Tafsir Progresif Kiai Said Aqil, Empat Metode Dakwah Nabi Untuk Kejayaan NU



Kiai Said Aqil Siradj


Nabi Muhammad diturunkan di masyarakat buta huruf (ummi) secara keilmuan dan sesat yang nyata secara peradaban. Namun Nabi mampu membangun umat yang wasatha (Red,moderat-toleran) sehingga mampu menjadi saksi dalam segala bidang. Baik agama, sosial, ekonomi, peradaban, dan politik.

Masyarakat wasatha inilah yang mampu berperan membangkitkan kemajuan dan meraih cita-cita di berbagai sektor kehidupan, sehingga Nabi dan para sahabatnya menjadi pemimpin perubahan yang mencerahkan.

Ada empat metode dakwah Nabi dalam mengubah masyarakat ummi secara pengetahuan dan terbelakang dari segi kebudayaan.

Pertama. Membaca Alquran. Masyarakat Arab diajari membaca Alquran. Alquran adalah firman Allah yang membimbing manusia menuju “jalan lurus”. Banyak sahabat Nabi yang mendapatkan hidayah karena mendengar bacaan kitab suci ini. Salah satunya adalah Umar bin Khattab ketika mendengar adiknya membaca Surat Thaha.

Mendengar bacaan tersebut, Umar terketuk hatinya. Akhirnya datang kepada Nabi bersaksi masuk Islam. Dikisahkan, Prabu Siliwangi tunduk kepada Putri Subang Larang ketika mendengar bacaan Alqurannya.

Oleh sebab itu, umat Islam, khususnya warga NU, harus bisa membaca Alquran sebagai sumber petunjuk Allah kepada umat manusia.

Kedua. Pembangunan karakter. Setelah masyarakat mampu membaca Alquran dengan baik, Nabi Muhammad kemudian membangun karakter positif. Karakter positif lahir dari penyucian jiwa, dari segala penyakit yang mengotori.

Nafsu ghadhobiyah (Red, kepentingan/interest) dan nafsu syahwathiyyah (Red, hasrat) harus selaras dengan getaran “Ketuhanan-kemanusiaan”. Nafsu, jika sesuai dengan bimbingan agama, namanya himmah, dalam konteks politik kekuasaan, dan azimah dalam konteks ekonomi.

Karakter positif lahir dari kemampuan seseorang menyeleraskan nafsunya dengan bimbingan spiritual agama yang suci.

Umat Islam, harus memiliki himmah yang tinggi, dalam membumikan Islam Ahlussunnah Wal Jamaah yang moderat-progresif.

Nabi Muhammad memiliki himmah aliyyah dalam penegakan Islam, sehingga Islam menjulang tinggi di bumi, meskipun banyak rintangan menghadang. Bagi orang besar, hal yang besar terasa kecil. Namun bagi orang kecil, hal yang kecil terasa besar.

Hadlratussyaikh KH Hasyim Asy'ari, mengembangkan Jam'iyah Nahdlatul Ulama dengan segenap jiwa raga, meskipun banyak tantangan. Beliau pernah dipenjara dan disiksa karena tidak mau mematuhi perintah Jepang, yaitu Saekere (Red, membungkukkan badan ke arah timur ke arah matahari sebagai bentuk ibadah orang Jepang).

Ketiga. Meningkatkan pengetahuan. Kemajuan umat, sangat ditentukan ilmunya. Maka Nabi mendorong sahabatnya untuk mempelajari ilmu. Semakin tinggi Ilmu semakin tinggi derajat seseorang.

Jangan sampai seseorang membanggakan leluhurnya yang hebat,tapi dia sendiri Tidak mampu menunjukkan prestasi. Sebaik baiknya orang adalah memiliki leluhur hebat, tapi dia sendiri mampu membangun kehebatan

Orang yang Punya leluhur hebat, tapi dia tidak mampu membangun kehebatan, maka kehebatan leluhurnya akan mudah dilupakan.

Dalam konteks ini, maka pesan orangtua kepada anak-anaknya diantaranya adalah, jadilah orang pintar yang berkah. Dan jadilah orang kaya yang berkah. Dua pesan ini akan berperan besar dalam kehidupan umat manusia.

Keempat. Kearifan. Hikmah adalah cahaya Allah yang dipancarkan pada jiwa yang Dikehendaki Allah. Orang yang mendapatkan hikmah ini, akan terbuka rahasia sesuatu yang akan datang.

KH Abdurrahman Wahid jauh sebelum jadi Presiden Republik Indonesia, pernah mengatakan, bahwa dirinya akan menjadi presiden. Gus Dur, juga pernah mengatakan bahwa KH Said Aqil Siradj akan menjadi Ketua PBNU pada usia 56. Saat Muktamar NU di Makasar tahun 2010, Kiai Said menjadi Ketua PBNU saat usia 56.

Empat metode dakwah di atas, akan menjadikan warga NU tercerahkan. Dan mampu berperan di tengah kezaliman international di bidang politik (Red, hak veto hanya untuk segelintir negara), ekonomi (Red, negara maju yang berhak menentukan harga komoditas mahal), moneter (Red, dollar menjadi penentu kurs mata uang), dan keilmuan (Red, hanya ilmu barat yang dianggap ilmiah).

Empat Cara dakwah di atas akan menjadikan warga NU mampu memberikan kemanfaatan yang seluas-luasnya kepada umat dan bangsa.

Jamal Ma’mur Asmani. Catatan ini ditulis saat pelantikan pengurus PC NU Kabupaten Pati masa khidmat 2019-2024 di Institut Pesantren Mathaliul Falah, Margoyoso, Pati. Minggu, 7 Juli 2019


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »