Promosikan Potensi Pati, Mahasiswa Ipmafa Ciptakan Maket Wisata Alam

Salah satu karya maket wisata alam



PATI – Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam Institut Pesantren mathaliul Falah (Ipmafa) Pati berlomba membuat maket wisata-wisata yang ada di Pati dan daerah sekitarnya. Melalui maket wisata itu, anak-anak muda ini mencoba ikut mempromosikan potensi yang ada di Bumi Mina Tani ini.
Terhitung ada lima maket miniatur kawasan obyek wisata yang dibuat para mahasiswa ini. seperti wisata alam, kawasan Sungai Gulang Pongge di Gunungwungkal, kebun warung bambu di Desa Sekar Gunungwungkal, Wisata Pantai Mangrove di Desa Kertomulyo, dan juga obyek wisata di sekitar Pati, seperti Wisata Gunung Muria, Natas Angin Desa Rahtawu Kudus dan wisata Pantai Wates di Rembang.
Ana Lutfiana salah satu mahasiswa yang membuat maket wisata tersebut mengungkapkan, sebelum membuat maket ini mereka harus mengadakan proses observasi sekitar sebulan lalu di beberapa tempat.
Mereka melakukan observasi di daerah yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi destinasi ekowisata,  atau tempat wisata yang sudah ada namun kurang  terkelola dengan maksimal.
Para mahasiswa memamerkan karya mereka
Zuli Rizal, dosen pembimbing proyek maket wisata tersebut menjadi bagian tugas dari mata kuliah Tata Artistik yang diampunya. Melalui tugas tersebut, mahasiswa dilatih untuk peka terhadap permasalahan sekitar. Dan mampu memberi solusi secara kreatif.
”Mereka diarahkan mengamati, bahwa daerah Pati sebenarnya memiliki wisata alam yang sangat indah dan menarik, namun juga tak sedikit dari potensi alam tersebut belum tersentuh oleh pihak pemerintah maupun lembaga masyarakat setempat. Sangat disayangkan sekali jika potensi-potensi ini hanya dibiarkan begitu saja tanpa ada upaya untuk mengembangkan menjadi kawasan wisata sekaligus konservasi, juga tempat sarana edukasi dan dapat jadi  sumber ekonomi kreatif masyarakat,” kata alumni ISI Yogyakarta ini.
 Khususnya, lanjut Zuli Rizal, warga desa yang selama ini kebanyakan hanya mengandalkan sumber ekonomi dari hasil pertanian konvensional, harapannya dengan maket ini dapat menjadi inspirasi konsep kawasan wisata. ”Tidak hanya bagi warga sekitar, tetapi bagi pemerintah juga dan pelaku wisata untuk dapat membuat konsep kawasan wisata yang tertata artistik yang terbranding dengan baik, yang mengedepankan aspek konservasi alam, edukasi dan kenyamanan wisatawan,” papar pria yang pernah menjadi finalis duta wisata Kabupaten Pati ini.
Tugas membuat maket ini juga mengasah daya kreatif dan inovatif mahasiswa, kata Zuli Rizal, bahan maket menggunakan bahan sederhana seperti stereofom. Ada juga yang menggunakan bahan semen, kertas duplek, dan bahan daur ulang lainnya sperti daun yang dikeringkan. (hus)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »