Pelanggar Ketertiban di Pati Bakal Dilirik Satpol PP Cantik

Anggota Satpoltik mengingatkan bapak-bapak agar tak parkir sembarangan


PATI – Potret petugas Satpol PP yang kurang ramah dan humanis, dalam menjaga ketertiban dan ketentraman masyarakat, coba dikikis. Satpol PP Kabupaten Pati belakangan bikin gebrakan melalui pembentukan regu bertajuk Satpoltik.
Satpoltik ini kepanjangannya adalah Satpol PP Simpatik. Namun diplesetkan menjadi Satpol PP cantik. Sebab, isinya memang anggota Satpol PP yang masih muda-muda, segar dan tentunya cantik.
Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (Tribumtamas) Satpol PP Kabupaten Pati Udhi Harsilo Nugroho menjelaskan ide inisiatif Satpoltik ini berawal dari anggapan masyarakat bahwa tindakan yang diambil oleh Satpol PP yang dikenal kurang ramah dan humanis dalam menjaga Tribumtamas.
”Oleh karena itu atas seizin Kepala Satpol PP, kami membentuk regu Satpoltik yang memiliki kemampuan untuk melakukan pendekatan yang humanis. Jumlah total anggota Satpoltik ada 8 yang dibagi menjadi empat orang per shift tugas,” jelas Udhi.
Tugasnya, mereka akan berpatroli setiap hari untuk melakukan penertiban misalnya, PGOT, PKL yang berjualan di luar jam ketentuan, serta pemarkir sepeda motor yang sembarangan. Mereka bergerilya melirik para pelanggar ini di sekitaran kawasan kota, seperti Alun-alun Simpanglima Pati, Jalan Diponegoro, Panglima Sudirman, hingga Jalan Pemuda.
Empat anggota Satpoltik Pati
Lebih lanjut Udhi menerangkan, Satpoltik ini rutin melakukan patroli setiap harinya dengan dua shift kerja setiap harinya mulai pukul 10.00-13.00 WIB dan 13.00-17.00 WIB. Regu ini hanya melakukan penertiban melalui pendekatan dalam lingkup pembinaan dengan sasaran PGOT ataupun PKL yang masih membandel berjualan di trotoar jalan. ”Selain itu pembinaan juga menyasar siswa yang mangkal di fasilitas umum seperti Alun-alun Kota Pati, hutan kota, dan taman air mancur pada jam sekolah.  Untuk sanksi, sementara ini cukup pembinaan dan pendekatan persuasif, humanis,” ungkapnya.
”Kami yakin masyarakat akan lebih tertib, karena kita menggunakan pendekatan humanis, simpatik dan persuasif. Regu ini kami rasa lebih mengena dari pada regu putra,” ungkap Kabid Tribumtamas itu.
Salah satu anggota Satpoltik Woro Tri Wulan A. mengaku, kegiatan pembinaan rutin yang berlangsung dengan empat personil di wilayah kota ini sangat efektif, meski terkadang ada masyarakat yang membadel saat ditertibkan. Meski demikian, kami terus menerus melakukan pendekatan dari hati ke hati.
”Karena regu ini hanya melakukan pendekatan dalam lingkup pembinaan saja maka ketika ada PGOT ataupun PKL yang masih membandel, kami akan melaporkannya dengan regu putra untuk penanganan lebih lanjut,” pungkas. (hus)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »