Pahlawan Ikhlas di Panggung Teater SMKN Jawa Tengah



Pahlawan tanpa tanda jasa 

Tidak sedikit pahlawan yang tak ingin dikenal. Mereka lebih senang tak diperhitungkan. Karena sudah benar sejak niatnya. Menjadi orang berguna yang tulus dan ikhlas saja.

PATI – Gedung SMKN Jawa Tengah disulap menjadi panggung teater. Ada pemakaman umum di pinggir jalan desa. Pencahayaan lampu panggung yang menyorot sebuah makam membuat suasana begitu tintrim. Rupanya itu makam seorang pejuang di era kemerdekaan dahulu.

Cukup banyaknya pahlawan yang berasal dari desa-desa di pelosok negeri ini menjadi perhatian tersendiri dari siswa siswi SMK N Jawa Tengah. Jasa para pahlawan itu mereka angkat dalam pementasan teater berjudul “Kakek” adaptasi dari naskah Selendang dan Peluru karya Miftahur Rohim.

Pertunjukan dengan mengangkat permasalah kepahlawanan itu begitu komplek, dan mampu dimainkan para aktor dengan apik, menyentuh hati para penonton yang hadir. Sebab, sisi kepahlawanan yang dihadirkan adalah seorang pahlawan yang tidak mau diakui, yang tulus, dan ikhlas.

Mereka mampu membawa pesan satire masih adanya sosok pahlawan yang tidak ingin ditonjolkan karena kerelaannya berjuang bagi bangsa. Meski begitu ada pula oknum yang justru tidak begitu menghormatinya.

Menurut Miftahur Rohim selaku pembina ISMI mengatakan bahwa pementasan ini rencana menjadi agenda rutin dari Teater ISMI untuk tetap berproses dalam karya. Setiap tahunnya di agendakan dua sampai tiga kali pementasan, pada saat click semester gasal dan setiap triwulan.

“Tujuan dari pementasan ini, guna menjadi sarana pembelajaran bagi para anggota ekskul teater di lingkungan SMK Negeri Jateng, baik yang berhubungan dengan dunia teater maupun permasalahan-permasalahan sosial kemasyarakatan yang ada dalam naskah,”ujarnya.

Salah satu adegan 
Sehingga diharapkan secara langsung maupun tidak langsung akan tertanam dalam diri siswa untuk berpikir kritis, mandiri, tanggung jawab, dan ada kepekaan sosial dalam kehidupan. Selain itu juga melatih keberanian para anggota teater tampil di depan umum.

Kepala SMKN Jateng Agus Triyana, mengaku begitu mengapresiasi pementasan dari para siswanya tersebut. Baginya pementasan tersebut akan mampu mengasah bakat dan minat dari para siswa.

“Ini juga sesuai visi sekolah dalam membentuk karakter ilmu. Kami berharap dengan menghargai seni dan mengasah kreativitas seperti sekarang ini bisa menjadi langkah untuk mengasah karakter siswa,”imbuhnya.

Pementasan itu sendiri menjadi pentas produski perdana sekali penanda berdirinya teater Ismi sebagai salah satu kelompok teater pelajar yang ada di Pati. Dalam pementasan ini juga dimeriahkan oleh ekstrakurikuler-ekstrakurikuler yang ada di SMK, meliputi tari dan musik. Selain itu, ada juga pembacaan puisi dari siswa, tamu undangan, serta dewan guru yang hadir. (hus)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »