Pemilihan Ketua OSIS, Ajari Anak Berdemokrasi Sejak di Sekolah

Seorang siswa yang akan memberikan hak suaranya dalam pemilihan umum ketua  Ikatan Siswa Luthful Ulum (ISLU) MA NU Luthful Ulum Dukuh Wonokerto, Desa Pasucen, Kecamatan  Trangkil



PATI – Pelajaran berharga didapat siswa – siswi MA NU Luthful Ulum Dukuh Wonokerto, Desa Pasucen, Kecamatan  Trangkil. Mereka mendapat pelajaran demokrasi nyata melalui kegiatan Pemilihan Umum Ketua Ikatan Siswa Luthful Ulum (ISLU) baru-baru ini. Bahkan, pemilihan dilangsungkan secara profesional layaknya pemilihan kepala daerah maupun pemilihan umum.
Hal ini tentu menjadi momentum yang tepat.  Terlebih, posisi mereka saat ini, sebagian terdaftar pemilih pemula, yang nantinya akan menggunakan hak pilihnya di pemilu 2019.
Ketua Komisi pemilihan Umum Madrasah (KPUM) Tomy Prasetyo mengatakan, dengan adanya pemilihan Islu yang dilangsungkan dengan sistem pemilihan secara langsung ini, selain untuk mendapatkan ketua Islu yang baru, juga sebagai media pembelajaran bagi peserta didik.
“Yang mengikuti pemilihan ini merupakan siswa Aliyah atau MA, sehingga sebentar lagi mereka akan menggunakan hak pilihnya. Kebetulan, disekolah juga ada pemilihan Islu. Maka dari itu, kami membuatnya persis seperti pemilihan umum lainnya,” ungkkap sata memantau pelaksanaan pemilihan Islu di MA NU Luthful Ulum Wonokerto, Kamis (19/7/2018).  
Jangan Golput
Dia juga mengingatkan kepada para peserta didik bahwa menggunakan hak pilih adalah suatu kewajiban dan tidak boleh ditinggalkan. Sebab, memilih pemimpin juga suatu hal yang wajib. Sehingga, dalam proses pemilihan Islu ini, mereka akan bisa belajar banyak tentangt mekanisme dan proses  pemungutan suara.
“Kami harap, dengan adanya proses demokrasi melalui pemilihan umum secara langsung ini, kami hartap siswa mendapatkan ilmu yang bermanfaat, terutama dalam hal pemilihan umum,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah MA NU Luthful Ulum Wonokerto, Sabar mengatakan, sebagian besar siswa MA Nu Luthful Ulum sudah tercatat sebagai pemilih pemula. Dalam artian, pada pemilihan umum 2019 nanti, mereka akan menggunakan hak pilihnya sensuai dengan prosedur dan mekanisme yang ada.
“Karena itulah, kami melatih dan memberikan sosialisasi kepada mereka terkait proses pemungutan suara. Apalaagi, seccara dasariyah mereka memang beum mengetahui prosesnya. Tetapi, itu suatu hal yang wajar, karena mereka masih remaja dan belum pernah menggunakan hak pilihnya,” ungkap Sabar.
Lebih lanjut, proses pemilihan ketua Islu ini dapat mendesawasan siswa dalam hal berdemokrasi dan menggunakan hak pilihnya. Selain itu, siswa juga mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan mampu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, lebih-lebih menjelang  pemilu 2019 nanti. (hus)


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »