Dewan Soroti Potensi Bencana Musim Kemarau, Kekeringan Makin Meluas




PATI – Dalam sebulan ini, musim kemarau melanda Kabupaten Pati. Diprediksi musim kemarau tahun ini bakal mencapai puncaknya hingga September. Berbagai bencana mengintai, yang paling mengkhawatirkan persoalan kekeringan air.
Melihat hal tersebut, DPRD Kabupaten Pati mengimbau agar masyarakat sebelumnya telah bersiap. Dimana bencana kekeringan menjadi rutinitas yang dialami masyarakat Kabupaten Pati tiap tahunnya. Khususnya yang berada di wilayah Pati selatan, Juwana timur dan juga selatan. Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua Komisi B Sismoyo.
Salah satu kesiapannya, dikatakan Sismoyo dengan membuat biopori-biopori di pekarangan rumah. Selain dapat mencegah banjir dan meningkatkan kualitas air, biopori juga mamou meningkatkan resapan air. ”Kami harapkan masyarakat memang harus memiliki kepedulian dalam memelihara dan menjaga air. Sebagai antisipasi menghadapi kekeringan masyarakat bisa membuat penampungan-penampungan air di rumah atau membuat sumur resapan biopori di pekaranga-pekarangan,” terangnya saat rapat paripurna baru-baru ini.
Pantauan Langsung
Lanjut Sismoyo, pihaknya juga berharap supaya pemerintah beserta jajarannya lebih banyak memantau dan sosialisasi langsung kepada masyarakat. Seperti diketahui saat musim kemarau seperti ini selain kekeringan dan kurangnya pasokan air, bencana kebakaran kerap kali datang. Seperti kebakaran lahan-lahan pertanian. 
Untuk kekeringan sendiri di Kabupaten Pati, dampaknya semakin meluas. Data sementara yang ada di Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), menunjukkan terjadinya peningkatkan jumlah wilayah yang terdampak kekeringan.
Per 25 Agustus ini, BPBD bersma Polres, dan PMI sudah melakukan penyaluran air bersih sebanyak 194 tangki yang tersebar di 40 desa di 9 kecamatan. (yan)
 


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »