Doakan Papua dan Keutuhan Bangsa di Momen Tahun Baru Hijriah



Para pelajar dan guru khusyuk berdoa untuk keutuhan bangsa 


PATI – Para guru dan pelajar di MA NU Luthful Ulum Wonokerto, Desa Pesucen, Trangkil menggelar doa bersama. Kegiatan itu dalam rangkat menyambut tahun baru 1441 hijriah. Sabtu (31/8/2019) lalu. Doa akhir dan awal tahun itu juga sekaligus dijadikan munajat untuk mengharap keutuhan bangsa Indonesia.

Doa tersebut secara khusus ditujukan untuk ribut-ribut di tanah Papua. ”Papua adalah bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan selamanya akan menjadi indonesia. Untuk itu, doa kutuhan bangsa ini kami lantunkan bersama,” kata Kepala MA NU Luthful Ulum Wonokerto, Sabar.

Sehingga, bertepatan dengan tahun baru hijriyah ini, diharapkan juga menjadi awal perdamaian. Bahwa sudah banyak korban yang berjatuhan lantaran lantaran kerusuhan yang terjadi di Papua.

“Kerugian materi mungkin masih bisa di cari, tetapi kalau nyawa yang melayang, sudah tidak bisa dikembalikan lagi. Kami dari Pati ini hanya bisa berdoa agar kerusuhan di Papua segera berakhir,” terangnya.

Dirinya juga berharap, dengan membaca doa awal tahun, para insan pelajar dan pendidik di kabupaten Pati senantiasa mendapatkan rahmat dari Allah.

Rifan Muadzin salah satu siswa MA NU Luthful Ulum juga mengatakan, kerusuhan di Papua adalah derita bangsa Indonesia. Keutuhan NKRI harus selalu dijaga, sehingga tidak ada lagi yang namanya perpecahan.

”Papua adalah NKRI. Kami akan terus berdoa agar kerusuham di Papua segera berakhir dan menemui jalan terbaik,” paparnya. (has)



Share this

Related Posts

Previous
Next Post »