Bupati Haryanto ; Perpustakaan Masih Terpinggirkan






Perpustakaan sejatinya memiliki peranan penting. Sayangnya hingga sekarang, perpustakaan masih banyak dikesampingkan. Tak banyak yang meliriknya. Bahkan dalam tata pembangunan, para pejabat sering melupakan.

”Seringkali para pejabat ini mengesampingkan perpustakaan. Lebih banyak memerhatikan pembangunan infrastrukturnya fisik,” kata Bupati Pati Haryanto saat membuka kegiatan Safari Gerakan Nasional Pembudayaan Gemar Membaca di provinsi dan Kabupaten Tahun 2019, Senin (18/3/2019) di Pendapa Kabupaten. Kegiatan tersebut merupakan roadshow nasional.

Bupati menjelaskan jika masalah arsip dan perpustakaan rupanya jarang dipikirkan oleh para pejabat. ”Padahal yang namanya arsip maupun perpustakaan ini, mempunyai manfaat yang begitu penting. Apabila dokumen negara maupun daerah hanya mengandalkan dari OPD maupun dinas terkait, pasti belum dapat terkelola dengan baik. Bayangkan saja jika dari zaman penjajahan hingga milenial tidak terdokumentasikan dengan baik, pasti tidak ada arsip yang tersimpan,” terang bupati seperti dilansir dari rilis Humas Pemkab Pati.

”Dalam regulasi dana desa, itu juga mengatur tentang pengelolaan maupun pengembangan perpustakaan. Jadi kalau berpikir tentang kearsipan maupun perpustakaan, jangan dipandang sebelah mata, sebab kita juga selalu memperhatikan dan terus kita pacu. Ini sebagai salah satu pembangunan sumber daya manusia," paparnya.

Acara itu sendiri berlangsung bersamaan dengan kegiatan seminar. Para narasumber yang hadir dalam acara tersebut yakni, Kepala Perpustakaan Nasional RI yang dalam hal ini diwakili Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Woro Titik Haryani, Ketua Komisi X DPR RI Joko Udjianto, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah, Bupati Pati Haryanto, serta kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Pati, Suwanto.

Sementara itu Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Woro Titik Haryani mengatakan bahwa perpustakaan harus dipacu agar memiliki nilai kebermanfaatan tinggi di masyarakat.

"Oleh sebab itu, sudah waktunya perpustakaan bertransformasi dengan menyediakan kemudahan akses bahan baca, dan sumber informasi bermutu untuk masyarakat. Sehingga, masyarakat dapat memanfaatkan perpustakaan untuk berbagi pengalaman serta mengasah ketrampilan dan keahlian untuk memperoleh pekerjaan guna kesejahteraan. Pemerintah juga harus hadir dalam mendorong hal itu,” terangnya. (hus)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »