Camat Tlogowungu Dituntut Pindah Kepala Desa, Ini Cerita Sebenarnya

Camat Tlogowungu Didik bersama beberapa kepala desa yang ikut tanda tangan 



TLOGOWUNGU – Beberapa waktu lalu di kalangan kepala desa di Kecamatan Tlogowungu pernah sedikit geger. Hal itu lantaran beredarnya sebuah surat permohonan 10 kepala desa yang menginginkan Camat Tlogowungu dimutasi.
Didik mengaku permasalahan itu sudah bisa dikatakan selesai. ”Memang benar, ada beberapa kepala desa di Kecamatan Tlogowungu yang tanda tangan surat permohonan agar saya dimutasi dari Tlogowungu,” katanya.
Namun, mereka-mereka yang bertanda tangan, lanjut Didik, tidak sesuai dengan hati nuraninya sendiri. Mereka hanya terpaksa dan pekewuh saja menandatangani surat tersebut. ”Adanya surat tersebut yang intinya berisi tentang keberatan atas kebijakan camat ditengarai digalang oleh salah satu kepala desa. Yang saya tangkap begini persoalannya, sejak saya masuk ke sini, saya bersama kepala desa lainnya sepakat untuk menjadi yang terbaik dalam hal pelunasan pajak. Makanya saya menekankan untuk pajak bumi bangunan (pbb) lunas awal. Jika melanggar ada sanksinya. Yaitu penundaan tanda tangan administrasi desa. Seperti proposal dana desa, serta alokasi dana desa akan saya tunda sampai mepet waktunya untuk desa yang tidak bisa tepat waktu membayar pajak tersebut,” jelas Didik.
Sepertinya karena hal tersebutlah, oknum tersebut merasa keberatan. Kemudian menggalang tanda tangan untuk menyingkarkan Camat Tlogowungu, dan dianggap kebijakannya memberatkan. ”Padahal ini kesepakatan bersama. Terkait sanksi juga kesepatan bersama,” imbuhnya.
Kecewa Sanksi
Sementara itu terkait tanda tangan yang hanya terpaksa, diakui Kepala Desa Wonorejo, Suyikno. ”Kami menduga penggalangan tanda tangan kades se Kecamatan Tlogowungu untuk mengganti camat, karena kecewa dengan penerapan sanksi penundaan penandatangan berkas, bagi desa-desa yang terlambat membayar pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Padahal penerapan sanksi itu, komitmen bersama para kades. Saya yang ikut menandatangani sebenarnya terpaksa karena pekewuh dengan sahabat sendiri,” terangya.
Dikonfirmasi terkait adanya galang tanda tangan untuk memutasi camat, Bupati Haryanto menuturkan, dirinya sendiri belum menerima surat yang dimaksud. ”Belum ada surat yang masuk terkait hal itu,” kata bupati.
Lebih lanjut, dalam hal mutasi dan promosi jabatan, tidak berdasarkan tuntut menuntut dari pihak luar. ”Penentuan itu berdasarkan penilaian dan evaluasi kinerja dari pimpinan,” terangnya. (mil)



Share this

Related Posts

Previous
Next Post »