Bantu Alsintan, Dukung Peningkatan Produksi Pangan di Jepara

SUMBER : Jepara.go.id



JEPARA – Petani di Kabupaten Jepara ketiban rejeki. Melalui Kementrian Pertanian, 106 unit alat mesin pertanian (Alsintan) diberikan kepada sejumlah gabungan kelompok tani (Gapoktan) di Kota Ukir. Hal itu demi terwujudnya peningkatan produksi pangan dalam negeri.
Alsintan yang diberikan itu meliputi 20 unit traktor roda dua, 20 unit pompa air, 15 unit cultivator, dan 40 unit handsprayer electric. Selain itu juga, alsintan pasca panen, diantaranya, 4 unit corn sheller, 4 unit power thresher dan 3 unit power thresher multiguna.
Bantuan diserahkan oleh anggota DPR RI Komisi XI DPR Fathan, didampingi Anggota IV BPK Republik Indonesia Rizal jalil, Direktur Alat dan Mesin Pertanian, Kepala Balai Besar Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman, Ditjen Tanaman Pangan, Kementrian Pertanian Tri Susetyo, Kepala Dinas Pertania dan Perkebunan Jawa Tengah Yuni Astuti dan Bupati Jepara Ahmad Marzuqi.
Penyerahan bantuan alsintan dilakukan bersamaan dengan peresmian rumah pompa di Desa Ketilengsingolelo Kecamatan Welahan. Rabu (12/9/2018) kemarin.
“Bantuan alsintan ini diberikan kepada kelompok tani yang berhak, dan membutuhkan. Agar bisa untuk peningkatan produksi pertanian kita,” kata Anggota Komisi XI DPR Fathan, di sela-sela penyerahan bantuan.
Diharapkan bantuan ini memang bisa meningkatkan produksi pangan. Pompa air dibagikan di waktu yang tepat. Karena di Kabupaten Jepara, telah memasuki musim kemarau. Para petani, diharapkan bisa memanfaatkan untuk menambah pasokan air di musim kemarau.
Kuatkan Sektor Pertanian
Kepala Balai Besar Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman, Ditjen Tanaman Pangan Tri Susetyo menyampaikan, kedepan pertumbuhan manusia akan sangat cepat. Di sisi lain, para petani harus mampu memenuhi atau memproduksi bahan kebutuhan pangan. Pembangunan pertanian tidak hanya menjadi kewajiban dari Kementrian Pertanian, namun juga Kementrian lain seperti PUPR. “Kita harus saling bersinergi, untuk menguatkan sektor pertanian ini,” tuturnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah Yuni Astuti mengatakan, tahun 2017 Jawa Tengah mengalami surplus padi sekitar 6,5 Juta ton, termasuk yang disumbang dari Kabupaten Jepara. Jika dihitung kebutuhan pangan penduduk Jateng, produksi setahun ini, bisa dikonsumsi masyarakat untuk dua tahun. Saat ini yang mengancam sektor pertanian adalah alih fungsi lahan.
Untuk itulah, lahan sawah harus dipertahankan dan diatur melalui peraturan perencanaan tata ruang wilayah. “Saat wilayah kabupaten/kota di Jateng, tengah menyiapkan rencana tata ruang dan wilayah, khususnya pertanian harus mendapat perlindungan,” kata dia.
Sementara itu Bupati Jepara Ahmad Marzuki mengucapkan terimakasih atas sejumlah bantuan yang telah diberikan, untuk kelompok tani di Kabupaten Jepara. Dia berharap, bantuan ini selalu dijaga dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. “Mudah-mudahan, bisa memberikan manfaat kepada kita semua. Sekali lagi, saya ucapkan terimakasih. Dan semoga produksi pangan di Jepara bisa semakin meningkat lagi,” tutur bupati. (pur)


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »