Muhammad Ulin Nuha, Peraih Juara Lomba Matematika Internasional di Singapura



Atasi Soal Sulit, Anggap Semua Soal Itu Unik



Matematika memang sulit, namun Muhammad Ulin Nuha punya cara mengatasinya. Dia menganggap soal-soal itu memiliki keunikan. Itulah kunci, hingga dia moncer di bidang matematika dan menjuarai berbagai kejuaraan


Dari kejauhan, siapa sangka dia anak jenius. Seperti diketahui, jenius dalam lakon film-film digambarkan berkaca mata tebal, dan berpakaian necis. Saat Jawa Pos Radar Kudus mendekat, penampilannya biasa saja. Selayaknya anak madrasah pada umumnya. Memakai peci hitam, pakainnya pun tak rapi-rapi amat. Namun itulah Muhammad Ulin Nuha. Peraih berbagai gelar juara matematika di berbagai even, lokal, nasional hingga internasional.
Ulin-sapaan akrabnya- salah satu bagian dari generasi matematika di MTs Abadiyah. Siswa kelahiran Pati, 1 Januari 2003 ini menyapu beberapa gelar juara perlombaan matematika. Baik yang diselenggarakan instansi pemerintah maupun umum.
Ulin berkisah, raihan prestasinya itu tidak instan. Ulin menggaransikan waktu bermainnya untuk belajar. Siswa yang masih duduk di kelas IX ini memang istiqomah dalam belajar. Dia tak pernah lelah untuk belajar.
”Intinya selalu gembira dengan matematika. Bahkan ketika pembinaan menjelang lomba saya pernah melakoni belajar hingga menjelang dini hari,” papar siswa yang memang hobi berhitung ini. Ulin mengaku, matematika sudah membuatnya bahagia. ”Asyik. Bisa mengasah logika, juga kecerdasan otak,” akunya.
Selain hanya belajar, Ulin memang selalu membiasakan berlatih mengerjakan soal. Ulin selalu melakukannya terus menerus. Semua soal matematika selalu menantang untuk dilahapnya.
”Saya selalu suka mengerjakan soal-soal, selain menantang, itu juga akan melatih skill menyelesaikan setiap persoalan dalam matematika,” katanya.
Sejak masuk ke MTs Abadiyah, di bawah naungan pusat pendidikan matematika Abadiyah, Ulin telah mengumpulkan sejumlah gelar juara. Yang paling menonjol, putra pasangan Rebo dan Wagini ini menyabet medali perak dan juga perunggu di Singapura.
Medali perak diraihnya pada gelaran Singapore Internasional Math Olympiad Challenge tahun 2016. Sementara medali perunggu diraih Ulin di ajang Singapore Asian School Mathematics Olympiad (SASMO) tahun 2016.
Dengan raihan prestasi itu, Ulin pun masuk menjadi siswa pilihan dari Kemenag. Data diri serta sejumlah prestasinya diabadikan dalam sebuah buku album siswa-siswi berprestasi di sekolah di bawah naungan Kemenag.
Selain itu, Ulin punya rahasia. Bagi sebagian orang, Matematika kerap menjadi momok. UNBK kemarin menjadi contohnya. Di akun sosial media Kemendikbud, banjir protes dan keluhan mengenai sulitnya soal Matematika di ujian berbasik komputer itu.
Namun di kamus kehidupan Ulin, tak ditemukan kata sulit dalam soal-soal Matematika. Ulin menganggap soal-soal Matematika itu unik. Keunikan itu membuatnya tertarik. ”Itulah yang menjadikan saya tak kesulitan mengerjakannya, sebab saya sudah meyugesti bagaimanapun soal Matematika yang saya hadapi. Semuanya unik. Itu yang menjadikan saya suka dengan matematika,” kata Ulin sambil cengar-cengir percaya diri. (Achmad Ulil Albab)




DATA DIRI
NAMA : MUHAMMAD ULIN NUHA
TTL : PATI, JANUARI 2003
ALAMAT : DESA KARABAN KECAMATAN GABUS KABUPATEN PATI
PENDIDIKAN : KELAS IX MTS ABADIYAH PATI

DERETAN PRESTASI ULIN NUHA
Mendali Perak SIMOC Singapore Internasional Math Olympiad Challenge tahun 2016, 
Medali Perunggu Singapore Asian School Mathematics Olympiad (SASMO) tahun 206
Juara 3 Kompetensi Sains Madrasah (KSM) Kabupaten Pati 2016
Juara 1 Olimpiade Matematika kategori kelas VII MGMP Matematika SMP se Kabupaten Pati tahun 2016
Juara 3Olimpiade Matematika Se Eks Karesidenan Pati 2015
Juara 1 beregu rayon Pati Olimpiade Matematika Universitas Negeri Malang 2015




Share this

Related Posts

Previous
Next Post »