Sensasi Petik Melon Sendiri di Kebun Pinggir Tambak





PATI – Menjelang petang, orang-orang berbondong menuju ke pematang tambak di Desa Dororejo Kecamatan Tayu. Bukan untuk memanen ikan, melainkan untuk ngabuburit di kebun melon.

Lebih dari 3000 tanaman melon siap panen tumbuh memanjang di pematang tambak tersebut. Pemiliknya adalah Nur Cakwung. Lokasinya berada di RT 4 RW 2. Kebun melon itu disulap Cakwung menjadi lokasi wisata petik buah.

Orang-orang pun berdatangan. Sembari ngabuburit, sekalian beli melon memetik sendiri di kebunnya. Cakwung mengaku, mempunyai inisiatif untuk membuka wisata kebun buah melon lantaran harganya yang anjlok.

Dia menceritakan awalnya dia berencana untuk menjual buah melon tersebut kepada pengepul. Namun harganya tidak sebanding dengan hasil jerih payah yang dilakukan. Bagaimana tidak, tanaman sebanyak 3 ribu pohon tersebut hanya ditawar dengan harga Rp 12 juta.

Menurutnya, harga tersebut belum bisa menutup ongkos produksi. Belum lagi perawanan dan lain sebagainya.

"Saya tidak mau karena itu di luar dari perkiraan saya. Kemudian saya berpikir, lebih baik kebun ini saya buka untuk umum, dan para pengunjung bebas untuk membeli dan memetik sendiri buah melon itu," katanya.

Tanpa berpikir panjang kemudian dia memanfaatkan media sosial untuk promosi wisata petik buah melon tersebut. Masyarakat cukup antusias berkunjung ke kebun Cakwung.

"Wisata ini baru saya buka Minggu (12/5/2019) kemarin. Tapi pengunjungnya sudah banyak. Bahkan sore hari itu, ada sekitar 100 pengunjung yang datang," katanya.

Untuk masuk ke wisata petik buah melon tersebut, Nur Cakwung hanya mematok harga Rp 7000 untuk satu kilo melon. Pengunjung bisa memilih dan memetik sendiri buah melon itu.

"Kalau melon yang diambil lebih dari dua kilo, biasanya saya kasih bonus mentimun. Jadi, mereka juga saya suruh ambil mentimun di kebun. Kan lahannya berjejeran dengan tanaman melon," ungkapnya.

Dari inisiatif yang dilakukan itu, Nur Cakwung justru mendapatkan banyak keuntungan. Sebab, apabila harga melon dari petani hanya Rp 4000 per kilo, dia justru bisa menjual seharga Rp 7000 per kilo plus tiket masuk kebun. (ars)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »