Sekarang Pemkab Jepara Mulai Rapat Tanpa Nyampah Plastik



Minum tanpa air kemasan plastik


JEPARA – Terobosan baru dilakukan Pemerintah Kabupaten Jepara dalam rangka mngurangi persoalan sampah plastik. Hal itu seperti yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup pada Selasa (25/6/2019), saat menggelar kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah rumah tangga di Pendapa Kartini.

Dalam acara tersebut, tamu undangan diminta mengambil sendiri air minum yang disediakan dalam bentuk galon. Para tamu diperkenankan mengambil dengan kemasan tumbler yang sebelumnya sudah diimbau dalam surat undangan. Tamu yang tidak membawa tumbler, disediakan gelas kertas.

 “Mulai hari ini tidak ada sampah plastik dalam rapat dan sejenisnya. Jenis kudapan pun kami pilih yang menggunakan kemasan daun dan kertas. Makanya tidak ada air mineral kemasan plastik di kotak jajan. Kami berharap tamu undangan membawa tumbler minuman. Yang tidak membawa, kami minta mengambil minum dengan gelas kertas,” kata Kepala DLH Kabupaten Jepara, Farikhah Elida.

Hal ini untuk memastikan sampah yang diproduksi adalah jenis sampah yang bisa terurai. Dia berharap pola seperti ini diikuti perangkat daerah lain dalam setiap acara yang digelar. Dengan demikian ada langkah nyata dalam memerangi sampah plastik sejak dari sumbernya.

Sosialisasi ini sendiri digelar untuk menghimpun dukungan dalam menjalankan strategi pengelolaan sampah rumah tangga dan sejenisnya di Kabupaten Jepara. Kegiatan itu dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Jepara Edy Sujatmiko. DLH mengundang para lurah dan petinggi dari seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Jepara. Juga perwakilan perangkat daerah dan masyarakat dari titik pantau Adipura.

Menurut Elida, dalam upaya menuju Jepara 2025 Bebas Sampah, pihaknya menargetkan komposisi pengelolaan sampah pada tahun itu adalah 70 persen penanganan dan 30 persen pengurangan, dari seluruh timbunan sampah yang ada. Setiap tahun, kenaikan penanganan sampah ditarget sebanyak 2 persen dari tahun sebelumnya.

Sekda Jepara Edy Sujatmiko menyebut, komitmen perangkat daerah dalam memerangi sampah plastik melalui cara seperti, harus plastik.

“Jajanan Nogosari yang dulu dibungkus daun pisang, kini disajikan dalam kemasan plastik. Saya harap sekarang kembali menggunakan daun pisang. Ayo kita kembali ke alam. Aromanya lebih sedap,” kata Edy.

Dia meminta semua pihak berpartisipasi. “Ini tanggung jawab kita bersama. Ayo kita mulai dari diri, keluarga, dan lingkungan demi kelestarian lingkungan hidup di sekitar kita,” tegasnya. (alb)


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »