Revisi Perda RTRW di Pati, Zona Hijau Harga Mati






Lingkar Muria, PATI  – Peraturan daerah (perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Pati akan memasuki revisi. Hal ini melihat waktunya yang sudah lima tahun. Perda RTRW perlu direvisi sebab dalam kurun waktu itu bisa saja terjadi perubahan atas kondisi geografis yang ada. Hal itu dikatakan Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati Awi.  
”Perda Nomor 5 Tahun 2011 tentang RTRW akan dilakukan revisi. Karena melihat waktunya yang sudah lima tahun, bisa saja terjadi perubahan-perubahan kondisi geografis. Selain itu juga menyesuaikan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang telah disusun,” kata Awi.
Dalam revisi perda ini, lanjut politisi dari Partai Gerindra itu, pihaknya akan tetap mempertahankan zona hijau tetap sebagaimana mestinya. Seperti diketahui, perda RTRW ini erat kaitannya dengan penanaman investasi industri yang ada di Bumi Mina Tani ini.
”Termasuk industri-industri yang akan masuk, kami akan mempertahankan zona hijau yang menjadi penopang kelangsungan produksi pangan. Jangan sampai zona hijau malah diindustrialisasi,” lanjut Awi.
Kelangsungan penopang pangan ini atau zona hijau, imbuh Awi memang menjadi harga mati. ”Oleh karena itu, saat public hearing nanti, stakeholder seperti para tokoh masyarakat maupun LSM akan dilibatkan penuh. Didengar saran dan juga pendapatnya, supaya RTRW ini benar-benar sesuai dan tidak tumpang tindih dengan sektor lain,” kata Awi.  
Seperti diketahui pula, Perda RTRW ini bisa dikatakan sebagai patokan dari perda lainnya. Masing-masing sektor saling terkait. ”Revisi ini mesti cermat,” kata Awi.
Saat ini revisi Perda Nomor 5 Tahun 2011  tentang RTRW ini masih berada di eksekutif. Masih di tahap penyelarasan sebelum dibahas ke dewan. (has)



            REVISI PERDA NOMOR 5 TAHUN 2011 TENTANG RTRW

ALASAN REVISI
Sudah lima tahun
Menghadapi kemungkinan perubahan kondisi geografis
Menyesuaikan RPJMD

TAHAP
Sedang pada tahap penyelarasan di Dinas PUPR

KOMITMEN
Zona hijau harga mati
Tetap dipertahankan sebagai penopang produksi pangan


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »