudah nulis beberapa judul buku. Judulnya antara lain angin fajar yang menyampaikan pesan, senandung cinta surah al fajr, andaikan aku muslimah yang taat, ikhlas, dan yang terbaru berjudul kuliah sambil bisnis,” imbuh perempuan yang beralamat di Desa Jimbaran RT 4 RW 1, Kecamatan Kayen ini.
Semua buku itu bergenre fiksi. Kecuali buku yang terakhir, itu buku motivasi. Perempuan yang sedang belajar di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Pati ini menuturkan, membaca baginya sebuah pintu membuka peradaban.
Dengan membaca, pengetahuan bakal masuk dan membuka pola pikir. Untuk itu bacaan berkualitas, bakal menentukan kualitas pola pikir yang baik juga.
Lebih lanjut, perempuan yang juga aktif di Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Terma ini mengatakan, dengan menulis menjadi upaya bekerja untuk keabadian.
”Sepanjang apapun umur manusia, jika tak punya sebuah karya, dalam bentuk ttulisan misalnya. Setelah meninggal ia langsung hilang dan lenyap,” kata perempuan yang bercita-cita menjadi guru ini.
Sementara itu, jika seorang berumur pendek tetapi saat hidup memiliki sebuah karya misalnya tulisan. Maka ketika meninggal akan terus dikenang,” imbuh Melly.
Seperti para ulama’ terdahulu, dengan karya-karya kitabnya, sampai saat ini ribuan tahun lalu masa hidupnya. Ia masih saja diperbincangkan dan dikagumi karena karya dan keilmuwannya. (has)    



Share this

Related Posts

Previous
Next Post »