Kemeriahan Pawai Unjuk Potensi Kabupaten Pati




PATI – Semarak kirab bertajuk karnaval pembangungan festival noto projo mbangun deso berlangsung siang kemarin. Ratusan peserta yang terdiri dari OPD, kecamatan, pelajar hingga ormas tumpah ruah menuyusuri jalanan Kota Pati. Masing-masing kontingen menunjukkan potensi andalan yang mereka miliki.
 Seperti yang dilakukan Dinas Pertanian dan Peternakan, mereka membawa replika ayam pedaging yang besar. Tak hanya replika, beberapa ekor ayam, juga dibawa berkeliling kota menggunakan kendaraan yang sudah dihias. Bahkan, mereka membagikan ratusan butir telur rebus kepada  penonton yang berjajar di pinggir jalan. ”Mohon doa rsetunya, semoga Kabupaten Pati dapat sukses menuju daerah pusat peternekan,” teriak seorang juru bicara dari dalam iring-iringan kendaran.
Hal yang sama juga dilakukan Dinas Kelautan dan Perikanan, serta Dinas Perdagangan dan Perindustrian. Dinas Kelautan dan Perikanan membawa replika ikan nila salin. Dimana komoditi perikanan tambak itu memang sedang digencarkan di Kabupaten Pati. Bahkan dalam skala nasional, pengembangan budidaya ikan nila salin di Pati dianggap yang paling besar.
Dinas Perdagangan dan Perindustrian juga melakukan hal yang sama. Mereka membawa replika sepatu yang dihias warna-warna. Replika itu menunjukkan keseriusan pemerintah Kabupaten (pemkab) Pati untuk memberdayakan pelaku UMKM.
Tak hanya perwakilan dari OPD, perwakilan dari kalangan pelajar juga menampilkan potensinya masing-masing. Seperti dari SMP N 5 Pati yang menampilkan arak-arakan dengan hiasan replika jamur tiram. Hal itu lantaran sekolah adiwiyata berliterasi tersebut sedang mengembangkan sekolah dengan berwirausaha jamur tiram. Tak hanya SMP N 5 Pati, beberapa sekolah lain juga menampilkan potensinya masing-masing seperti di SMP 2 Jakenan yang menunjukkan kegiatan keseniannya.
Tampilkan Produk Khas
Kontingen dari masing-masing kecamatan juga tak boleh ketinggalan. Mereka menunjukkan potensi di daerahnya masing-masing. Seperti Kecamatan Jaken yang membawa replika botol kecap. Sebagai salah satu produk unggulannya.
Beberapa kecamatan lain juga menunjukkan hal serupa. Produk pertanian, dan perkebunan ditunjukkan kepada masyarakat yang telah berjejer di pinggir jalan. Seperti jagung, singkong, bawang merah dan aneka komoditas lainnya yang khas daerah setempat.
Bupati Haryanto mengungkapkan, dengan karnaval ini menjadikan semangat pembangunan dalam rangka hari kemerdekaan sekaligus hari jadi Kabupaten Pati. ”Jadi peringatan hari jadi bukan hanya seremonial. Melainkan refleksi kegiatan untuk menumbuhkan semangat kerja pembangunan, dimana pada kahirnya untuk mewujudkan Pati maju,” jelas bupati dua periode ini.
Sementara itu, tak hanya unjuk potensi di wilayah Pati, karnaval pembangunan kali juga dijadikan ajang promosi untuk menyukseskan Asian Games ke 16 yang kebetulan Indonesia pada tahun ini menjadi tuan rumah.
Tak heran tiap kontingen menyertakan berbagai logo dan pernik pesta, serta semangat olahraga multi event terbesar di daratan Asia tersebut. (mil)

TENTANG KARNAVAL PEMBANGUNAN FESTIVAL NOTO PROJO MBANGUN DESO
JUMLAH KONTINGEN
180
PIHAK YANG TERLIBAT
PERWAKILAN SELURUH OPD DI KABUPATEN PATI
KECAMATAN
PERWAKILAN SEKOLAH
BEBERAPA ORMAS
RUTE YANG DITEMPUH
ALUN-ALUN PATI
JALAN PEMUDA
JALAN HOS COKROAMINOTO
JALAN RORO MENDUT
JALAN KIAI PUPUS
JALAN MR ISKANDAR
JALAN SYEH JANGKUNG
JALAN RONGGOWARSITO
JALAN KOLONEL SUNANDAR
SIMPANG 4 JOYOKUSUMO
FINISH JALAN AHMAD YANI SMAN 2 PATI
TUJUAN KARNAVAL
PERINGATAN HUT KE 73 KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA
PERINGATAN HARI JADI KE 695 KABUPATEN PATI
UNJUK POTENSI YANG ADA DI KABUPATEN PATI

 


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »