Islamic Center Kajen, Menjaga Kearifan Luhur Desa Santri


 
Masjid Jami Kajen merupakan peninggalan dari Mbah Murtamakkin. Saat ini bangunan masjid telah mengalami pemugaran 



PATI - Akhir pekan lalu, Sabtu (22/12/2018), anak-anak muda dikukuhkan dalam sebuah wadah bernama Islamic Center Kajen (ICK), pengukuhan dilakukan di gedung ICK komplek Masjid Jami Kajen.
Ada 12 anak muda yang dilantik dan diambil sumpah jabatannya oleh Ketua Takmir Masjid Jami Kajen. KH. Muhammad Abbad Nafi'.  Pelantikan tersebut juga dihadiri oleh pimpinan yayasan mbah Ahmad mutamakkin KH. Mujiburrohaman, para pembina ICK, KH. Niam Sutaman, KH. Ismail Fayumi, KH. Syaifurrohman, KH. Ulil Bizawie Dan para Kiai lainnya.
ICK yang diketuai M. Azwar Anas beserta rekannya adalah wadah khidmah para pemuda Kajen dalam memakmurkan Masjid Jami Kajen, semua kegiatan ICK akan menjadikan masjid menjadi basis gerakan sosial kultural dan spiritual.
Dalam kepengurusan ICK dibagi menjadi pengurus harian, dan 3 divisi yang pertama,  Divisi Pendidikan dan Keagamaan, yang akan berfokus pada pelatihan dan dalam pembinaan ubudiyah dan pengayaan pengetahuan keagaaamaan.
Para punggawa ICK bersama para kiai di Kajen

Divisi kedua adalah kajian Sejarah dan Budaya, yang akan berfokus pada pengarsipan dan riset mengenai peninggalan sejarah Mbah Ahmad Mutamakkin sebagai pendiri Masjid Kajen berupa benda cagar budaya dan manuskrip.
Divisi ketiga adalah Media Teknologi dan Informasi nantinya berfokus sebagai sumber Informasi mengenai  Masjid Jami Kajen dan pondok Pesantren di kajen. Yang bisa diakses oleh semua masyarakat luas yang ingin berziarah ke Kajen atau ingin memondokkan anaknya di desa santri ini.
KH. Muhammad Abbad memberikan pesan kepada para pemuda yang telah dilantik agar menjaga niat baik dan cara menjalankan tugas dengan baik, agar khidmah yang laksanakan menjadi amal baik didunia hingga akhirat. Sementara itu,  KH. Mujiburrohman berpesan agar para pengurus ICK ini nantinya akan punya wawasan mengenai hospitality kepada para pengunjung masjid atau sadar terhadap wisata religi Kajen yang setiap harinya didatangi masyarakat dari penjuru Indonesia.
Adapun KH. Niam Sutaman berharap nantinya ICK mampu menjadi acuan masyarakat dalam mengakses segala Informasi mengenai peribadahan dan kepesantrenan di kajen. Mengingat Kajen menjadi kiblat keagaaamaan Islam di wilayah Pati dan dekitarnya. (has)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »