KPK Incar Praktek Culas Oknum Pegawai Lapas



Pemaparan materi dalam agenda Workshop Sosial Media for Sosial Good 


SEMARANG - Jangan macam-macam. Manajemen Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) terus dipantau oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal itu tidak lepas dari sepak terjang Lapas selama ini yang disinyalir menjadi ladang pungutan liar (pungli) dan gratifikasi.

Hal tersebut dilakukan agar pengelolaan lapas semakin baik dan meminalisir praktek pungli yang dilakukan oknum petugas lapas.

“Secara berkala KPK melakukan kajian. Terhadap kegiatan atau manajemen di kementrian-kementrian. Salah satunya, untuk tahun ini kami fokus di Kemenkumham,” ungkap, Kristelina, Humas KPK, dalam agenda Workshop Sosial Media for Sosial Good yang diadakan Semarang Komunitas Anti Korupsi (3/8/2019), di Haka Hotel Semarang.

Sebelumnya, KPK sudah menangkap pelaku gratifikasi di Lapas Sukamiskin. Sehingga beberapa pelaku korupsi bisa bebas keluar dengan izin sakit. Namun, dalam temuannya tidak sakit, bahkan sampai berhari-hari di luar lapas. Tak hanya alasan sakit, para pelaku korupsi juga bisa membawa telpon seluler, dan laptop di dalam lapas. Dimana barang tersebut adalah barang haram bagi tahanan penghuni lapas.

"Mereka juga bisa membangun ruang tahanan yang ditempati dengan berbagai fasilitas, layaknya seperti rumah mereka sesendiri. Itu yang menjadi kajian kami saat ini. ada praktek-praktek culas yang dilakukan oknum petugas lapas,” terang Kristelina.

KPK juga mendorong Kemenkuham agar memperhatikan petugas kelapa lapas yang beritregritas. Karena sebagai jabatan tertinggi di lapas, banyak sekali godaannya. Indentifikasi potensi kerawanan korupsi telah dilakukan KPK, dengan cara mewawancarai beberapa narapida dan petugas lapas. KPK berharap dengan hal tersebut manajemen lapas bisa lebih baik kedepannya. (ide/alb)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »