Naik ke Gunung Gede, Dapat Teman Baru dari Lampung (1)



Perjalanan di alun-alun Suryakencana 


Perjalanan selama 7 jam berakhir di sebuah basecamp di Cibodas, Cianjur, Jawa Barat. Saya berangkat dari Demak, Jawa Tengah akhir Mei lalu. Berdua saja bersama Ci’lo teman sekampung. sampai di basecamp, udara dingin khas daerah gunung menyambut.

Beruntung ada segelas kopi panas menemani. Ngobrol-ngobrol ringan sebentar, saya langsung merebahkan badan. Esok, waktunya mendaki. Ke Gunung Gede Pangrango tujuan saya.

Pagi tiba, saya bergegas memulai pendakian. Jalur Putri menjadi pilihan. Dari Cibodas perjalanan ditempuh selama 15 menit menggunakan angkot.  Di titik awal pendakian, nasib mempertemukan kami.

Saya yang rencananya mendaki hanya berdua saja, bertemu dengan rombongan anak muda dari Lampung. Namanya Elsa, Lela, Khusnul, dan Wiliam. Kami akhirnya melakukan perjalanan bersama. Empat anak muda itu hanya satu laki-lakinya.

Mendaki ramai-ramai cukup membantu meringankan beban. Kami berjalan sambil bercengkrama. Gelak tawa tak terhindarkan. Sepanjang perjalanan kami disuguhi alam yang masih asri. Bunga-bunga kecil bermekaran, dedaunan hijau menyambut, pepohonan rindang tumbuh diatas tanah basah tersentuh kabut.

Foto bersama teman dari Lampung

Terus berjalan membuat kami lelah. Kami akhirnya istirihat cukup lama di pos 3, sambil mempersiapkan ponco guna perlindungan tubuh kami dari serangan air hujan yang sepertinya akan datang. Canda tawa bersama pendaki lain tak terenyahkan, mengobati sedikit rasa lelah kami. Tenaga pulih kembali, kami lanjut berjalan.

Dan benar, di titik sebelum pos 4 hujan deras datang. Spontan kami langsung berteduh dibawah perlindungan beefak sederhana milik warung kecil yang ada disana. Tampaknya sudah banyak pendaki lain yang duduk terlebih dahulu, akhirnya kami hanya kedapatan tempat seadanya, itu pun juga ada yang berdiri.

Cukup lama menunggu hujan reda, mau lanjut pun tak mungkin dengan kondisi hujan seperti itu. Namun, ada juga pendaki lain yang nekad menerobos derasnya hujan. Kami memilih menunggu saja.

Setelah hujan reda, kami lanjut ke pos 4. Di pos 4 kami keluarkan sedikit makanan ringan guna menambah energi dalam berjalan. Pos 4 ini adalah titik terakhir sebelum ke Alun-alun Suryakencana, jaraknya tak cukup jauh dengan trek yang agak landai dari sebelumnya.

Kami sampai di Surken (Red, sebutan dari Alun-alun Suryakencana) sebelum matahari terbenam. Namun sayang, pemandangan senja saat itu tertutupi awan pekat. Akan tetapi, keelokan warna merah jingga masih terpancar. Sungguh indah ciptaan-Nya.

Hari mulai gelap. Tak pikir lama, kami segera cari tempat untuk mendirikan tenda. Kami bagi dua kelompok. Saya bersama Ci’lo dan William bertugas mendirikan tenda, sementara yang perempuan masak untuk makan malam.

Malam rasanya cukup dingin. Hembusan angin masuk ke pori-pori kulit tubuh kami. Sekitar satu jam, tenda kami berdiri, maskanpun sudah jadi. Segera mungkin kami masukkan ke dalam tenda untuk di santap bersama-sama. Nikmatnya. (Arif Bonvink/bersambung)


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »