Potensi Kopi Pati Mampu Tembus Pasar Ekspor







Bupati memakai caping kopi


PATI – Kopi Pati disebut layak untuk masuk pasar ekspor. Potensi kopi di Bumi Mina Tani dianggap sudah memungkinkan untuk hal tersebut. Hal itu diungkapkan oleh Darningsih, dari Pasar Kopi Jawa Barat, seorang pengusaha yang mengeluarkan terobosan QR Code untuk produk petani kopi.

”Potensinya ada, tinggal bagaimana langkah komitmen para petani kopi untuk mewujudkan hal itu,” terangnya usai standnya dikunjungi Bupati Haryanto kemarin.

Darningsih tak asal bicara. Dia melihat data-data potensi dunia perkopian di Bumi Mina Tani. Seperti luasan lahannya yang mencapai 2200 hektare. ”Peluangnya sangat besar. Saya rasa memang perlu dicoba. Minimal kedepan satu kontainer dulu kopi Pati,” jelasnya.

Lebih lanjut, pihaknya mengaku siap nantinya untuk melakukan pembinaan dan pendampingan kepada para petani. ”Kami nanti menggunakan QR Code. Melalui program itu produk kopi petani bisa dilihat hanya dengan scan barcode tersebut. Transaksi akan langsung kepada petani. Jadi dengan system direct tersebut akan memangkas mata rantai antara pembeli dengan petani. Sehingga keuntungan yang diperoleh petani lebih banyak. Petani lebih bisa untung. Dengan begitu mereka akan semakin tertarik dan semangat untuk bertani dan juga memperbaiki kualitasnya,” terang perempuan yang aktif di berbagai organisasi pengusaha ini.

Sementara itu, Bupati Pati Haryanto menyambut baik kerja sama yang ditawarkan tersebut. Pihaknya juga sangat optimistis perdagangan kopi dari Bumi Mina Tani bisa melejit, bahkan hingga sampai menembus ekspor.

”Potensi kopi di Pati memang besar, mulai dari lahannya yang luas mencapai 2200 hektare tentu jika dimaksimalkan akan mampu memenuhi permintaan pasar. Kualitasnya juga tak kalah. Beberapa waktu yang lalu, kopi dari salah satu petani di Pati, pernah meraih peringkat lima besar uji cita rasa kopi nasional,” papar orang nomor satu di Kabupaten Pati ini. (alb)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »