Bencana Alam, Pemerintah, dan Peran Perusahaan

Ahmad Kharis



Secara geografis, Indonesia merupakan negara yang masuk dalam kawasan rawan bencana alam, atau disebut Ring of Fire Indonesia. Keadaan tersebut menyebabkan Indonesia kerap mengalami beragam bencana alam.Seperti gempa bumi, tsunami, hingga letusan gunung berapi.

Dampak Gempa Bumi di Maluku, 26 September 2019, total rumah rusak sekitar 12.137 unit. Jumlah kerusakan paling banyak dibandingkan bencana lainnya. Menurut data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), total bencana alam gempa bumi selama tahun 2019 berjumlah 30 kali. Paling parah berada di Kepulauan Maluku.

Ada tips aman saat terjebak dalam gedung bertingkat atau dalam ruangan, salah satunya memanfaatkan meja yang kokoh untuk berlindung dari reruntuhan material bangunan.

Jika bencana gempa bumi datang tanpa kenal waktu, maka adapula bencana di wilayah Indonesia yang seringnya datang saat musim penghujan. Akhir-akhir ini, air hujan mengguyur kawasan Indonesia, termasuk Pulau Jawa.

Jika masyarakat tidak memiliki kesiapsiagaan bencana alam, maka hujan tidak hanya membawa berkah melainkan musibah. Datangnya hujan berlarut-larut bisa mendatangkan banjir. Tindakan kecil membuang sampah pada tempatnya merupakan langkah menghadang datangnya banjir.

Sejak November 2019, intensitas hujan berada di posisi cukup tinggi. Datangnya air hujan selain membawa berkah bagi makhluk hidup, mendatangkan bencana alam yang tidak diharapkan seperti tanah longsor hingga banjir bandang.

Mengutip lini twitter @TMCPoldaMetro yang diberitakan Kompas.com pada tanggal 02/01/2020 menjelaskan, beberapa titik kawasan Jakarta tergenang air banjir. Catatan dari BNPB, setidaknya ada 7 kelurahan dari 4 kecamatan yang terendam banjir. Selain itu, wilayah Kabupaten Tangerang dilaporkan banjir diantaranya Kawasan Perumahan Pulo Indah, Cipondoh hingga Kota Tangerang. Kondisi debit air yang deras mengakibatkan air banjir masuk ke rumah warga serta menyebabkan banyak kendaraan pribadi seperti motor, mobil, dan alat berat lainnya dalam kondisi tenggelam.

Tidak hanya ibu kota yang mengalami bencana banjir tahun ini, ibukota Provinsi Jawa Barat juga mengalami peristiwa yang sama. Tepatnya berada di wilayah Kabupaten Bandung Barat terjadi banjir bandang. Rumah terdampak banjir tercatat 150 rumah, di Desa Margajaya, serta kerusakan rumah sebanyak 77 rumah berada di Desa Cipendeuy.

Curah hujan yang tinggi tidak hanya melanda Jakarta, ada tiga wilayah di Provinsi Jawa Tengah menerima dampaknya. Beberapa titik di Kabupaten Kudus, Pekalongan, dan Batang juga mengalami banjir, seperti dilansir dari AntaraNews.com.

Kabupaten Kudus yang diguyur hujan sejak hari Minggu (23/2) mengakibatkan sekitar 235 rumah tergenang banjir daerah Desa Jati Wetan, Desa Pasuruhan Lor, Setrokalangan, Banget, Kedung Dowo dan Kesambi.

Kabupaten Pekalongan juga mengalami banjir yang cukup serius yaitu Kecamatan Tirto dan Siwalan. Sebanyak 470 warga mengungsi ke lokasi yang aman seperti tempat pelayanan publik dan tempat peribadatan.

Kabupaten Batang merasakan guyuran hujan tak henti-henti selama dua hari (Minggu-Senin/23-24 Febuari 2020). Intensitas guyuran hujan yang tidak berhenti mengakibatkan 10 desa terendam air bah. Operasional masyarakat dikabarkan mengalami kemacetan dan beberapa sekolah diliburkan.

Mengatasai bencana
Dari kasus banjir diatas mengajarkan, jika tidak ada usaha pencegahan dan penanganan banjir, maka akan membuat kondisi kehidupan masyarakat semakin parah. Siapakah yang bertanggung jawab atas musibah banjir di atas?

Tentu peran pemerintah sebagai primary agent memiliki kekuatan penuh mengatasi banjir yang terjadi di sejumlah daerah/kota di Indonesia. Perlu kerja sama yang sinergi antarpihak terkait untuk merumuskan upaya menghadang datangnya banjir sejak dini. Pemerintah daerah/kota bisa berkoordinasi dengan sektor privat atau perusahaan yang berada di sekitar area terdampak banjir.

Melalui program tanggung jawab sosial perusahaan yang diatur dalam Undang-Undang No. 40 Tahun 2007, perusahaan wajib melaksanakan komitmen untuk berpartisipasi menciptakan kehidupan masyarakat yang berkelanjutan, dalam hal ini konteks penanganan musibah banjir.

Tanggungjawab Sosial Perusahaan (TSP) adalah bentuk kewajiban organisasi yang tidak hanya menyediakan beragam kebutuhan barang dan jasa, tapi turut memperhatikan kualitas lingkungan dan sosial serta berkontribusi memberikan pelayanan kesejahteraan komunitasnya (Januarti & Apriyanti: 2006).

Melalui program ini, pemerintah dan perusahaan didorong menyelaraskan program kerja masing-masing agar mencapai tujuan bersama.

Upaya pencegahan bencana alam oleh pemerintah sendiri telah dilakukan melalui sejumlah tahapan. Ada baiknya perlu sikap kooperatif dengan perusahaan agar keharmonisasian antarsektor pluralisme menjadi hal yang koordinatif. Adapun cara menanggulangi banjir tersebut dijelaskan sebagai berikut:

Membuat pos peringatan bencana
Salah satu upaya yang kemudian dapat diupayakan adalah mendirikan pos peringatan bencana. Pos inilah yang nantinya menentukan masyarakat bisa kembali menempati tempat tinggalnya atau tidak.

Peran pemerintah dan perusahaan bisa terjalin baik sebagai upaya preventif bencana banjir. Membuat pos peringatan bencana diusahakan saling menguntungkan antar masyarakat. Seketika bencana alam terjadi di sudut-sudut desa, maka akan cepat informasi terdistribusi kepada seluruh masyarakat.

Membiasakan hidup tertib dan disiplin
Diperlukan pola hidup tertib, yaitu dengan menegakkan peraturan-peraturan yang berhubungan dengan pelestarian lingkungan hidup. Asal masyarakat menaatinya, berarti setidaknya kita telah berpartisipasi dalam melestarikan lingkungan. Masyarakat juga harus disiplin.

Pemerintah dan perusahaan saling kerja sama mengadakan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya pola hidup bersih dan menjaga kelestarian lingkungan. Perlu dukungan sikap disiplin dari masyarakat yang merupakan refleksi dari perjalanan menjaga alam tetap asri dan bersih.

Rangkaian acara sosialisasi setidaknya menyasar seluruh elemen masyarakat yang terbagi lingkup dewasa dan anak-anak. Beragam pengetahuan seputar krisis lingkungan, dampak, serta penanganan menjadi hal prioritas mengakomodasi proses edukatif, sehingga masyarakat memperoleh pengetahuan baru.

Sedangkan kategori anak-anak diberikan edukasi terkait pola hidup membuang sampah pada tempatnya. Memulai sejak dini diajarkan menanam pohon yang berfungsi menahan erosi tanah dan jenis-jenis pepohonan penyimpan air. Melalui kegiatan itu akan menciptakan daya ingat anak menjaga lingkungan hingga dewasa nantinya.

Memberikan pendidikan tentang lingkungan hidup
Faktor ini telah dipertegas dalam konferensi dunia tentang langkah pengurangan bencana alam, yang diselenggarakan lebih dari dua dasawarsa silam, 23-27 Mei 1994 di Yokohama, Jepang. Forum tersebut pada masa itu merupakan forum terbesar tentang bencana alam yang pernah diselenggarakan sepanjang sejarah. Tercatat lebih dari 5.000 peserta yang hadir berasal dari 148 negara.

Lanjutan dari forum-forum internasional tersintesis oleh Pemerintah Indonesia, salah satunya membuat Forum Relawan Penanggulangan Bencana Alam (FRPBA). Forum ini berdiri sejak tahun 2003 yang diprakarsai oleh Kelompok Pecinta Alam, Pekerja, Mahasiswa, dan Pelajar yang memiliki maksud dan tujuan penanggulangan bencana alam.

Anggota FRBA merupakan seseorang yang memiliki jiwa sosial, kepekaan lingkungan sekitar, kepedulian sesama, dan terlibat aktif kegiatan sosial lainnya tanpa mengharapkan imbalan.

Institusi diatas mempunyai peran penting menciptakan masyarakat anti sosial. Setiap anggota berusaha memunculkan naluri kepekaan terhadap orang lain dan lingkungan sekitar. Tindakan kolektif seperti ini perlu dipelihara seiring derasnya arus individualistik kalangan remaja milenial.

Peran perusahaan dan pemerintah turut memelihara kondisi sosial yang kaya kepercayaan, norma, nilai-nilai, dan partisipasi. Sesuai komitmen negara mewujudkan “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia” akan tercapai jika antar sektor berangkat dari niat dan tujuan yang sama.

Ahmad Kharis, Dosen IAIN Salatiga





Share this

Related Posts

Previous
Next Post »