Jadi Konsumen Dulu Baru Produsen



INSTAGRAM

Saila Rachmawati cukup cerdas. Perempuan yang kini menempuh studi S2 manajemen pendidikan di IAIN Kudus ini berhasil menerapkan teori ATM dalam mengembangkan sebuah produk yang digelutinya. Amati, tiru, dan modifikasi.
Saila telah berhasil berinovasi menciptakan sebuah produk hijab, dari kebiasaannya suka membeli hijab-hijab produk orang lain. Bahkan sekarang, alumnus Fakultas IAIN Kudus ini sudah memiliki merk hijab sendiri, hingga pasar yang sudah terjamin.
Saila sendiri mulai berwirausaha membikin hijab saat dia nyantri dulu. Sambil kuliah, alumni MA Raudlatul Ulum-Pati ini memang mondok. Dari situlah, Saila coba-coba membikin hijab produknya sendiri. ”Ya awalnya kan memang hobi beli berbagai model hijab, jadinya terinspirasi untuk bikin sendiri. Awalnya saya bikin sistem pre-order. Tapi sekarang barang sudah ready,” kata perempuan yang kini mengajar di SMPN 1 Pati ini.
Dari banyak membeli, dan banyak melihat model hijab itu, lanjut Saila, dirinya bisa makin berkreasi menciptakan model. Menurutnya hal itu sangat penting dalam proses kreatifnya menciptakan sebuah produk hijab.
Untuk pasarnya, Saila tertolong karena banyaknya teman. Terutama temannya di pondok pesantren. Dari awal, kata Saila, pasarnya memang anak pondok pesantren. Dulu pas lebaran, pernah teman-teman pondok meminta hijab buatan saya. Tapi karena masih pre order, banyak yang kecewa. Jadinya saya langsung membikin barang yang ready. Saya bekerjasama dengan seorang teman saya, papar perempuang kelahiran Pati, 1 Desember 1996 ini. (yan)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »