Niat Menjaga Lereng Muria, Agar Lestari dan Menghidupi

Penanaman di lereng Pegunungan Muria 


Kawasan sumber air menjadi sorotan. Sejumlah pegiat lingkungan menaruh perhatian untuk melestarikan. Agar keseimbangan alam kembali terjadi. Menjadikan Pegunungan Muria lestari dan menghidupi.

JEPARA – Kawasan hulu menjadi sasaran penanaman pohon. Seperti yang dilakukan sejumlah warga di kawasan saluran irigasi Tines Dukuh Setro, Desa Batealit.

Mereka tergabung dalam kelompok Sekretariat bersama Pencinta Alam Jepara (Sekber-PAJ). Pada Sabtu (8/2/2020) lalu aksi penanaman pohon mereka lakukan.

Sebelum melakukan aksinya itu, puluhan peserta menelusuri sungai untuk menentukan titik penanaman. Hal ini diharapkan dapat memunculkan mata air baru. Sekaligus sebagai langkah revitalisasi sumber mata air di kawasan lereng Pegunungan Muria.

Saat ini kondisinya sangat memperihatinkan. Musim kemaru yang lalu menjadi bukti kekeringan terjadi dimana-mana. Sedangkan kebutuhan air warga sulit tercukupi dari alam.

Salah satu koordinator kegiatan bertajuk “Penanaman Telusur Sungai” Abdul Kholiq mengatakan, aksi tersebut dilakukannya untuk menjaga keberlangsungan mata air, yang selama ini menjadi gantungan hidup warga setempat.

Sedikitnya 200 batang pohon ditanam di kawasan hulu dari sejumlah sungai itu. Seperti Sungai Batealit, Somosari, Raguklampitan, dan Geneng. “Aksi tanam pohon ini selain untuk menjaga ketersediaan air di sumbernya, juga untuk mencegah terjadinya longsor di lereng Muria,” jelasnya.

Jenis pohon yang ditanam adalah yang spesifik, sesuai dengan tujuan penanaman. Yaitu jenis pohon konservasi alam seperti pohon beringin, yang memiliki akar kuat untuk menahan erosi dan bisa menyimpan air. “Disamping beringin yang paling banyak, ditanam juga pohon jenis alpukat, durian, jambu biji, pete, dan jengkol,” kata Kholiq seperti dikutip dari laman jepara.go.id.

Lebih lanjut pria yang aktif melatih panjat tebing di SMA Negeri 1 Tahunan ini mengharapkan, dengan aksi menanam pohon masyarakat akan tergerak menjaga lingkungan dan pelestarian. Terutama di kawasan bantaran sungai, lereng pegunungan, dan kawasan mata air. (arf)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »