Gagal Total Jerman dan Mitos Kutukan Juara Bertahan




Papan skor di Stadion Kazan Arena masih menunjukkan angka 0-0, hingga menit 90. Wasit Mark Geiger menambah enam menit lagi waktu bermain. Jerman yang sedang keasyikan memburu gol menuju babak 16 besar, harus meradang di malam nan kelam Rabu (27/6) waktu setempat Rusia.
Adalah Kim Yong-Gwon sang pembawa petaka untuk tim yang menyandang status juara bertahan itu. Bermula dari tendangan sudut, lalu memanfaatkan bola liar yang tepat jatuh di kakinya. Fullback Korea Selatan yang langsung berhadapan dengan kiper Manuel Neur itu melesakkan sepakan mantap ke gawang.
Jaring gawang bergetar. Gol. Runtuh ambisi Jerman. Namun, beberapa saat Der Panzer bernafas lega. Asisten wasit mengangkat bendera menandakan gol itu beraroma offside. Pemain Korea protes. Beruntung ada Video Assisten Referee (VAR), gol disahkan. Sebab tak menunjukkan pemain bernomor punggung 19 itu berada dalam posisi offside.
Pemain serta official Jerman kalut. Waktu tinggal menyisakan empat menit. Hasrat menyamakan kedudukan membuncah. Manuel Neur bahkan turut naik menyerang. Nahas petaka datang lagi, menyapa negara pemilik empat kali gelar juara piala dunia ini.
Maksut menggocek bola, bola berhasil direbut pemain belakang Korea. Bola langsung diumpan jauh melambung ke depan. Ada sang kapten yang siaga, Son Heung Min. Berlari kencang, penyerang yang bermain di Totenham Hotspur ini berlari mengejar bola. Pemain belakang Jerman yang tersisa tak mampu mengejar.
Son Heung Min melesakkan bola dengan tenang. Menit 90+6 Korea memastikan kemenangannya atas tim unggulan di Grup F ini. Tuntas, Ksatria Taeguk ini memastikan membunuh ambisi Jerman untuk lolos ke babak 16 besar. Korea Selatan sekaligus menambah daftar panjang juara bertahan yang ketiban sial. Tak mampu lolos dari fase grup.
Mitos kutukan juara dunia pun kembali menjadi perbincangan di kalangan pecinta bola. Seperti diketahui, sejak 1998 juara bertahan selalu gagal lolos ke babak 16 besar. Terkecuali Brazil. Juara dunia lima kali ini mampu keluar dari kutukan saat gelaran Piala Dunia 2006 dengan statusnya sebagai juara saat Piala Dunia 2002. 

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »