Kunker ke Bekasi, DPRD Pati Pelajari Pengolahan Limbah B3




PATI – Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Pati melakukan agenda kunjungan kerja kemarin. Kunjungan kerja dilakukan ke PT Wiraswasta Gemilang Indonesia komplek industri Jababeka Bekasi. Kunjungan kerja dilakukan untuk mempelajari pemanfaatan dan mengolah limbah B3.
Wakil Ketua III DPRD Pati Joni Kurnianto menyebut, kunjungan kerja yang dilakukannya tersebut terkait pemanfaatan limbah. Selain anggota Komisi C, beberapa pejabat dinas terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman, hingga Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda).
”Limbah B3 ini cukup berhaya. Bisa mencemari, merusak lingkungan. Tentunya membahayakan bagi manusia dan makhluk hidup lainnya. Untuk itu harus ada penanganan dan pengelolaan yang baik,” terang Joni Kurnianto.
Lanjut Joni, dipilihnya PT Wiraswasta Gemilang Indonesia sebagai tempat kunjungan kerja, karena di tempat tersebut sudah bisa mengolah oli bekas menjadi base oil atau pelumas dasar.
”Jadi limbah-limbah tersebut, baik dari industri-industri maupun dari bengkel bisa diolah. Supaya tidak ada pencemaran,” imbuh pria yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Pati ini.
Berdasarkan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, disebutkan dalam pasal 59 bahwa setiap orang yang menghasilkan limbah B3 wajib melakukan pengelolaan. Apabila tidak mampu dapat dikirim ke pihak ketiga. Seperti PT. Wiraswasta Gemilang Indonesia tersebut. Pengelolaan limbah B3 wajib mendapat izin dari menteri, gubernur, dan bupati sesuai dengan kewenangannya.
Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Awi menambahkan, perlu adanyan penanganan yang baik untuk limbah B3 ini, penanganan harus serius. Tidak boleh sembarangan dibuang. ”Harus ada pengelolaan. Pengelolaan pun tidak sembarangan,” kata politisi Partai Gerindra ini. Pengelolaan harus sesuai PP Nomor 101 Tahun 2014, perizinannya harus sesuai dengan standar.
”Dinas terkait haru memiliki pendataan untuk industri-industri yang membuang limbah B3, sehingga bisa tertangani dan tidak akan mencemari lingkungan,” papar Awi. Usai kunjungan kerja, pihaknya bakal melakukan rakor bersama Dinas Lingkungan Hidup.
Hal itu dilakukan untuk mengidentifikasi perusahaan-perusahaan yang memproduksi limbah B3supaya bisa dikelola dengan baik dan benar. Sebagaimana pengelolaan itu tercantum dalam PP Nomor 101 Tahun 2014. (pur)


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »