Atasi HIV/Aids Pemkab Jepara Bentuk Forum Peduli

Forum Warga Peduli Aids dibentuk di Desa Balong Kecamatan Kembang baru-baru ini 



JEPARA – Berbagai cara dilakukan demi menekan angka penyakit menular HIV/Aids di Kabupaten Jepara. Melalui Dinas Kesehatan, dibentuklah wadah bernama Warga Peduli Aids (WPA). Tugasnya, WPA melakukan identifikasi potensi resiko di tiap wilayahnya masing-masing.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), DKK Jepara, M. Fakhruddin mengungkapkan, kecenderungan persebaran penyakit HIV/AIDS tidak hanya di wilayah perkotaan, namun juga banyak ditemukan di wilayah pedesaan.
Untuk mengatasi hal tersebut, tahun ini, pihaknya menargetkan 50 persen desa/kelurahan yang ada di Jepara, sudah terbentuk forum WPA. Sedangkan untuk tahun 2019, semua desa yang ada di Jepara sudah memiliki forum ini. “Saat ini kami sudah bergerak terus, tiap minggu lebih dari dua desa kami datangi,” tuturnya.
Pembentukan forum tersebut merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk menekan angka kasus AIDS dan HIV di Kabupaten Jepara. Dikatakan, untuk tahun ini saja, hingga bulan Juni 2018, terdapat 81 kasus HIV/AIDS di Jepara dengan korban meninggal sebanyak 5 orang.
Dari sisi pemeriksaan Voluntary Counselling and Tasting (VCT), saat ini semua Puskesmas sudah bisa melakukannya. Sehingga tidak ada kesulitan lagi, bagi masyarakat untuk memeriksaan kondisi tubuhnya.
Namun, terkait dengan pengobatan, saat ini baru lima titik yang menyediakan, yaitu RSU Kartini, Puskesmas Donorojo, Bangsri I, Mlonggo dan Pecangaan. Pihaknya  berharap, tahun depan semua Puskesmas sudah memiliki fasilitas untuk melakukan pengobatan. Sehingga tidak ada alasan lagi bagi masyarakat, dengan alasan jarak.
“Harapannya kita bergerak menemukan, konsekwensinya akan mempermudah akses pengobatan. Jangan sampai ada orang yang tidak mau berobat karena faktor jarak,” kata dia.
Libatkan Unsur Masyarakat
Dalam pembentukan forum tersebut, semua pihak berkepentingan dilibatakan, sehingga peran aktif dalam upaya pencegahan HIV AIDS bisa optimal. Mereka yang dianggap berkepentingan tersebut di antaranya adalah dari unsur tokoh masyarakat, penegak hukum dan keamanan, serta tokoh agama.
Sementara itu, tugas utama dari forum WPA ini, yaitu melakukan identifikasi potensi risiko HIV/AIDS, melakukan akses informasi dan layanan (penyuluhan, fasilitasi pencegahan, test dan konseling HIV, dll), terakhir adalah zero stigma dan diskriminasi. “Silahkan didata, yang memiliki risiko dan laporkan kepada bidan desa,” tuturnya. (pur)


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »