Diliburkan Dua Pekan Bukan untuk Piknik

Belajar mandiri di rumah 


Para pelajar di Jawa Tengah diliburkan. Selama dua pekan. Waktu libur itu bukan untuk liburan. Apalagi jalan-jalan. Pemerintah memiliki kebijakan meminimalisir kontak dengan orang banyak. Karena itu para pelajar diminta libur dan belajar mandiri di rumah.

Buku-buku dan beberapa lembar kertas berserak di meja belajar Windi Fibriani. Di kamarnya, siang itu Windi mengerjakan tugas-tugas yang sebelumnya telah diberikan gurunya.

Siswi kelas XII IPS III SMA PGRI 2 Kayen ini memilih tetap di rumah. Belajar mandiri sesuai intruksi gurunya. Yang meliburkan total seluruh kegiatan belajar mengajar di lingkungan sekolah, akibat dari kebijakan untuk pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan satuan pendidikan.

 ”Memang libur. Tapi rasanya masih tetap seperti bersekolah. Tugas-tugasnya banyak. Hanya tidak harus bangun dan berangkat pagi-pagi ke sekolah saja,” kata gadis yang banyak berprestasi di bidang modelling dari tingkat daerah sampai nasional ini.
***

Seperti diketahui, pelajar yang diliburkan selama dua pekan diimbau untuk menaati edaran yang telah dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Dimana tidak diperkenankan melakukan perjalanan ke luar wilayahnya.

Hal itu seperti yang diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati Edi Siswanto, pihaknya mengungkapkan, kebijakan libur sekolah yang dikeluarkan pemerintah itu tujuannya adalah agar mengurangi kontak dengan orang banyak.

Sehingga, kata Edi, selama dua pekan atau 14 hari tidak sakit dapat dipastikan tidak terpapar Covid-19. ”Bila dipakai jalan-jalan tujuan dari kebijakan pemerintah tersebut tidak akan tercapai. Meskipun selama 14 hari libur dan tidak sakit, maka masih bisa dimungkinkan terpapar Covid-19,” jelas Edi.

Karena itu, lanjutnya, semuanya harus patuh dengan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah. Jangan sampai 14 hari diliburkan itu digunakan untuk liburan (jalan-jalan, Red) tetapi hanya boleh untuk di rumah saja. Kecuali kebutuhan yang amat mendesak.

Selain itu, pihaknya juga berpesan agar masyarakat tidak panik. Akan tetapi melakukan antisipasi-antisipasi. Seperti berolahraga rutin, menghindari kerumunan, menjaga jarak dengan lawan bicara yang tida dikenal, makan minum dengan gizi seimbang, menjaga kebersihan dengan mencuci tangan, dan juga lupa berdoa. 
Tugas sekolah 

Seperti diketahui, dalam edaran dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, selama pelaksanaan belajar mandiri, kegiatan studi tour, kemah, prakerin, maupun kegiatan yang sebelumnya dijadwalkan di luar lingkungan sekolah ditiadakan, dan para siswa diminta untuk tidak melakukan perjalanan keluar wilayah tempat tinggalnya. Sekaligus menjaga pola hidup sehat dan bersih. (arf)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »