Sosialisasi Rambu Kelas Jalan di Juwana - Wedarijaksa, Anggota Dewan Heran


Rambu Dibenahi, Sebulan Disosialisasi
Papan peringatan larangan melewati Jalan Juwana – Wedarijaksa untuk kendaraan berat seperti truk tronton di pertigaan Wedarijaksa.


Lingkar Muria, PATI – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pati bergerak cepat guna membenahi rambu-rambu kelas jalan yang selama ini dilanggar truk besar seperti tronton. Hal ini diupayakan dengan sejumlah pembenahan rambu sejak Jumat (26/1) lalu.
Kepala Dinas Perhubungan Tri Haryama menuturkan, pihaknya memang berusaha segera melakukan perbaikan pada kasus pelanggaran kelas jalan yang sering terjadi. Setelah perbaikan pada rambu-rambu jalan, pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada supir truk selama sebulan.
”Perbaikan sudah kami lakukan sejak tanggal 26 lalu, kemudian setelah perbaikan itu, kami akan lakukan sosialisasi. Baru kemudian tahap penindakan jika masih ada yang melanggar rambu-rambu,” kata Tri Haryama kemarin.
Lebih lanjut, kata Tri Haryama, saat ini tim nya dari Dishub sudah banyak yang berada di lapangan. Mereka melakukan monitoring untuk memberikan sosialisasi bila masih ada truk besar yang melanggar.
Kendaraan besar masih melintas

”Kami menerima laporan dari masyarakat. Beberapa waktu yang lalu, memang masih ada beberapa truk tronton yang masih melintas di Jalan Juwana – Wedarijaksa. Biasanya pukul 16.00 sampai 20.00. Kami malah senang jika ada masyarakat yang mau mengadukan hal demikian, sehingga kami cepat bereaksi,” katanya lebih lanjut.
Sementara itu kebijakan sosialisasi rambu kelas jalan ini dinilai tidak tepat. Seperti yang dilontarkan anggota Komisi A DPRD Haryono. Menurutnya, sosialisasi ini tidak tepat. Sebab rambu-rambu ini sudah lama ada di jalan tersebut.
”Kalau misalnya itu rambu-rambu baru ya bisa disosialisasi, atau perubahan kelas jalan misalnya. Dari semula kelas III berganti kelas I itu mungkin disosialisasi, namun ini kan sudah lama ada rambu-rambunya,” terang Haryono.
Menurutnya, kalau demikian harusnya langsung diberikan penindakan tegas bagi yang masih melanggar. Sebab sampai sekarang, masih ada truk besar yang melebihi tonase masih saja melintasi dengan santainya.
”Penyebab rusaknya jalan di sini ya karena memang banyak kendaraan yang melanggar. Semestinya ini menjadi perhatian, dan tindak tegas langsung bagi yang melanggar. Soal perlunya sosialisasi apa dasar hukumnya,” tanya Haryono heran. (lil)











Share this

Related Posts

Previous
Next Post »