Dukung Saudara, PSHT Geruduk PN Pati


Sidang Kasus Pengeroyokan Warga Desa Srikaton


PATI – Sekitar seratusan anggota pencak silat perguruan Persaudaraan Setia Hati Teratai (PSHT) menggeruduk Pengadilan Negeri (PN) Pati Kamis (18/10/2018). Kedatangan mereka bermaksud menghadiri dan mendukung sidang kasus pengeroyokan dengan korban Heri Sugiyanto warga Desa Srikaton Kecamatan Kayen yang merupakan anggota PSHT.
Ulin Nuha, Pendamping Pembina Ranting PSHT Pati mengungkapkan, kedatangan mereka adalah sebagai bentuk kepedulian kepada korban yang merupakan anggota, atas kejadian yang menimpanya. Sekaligus mengawal persidangan supaya dua terdakwa nantinya diberikan hukuman setimpal oleh majelis hakim atas perbuatan yang dilakukan kepada korban.

”Ya ini adalah bentuk kepedulian kami. Sebagai saudara di PSHT, sakit yang dialami anggota, anggota lain ikut merasakan karena kami adalah saudara. Penderitaan anggota, anggota lain juga merasakan,” terang Ulin Nuha.
Lebih lanjut, yang terpenting supaya pelaku pengroyokan bisa diadili seadil-adilnya. Supaya mereka jera. ”Kami akan kawal. Bahkan di persidangan selanjutnya, kami akan datang lagi lebih banyak. Supaya keputusan benar-benar bisa adil dengan hukuman setimpal yang dijatuhkan kepada para terdakwa. Supaya jera pokoknya,” imbuh Ulin Nuha.
Sidang kemarin merupakan sidang yang kedua. Dimana dalam agendanya adalah mendengarkan keterangan saksi. Ketua majelis sidang Nunung Kristiani, didampingi anggota Agung Iriawan dan Rida Nur Karima.
Humas PN Pati, Agung Iriawan mengungkapkan, sidang kedua dilakukan dengan agenda mendengarkan keterangan dari kedua saksi. ”Baru keterangan saksi, selanjutnya masih akan dilanjutkan dengan mendengarkan keterangan saksi dari jaksa,” jelas Agung.   
Seperti diketahui, kasus pengeroyokan itu sendiri terjadi pada 6 Juli 2018 lalu. Dalam dakwaan yang dibacakan pada sidang pertama, terdakwa diketahui merencanakan aksi pengeroyokan terhadap korban usai nonton orkes dangdut di Desa Jimbaran Kecamatan Kayen. Motif pengeroyokan sendiri belum jelas. Namun ada unsur dendam dalam kejadian tersebut.
Usai sidang beberapa pendukung korban, baik tetangga yang kebanyakan emak-emak maupun anggota PSHT melakukan orasi sekitar 10 menit. Mereka membentangkan spanduk untuk mengingatkan hakim supaya mengeluarkan putusan yang adil. Tak hanya dari pihak korban. Pihak terdakwa juga mendapat dukungan puluhan pendukung. (has)




Share this

Related Posts

Previous
Next Post »