Atasi Persoalan Sampah, Pemkab Jepara Bikin Terobosan Sistem Pengangkutan

Wabup Jepara Dian Kristiandi saat menggelar rapat kordinasi dengan pihak terkait beberapa waktu yang lalu



JEPARA - Menindaklanjuti program Sistem Informasi Angkut Sampah (SiAngsa) yang telah disosialisasikan pada bulan Maret lalu. Guna mewujudkan Kabupaten Jepara bebas sampah, melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Forum Literasi Lingkungan Hidup (FL2H) dengan Pemkab Jepara melakukan audiensi terkait penggalangan dana atas perusahaan wajib Corporate Social Responsibility (CSR) dalam menanggulangi permasalahan sampah menggunakan Sistem berbasis Online atau berbayar, Selasa (17/7/2018).
Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Dian Kristiandi, Asisten Pemerintahan Mulyaji, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Fathurrahman serta perwakilan Perusahaan Daerah.
Dian Kristiandi mengatakan,” Persoalan sampah menjadi perhatian kita semua, bukan hanya tanggung jawab pemerintahan saja karena semua memiliki tanggung jawab yang sama terhadap Jepara”, kata Andi.
Di Jepara jumlah sampah yang dihasilkan dalam satu hari mencapai 1.128 ton, namun 11,51 persen atau 129,2 ton sampah, dari jumlah tersebut yang dapat tertampung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Jasa pengangkutan sampah dari tempat sampah dan pengiriman sampai ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) diharapkan bisa didapatkkan dari anggaran yang diambil dari dana CSR.
Desa harus memiliki kawasan pemilihan sampah, saat ini fokus dalam pengembangan SiAngsa baru pada kecamatan Bangsri dan Kalinyamatan.
Rumail Abbas dari Forum Literasi Lingkungan Hidup mengatakan,” Dengan adanya program SiAngsa ini, kedepan rencananya akan dilakukan  secara online, dengan sistem pembayaran yang mudah serta murah. Sekitar 15.000 hingga 25.000 setiap bulan dengan pelayanan  pengangkutan sampah dilakukan setiap satu minggu”, ungkapnya.
Terapkan 3R
Mana sampah yang harus dibuang dan mana sampah yang masih bisa diolah dan dijadikan bentuk lain. SiAngsa juga kengajarkan kepada masyarakat tentang pengolahan sampah, dengan mengajarkan sistim tiga R, Reduce, Reuse dan Recycle.
Idealnya setiap desa memiliki tempat pemilihan sampah, kendaraan pengangkut, serta teknologi pengelolaan sampah. Diharapkan dalam pertemuan tersebut akan memunculkan kesepakatan dalam memenuhi kebutuhan operasional dan kelanjutan program SiAngsa yang membutuhkan dana mencapai sekitar empat Miliar.
Harapannya pada tahun 2025 Jepara bisa menjadi kota/kabupaten bebas sampah dengan target pengangkutan sampah mencapai 75 persen. Penggalangan dana CSR tersebut dihadiri dari berbagai perusahaan di Jepara diantaranya, Pemda Jepara, KPP Pratama, PT Hwa Seung, PT Yazaki, PT Sumitomo, PT Starcam, PT Kanindo, PT Parkland, PT Samwon dan PT BJP. (Sumber : Diskominfo Jepara)





Share this

Related Posts

Previous
Next Post »