Angin Segar Guru Non PNS, untuk TK dan PAUD di Jepara



Bupati Marzuqi sedang memberikan sambutan 


JEPARA – Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang), rancangan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKP) 2020 di Pendapa Kartini Rabu (20/3/2019) membawa angin segar bagi sejumlah guru non PNS untuk tingkat RA, TK, dan PAUD di Bumi Kartini.

Hal itu lantaran Bupati Jepara dan Ketua DPRD Kabupaten Jepara sepakat untuk memberikan insentif bagi guru-guru tersebut. Insentif yang nilainya tak menentu, yang menjadikan keprihatinan pimpinan eksekutif dan legislatif tersebut.

Bupati Ahmad Marzuqi menyebut, selama ini gaji yang didapatkan oleh guru non PNS di RA, TK dan PAUD tidak seimbang, dengan kinerja mereka yang maksimal dalam mengajarkan ilmu kepada anak-anak.

“Saya selalu menyampaikan kepada teman-teman, kualitas kesejahteraan guru ini harus menjadi perhatian kita bersama. Karena dari mereka akan lahir manusia-manusia hebat,” ujar Marzuqi tegas.

Menurut laporan dari Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) yang diterima bupati, total guru RA di Kabupaten Jepara saat ini berjumlah lebih dari 1.000 orang. Dari jumlah itu hanya sembilan orang saja yang berstatus PNS, dan 203 orang yang baru mendapatkan sertifikasi, selebihnya adalah guru biasa atau non PNS.

Oleh karena itu, Marzuqi menargetkan insentif bagi para guru non PNS di tingkat RA, TK dan PAUD dapat terealisasi pada tahun 2020 mendatang. Dengan harapan semangat untuk mengajar atau mendidik muncul dari mereka para guru RA, TK dan PAUD. “Supaya dalam rangka mereka melakukan pengabdian nasyrul ilmi (menyebarkan ilmu), itu benar-benar ada kemurnian, sehingga semangat untuk mengajar, mendidik muncul dari mereka,” ujar Bupati Jepara.

Senada dengan Ahmad Marzuqi, Ketua DPRD Kabupaten Jepara Junarso juga menyatakan kesiapannya untuk memperjuangkan perbaikan penghasilan bagi guru non PNS RA, TK dan PAUD. Untuk itu Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini berharap agar rekomendasi tersebut dapat untuk ditindak lanjuti. “Oleh sebab itu apa yang disampaikan bupati, kami mengharapkan bisa ditindak lanjuti di program kegiatan anggaran di APBD tahun 2020,” tegasnya.

Seperti diketahui, bahwa pada tahun 2019 ini Pemkab Jepara telah menganggarkan dalam APBD, insentif bagi guru Madrash diniyah (Madin), guru Taman Pendidikan Quran (TPQ), dan guru ngaji di Jepara. Meski untuk jumlah besarannya belum seberapa, karena disesuaikan dengan kemampuan daerah. (yan)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »