Cegah Corona, Pemdes Pelemgede Periksa Warga Perantauan yang Pulang

Spanduk sosialisasi cegah corona 





Satu per satu warga berdatangan ke kantor desa. Ruang tamu di kantor itu disulap menjadi posko yang sederhana. Hanya ada satu bidan desa yang dibantu beberapa perangkat desa, mereka melakukan pemeriksaan kesehatan kepada warganya yang baru saja pulang merantau.

PATI – Posko penanggulangan virus corona (Covid-19) dibuat di Desa Pelemgede. Hal itu untuk mendeteksi kondisi kesehatan warga desanya yang baru saja pulang dari perantauan.

Namun, kegiatan itu dirasa penuh risiko. Pihak pemerintah desa sendiri cukup khawatir, mengingat saat melakukan pemeriksaan terhadap warga perantauan yang pulang, alat pelindung diri yang dikenakan hanya berupa masker dan sarung tangan saja.

Kekhawatiran itu tidak berlebihan, mengingat daerah-daerah asal perantauan yang merupakan zona merah, dimana sudah terjadi kasus pasien positif corona yang meninggal dunia. Disamping itu, langkah pemerintah desa setempat juga perlu diapresiasi, mengingat langkah pencegahan yang pro aktif ini akan membantu pemerintah dalam upaya mencegah persebaran virus tersebut.

Kepala Desa Pelemgede Hadi Mustamar mengungkapkan, pihaknya memang berkomitmen untuk melakukan pencegahan agar warga desanya tidak terkena wabah corona. ”Ini bagian dari upaya pencegahan kami. Diantaranya melakukan sosialisasi dengan selebaran yang ditempel-tempel di tempat umum, penyemprotan disinfektan, hingga membuat posko penanggulan virus corona dengan sasaran para perantau yang pulang agar memeriksakan diri,” terang Hadi Mustamar.
Suasana pengecekan warga perantauan 

Saat ini (26/3/2020) sudah ada 23 warga desanya yang pulang merantau. Mulai dari luar kota seperti Semarang, Jakarta, Surabaya, dan juga Batam. Dari luar negeri kebanyakan warga desanya perantauan dari Malaysia. Total ada sekitar 200-an warga desanya yang merantau, namun belum dipastikan dalam waktu dekat apakah akan pulang atau tidak.

”Sebenarnya kami arahkan untuk langsung periksa ke puskesmas atau ke rumah sakit. Namun banyak warga yang enggan. Karena itu kami berinisiatif dengan membuat posko ini,” jelasnya.

Setiap perantau yang dating, lanjut kepala desa, mereka dilakukan cek kesehatan berupa pengukuran suhu tubuh, tensi darah, dan pemberian multivitamin. Setelah itu mereka dianjurkan beristirahat selama dua pekan.

”Yang kami periksa semua sehat. Tidak ada keluhan seperti batuk maupun flu. Semoga sehat semua,” imbuhnya.

Untuk melakukan antisipasi ini, kepala desa mengandalkan bidan desa, serta kader-kader kesehatan desa. Di Desa Pelemgede ada 30 kader kesehatan. Termasuk untuk mengingatkan warga agar tidak berkerumun, dan menjaga diri, menjaga kebersihan dan kesehatan masing-masing. (ars)


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »