Belajar Asam Garam Kehidupan dan Cinta



Membaca novel adik sastrawan kondang Pramoedya Ananto Toer ini kita tak hanya mendapat cerita-cerita belaka. Novel berlabel 18+ ini menyuguhkan realita hidup yang tak selalu mulus. Hidup penuh dengan dinamika yang harus dan mau tidak mau dilakoni manusia.
Soes, panggilan akrab penulis novel ini bercerita tentang Thomas. Pemuda yang sedang mereguk ilmu ekonomi politik di universitas yang terletak di ibukota. Thomas menjalin cinta dengan gadis lokal bernama Aida. Gadis dari keluarga broken home. Ayah dan ibunya cerai dan pisah rumah. Novel ini sendiri memang berisi banyak renungan kehidupan.
Buku ini dibagi menjadi menjadi 9 bagian. Dengan masing-masing bagiannya menyuguhkan konflik cerita yang menarik, ekspresif, romantis, terkadang humoris dan tentu saja banyak kisah tragis yang dialami tokoh utama. Tentang cinta, Soes menuliskan betapa cinta adalah bagian hidup manusia yang paling indah. Orang paling melarat di dunia adalah orang yang hidup tanpa cinta. (hlm 26)
Novel ini berlatar tahun 1960an akhir, hingga awal 1970an di negeri Uni Soviet sekarang Rusia. Di awal-awal, kisah percintaan Thomas dan Aida menjadi pembuka cerita. Pertemuan demi pertemuan menumbuhkan benih cinta, hingga ciuman pertama di sebuah taman kota.
JUDUL BUKUANAK BUNGSUPENULISSOESILO TOERHALAMANX + 234 HALAMANPENERBITPATABAPRESSTAHUN TERBIT2018ISBN978-602-73893-8-0


Konflik dimulai ketika Thomas memutuskan berlibur ke sebuah kampung. Aida tetap tinggal di ibukota. Aida menghabiskan liburannya untuk beberapa saat dengan mengabdi di sebuah rumah sakit. Aida mahasiswa kedokteran. Dia bercita-cita menjadi dokter. Niatnya mulia. Tentang kemanusiaan. Dari cerita ibunya, meski tumbuh normal, Aida kecil kerap sakit-sakitan. Dari sana ibunya merasa hutang budi, dan berharap anaknya yang saat kecil sakit-sakitan itu bisa bermanfaat untuk kemanusiaan melalui profesi dokter.
Sebenarnya perpisahan Thomas dan Aida ketika musim liburan itu menjadikan Aida merasa sangat kehilangan. Dia merasakan kekosongan jiwa, dimana itu biasanya diisi oleh Thomas. Memang perpisahan pada detik-detik permulaan merupakan peristiwa yang tidak diinginkan banyak orang. (hlm 75) Saat itu cinta Thomas dan Aida memang sedang dalam masa emasnya.
Ditinggal Thomas, sosok Frans seorang  calon diplomat menghampiri kehidupan Aida. Sosoknya yang pandai menarik perhatian dengan gaya bicaranya itu lama-lama membuat hati Aida kalut. Kemudian menduakan perasaannya dengan Thomas. Ditambah surat-surat yang diharapkan dari Thomas sesuai janjinya. Percintaan tumbuh diantara keduanya. Saat musim liburan itu juga Thomas sempat beromantis ria dengan gadis Belanda bernama Yance. Bahkan mereka sempat menghabiskan waktu bersma keliling tempat-tempat di Amsterdam. (hlm 152)
Karena bertajuk novel dewasa, Soesilo Toer dengan gamplang mendeskripsikan tentang hal-hal yang memang berbau dewasa. Tentang susu yang ranum, hingga soal ciuman. Emosi pembaca akan dimainkan ketika tiba pada babak Aida yang tengah hamil. Namun Frans menghilang tanpa kabar. Thomas yang baru beberapa saat bertemu kembali dengan Aida menjadi pelampiasan. Thomas mengalah. Dan menikah dengan Aida hingga lahirlah bayi bernama Lora.
Thomas sadar itu bukan anaknya. Lora hasil kerja orang lain. Namun Thomas seperti tak kuasa melawan. Di sini, kehidupan mulai terasa memuakkan bagi Thomas. Dia merasa sangat tersiksa. Pahit kehidupan Thomas, bertambah dengan seretnya ekonomi. Dia harus menanggung beban hidup rumah tangga. Ada Aida istrinya, mertuanya, iparnya, dan tentu saja Lora. Kebutuhan bayi jika dihitung berkali lipat dari orang dewasa. Maka bekerja apapun dilakukan Thomas di luar aktivitasnya menamatkan studi. Dari menulis artikel sampai kuli angkut sayuran.
Kemelaratan Thomas membawanya merantau ke Siberia. Dia ikut rombongan mahasiswa pekerja yang akan turut membantu, turut menyisingkan lengan baju bekerja di stasiun pembangkit listrik terbesar di dunia. (hlm 183)
Di Siberia, Thomas menemukan gejolak batin yang dahsyat. Merasakan kegetiran hidup yang amat sangat, hingga kerinduan pada keluarga. Kepada Aida istrinya, Lora, dan mertuanya. Di Siberia yang masih belantara hidup sebagai pekerja lumayan susah. Nyamuk dan ringit di Siberia ganas-ganas. Kerjaannya bukan hanya menghisap, melainkan menggigit dan mencukili daging manusia dengan tarik. (hlm 187)
Pertama tiba di tempat kerja, Thomas hanya makan roti hitam sama garam. Diselingi dengan minum teh panas. Ia tidak kaget makan roti hitam, ia tidak kaget hidup yang sebagaimanapun sukarnya. Hidupnya telah kebal oleh penderitaan : perang, kelaparan, penyakit, dan perempuan. Hidup sebagai orang kaya, bisa. Hidup sebagai orang melarat, kuat. (hlm 190)
Di tempat kerja, Thomas juga mendadak rindu tanah airnya. Kota kelahiran, kampung halaman, dan kuburan orang tua. Thomas menangis. Seorang teman menegurnya. Thomas tak peduli, membuang muka. Ia tahu menangis bukan mencuri, dan ia tidak merasa terhina. Bahkan ia berbahagia bisa menangis, membiarkan perasaan rindu melela seseukanya.
Dua bulan Thomas bekerja. Merantau. Saat tiba kembali ke ibukota, Thomas, yang sebelumnya dingin dengan istrinya, dengan Lora yang ia merasa bukan anaknya tiba-tiba ingin cepat sampai. Thomas teramat rindu berat.
Thomas pulang. Sampai ke rumah Aida, pintu diketok. Thomas terperanjat ada seorang lelaki di rumah itu. Lelaki itu memperkenalkan diri sebagai Frans. Dia datang untuk mengambil Lora dan memperistri Aida. Frans mengakui Lora adalah kerjaannya.
Frans mengajukan semua permintaan. Thomas hanya mengangguk setuju. Lalu keluar dari rumah itu. Mendadak Thomas seperti kehilangan barang berharga. Ia telah dikup oleh laki-laki lain. Ia telah kehilangan semuanya. Thomas berjalan terhuyung-huyung, seperti orang linglung. Hendak balik arah dan membatalkan keputusannya. Namun hanya niat. Thomas terus berjalan entah kemana.
  Diresensi oleh Achmad Ulil Albab, bergiat di PAC IPNU Keling-Jepara.


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »