Tari Rondhek Banyumanis Unjuk Gigi di Jateng Fair 2019



Tarian Rondhek Banyumanis 


JEPARA – Kabupaten Jepara menampilkan kesenian Tari Rondhek dari Desa Banyumanis Kecamatan Donorojo, di Pameran, Rekreasi, Produk Pembangunan (PRPP) Jateng Fair akhir pekan lalu di Semarang.

Sebanyak 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, termasuk Kabupaten Jepara unjuk gigi dalam ajang tahunan tersebut. Mulai dari produk khas daerah, hingga keunikan seni dan budaya masing-masing.

Sebanyak 13 anggota tampil membawakan tarian tersebut, tarian terbaru yang disuguhkan Kabupaten Jepara merupakan kombinasi dari tari Reog dan tari Ledhek. Dengan menggunakan kuda kepang serta kacamata hitam sebagai identitas kesenian reog dan memakai kostum tari ledhek (Red, Tayub).

Penata tari Rondhek, Kaolan dari DKD Desa Banyumanis mengatakan, tarian ini muncul, berawal dari banyaknya kesenian tari reog dan juga ledhek yang ada di Banyumanis.

“Saya harapkan tarian Rondhek Banyumanis ini akan bisa menjadi tarian khas kawasan pesisir utara Jepara. Mulai dari iringannya serta kostumnya ,memang murni dari kedua tarian tersebut kemudian dipraktikkan sehingga muncul tari Rondhek oleh DKD Desa Banyumanis,” katanya usai pentas kesenian tersebut.

Tari Rondhek sendiri telah muncul sejak satu tahun yang lalu, saat pertama pentas pada sedekah bumi Desa Banyumanis.

Plt Kepala Disparbud Zamroni Lestiaza berharap, agar kesenian tradisional dari Kabupaten Jepara dapat dikenal luas hingga kancah internasional.

“Ini merupakan penampilan kedua setelah satu hari sebelumnya juga tampil pada Borobudur International Festival 2019, dengan menampilkan tarian Dewi Trisekti di Borobudur International Arts and Performance Festival (BIAPF) 2019 di taman Lumbini Komplek Candi Borobudur dan Candi Pawon di Desa Wanurejo Kabupaten Magelang Jawa Tengah,” jelasnya. (hus)


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »