Cerita Rakyat, Keteladanan dan Identitas Daerah



DISKUSI: Penulis buku dan narasumber lain sedang membahas cerita-cerita rakyat di Kampung English Desa Temulus, Kecamatan Mejobo.
Bedah buku DISKUSI: Penulis buku dan narasumber lain sedang membahas cerita-cerita rakyat di Kampung English Desa Temulus, Mejobo, Kudus


KUDUS – Cerita rakyat bisa jadi sumber belajar yang menarik. Ada nilai-nilai luhur yang bisa digali dari jalan cerita yang berkembang di masyarakat. Meskipun hanya dari tutur lisan. Lazim diketahui, cerita rakyat ini umumnya “miskin” data-data sejarah yang validitasnya bisa dipertanggungjawabkan secara akademis.

Namun, bagi saya yang penting nilai-nilai cerita itu bisa sampai kepada generasi milineal. Meskipun hanya sebatas dongeng-dongeng saja,” kata Kanzunnudin penulis buku ”Cerita Rakyat Pesisir Timur Jawa Tengah.

Kanzunnudin menulis 32 judul cerita dalam bukunya. Bersumber dari delapan cerita rakyat yang berkembang di sekitaran Jepara, Kudus, Demak, hingga Pati.

Menurutnya, banyak cerita rakyat yang terdapat di daerah Pantura Timur itu. Cerita yang lahir dan tumbuh di tengah-tengah masyarakat ini menjadi sebuah keteladanan bagi masyarakat setempat. Selain itu, cerita-cerita ini juga menjadi identitas bagi daerah tersebut.

Menggali Cerita
Dalam penulisannya, Kanzunnudin tidak menampik kesulitan cerita rakyat untuk menembus pikiran generasi milineal. Karena generasi ini umumnya selalu percaya dengan data. Sedangkan, cerita rakyat lebih banyak tidak diperkuat dengan data-data sejarah yang validitasnya bisa dipertanggungjawabkan secara akademis.

Ahdi Riyono, dosen Universitas Muria Kudus (UMK) yang membedah buku cerita rakyat itu menyebut, jika buku tersebut bisa menjadi salah satu tempat untuk mempelajari nilai-nilai luhur yang telah berlangsung lama di masyarakat.

”Seluruh cerita yang ada dalam buku ini menjadi penting untuk diteladani. Sebab, di dalamnya terdapat nilai-nilai keluhuran yang menjadi identitas cerita tersebut hidup,” tuturnya.

Hal senada juga diungkapkan Muslimin, founder Komunitas Kampung English. Menurutnya, buku itu bisa menjadi semacam oase baru untuk khazanah literasi di wilayah pesisir timur Jawa Tengah. Dia sangat senang dengan adany bedah buku tentang cerita rakyat tersebut.

Kampung English ini tidak hanya menjadi tempat belajar bahasa Inggris. Melainkan menjadi tempat diskusi tentang apa saja. Terutama terkait hal-hal yang berlatar belakang literasi,” terangnya (fmh)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »