Melihat Muria yang Gagah di Rimong Indah




Sore hari menjadi saat yang tepat untuk menikmati alam Pegunungan Muria di kawasan wisata Rimong Indah
Senja di Rimong Indah, Medani-Pati

Badan tiba-tiba rileks begitu saja. Sesampainya di kawasan Wisata Alam Rimong Indah, di Desa Medani. Udara yang sejuk dengan tebing-tebing yang dihiasi lebatnya pepohonan membuat mata segar. 


Wilayah pegunungan di Kabupaten Pati memiliki daya tarik wisata yang luar biasa. Salah satunya adalah Wisata Rimong Indah. Tempat wisata ini, berada di Desa Medani, Kecamatan Cluwak.
 Untuk sampai ke tempat ini, kita harus menempuh perjalanan kurang lebih satu jam. Dengan berkendara sepeda motor, dari pusat kota Pati. Jaraknya dengan pusat kota 45 kilometer.

Wisata Rimong Indah, patut dijadikan sebagai alternatif wisata alam pegunungan. Di tempat ini pengunjung akan dimanjakan hijaunya tebing-tebing lereng Pegunungan Muria. Puncak Saptorenggo yang berbentuk lancip segitiga terlihat sangat jelas.  

Pengunjung yang datang juga bakal disambut gemericik air sungai Kali Gelis yang menenangkan. Airnya masih jernih. Udara di sekitar kawasan wisata itu masih sangat sejuk menyehatkan. Lebih menarik lagi, pengunjung bisa datang sambil berkemah. Datang siang hari, lalu pulang esok hari. Berkemah menjadi paket komplet untuk menikmati matahari tenggelam dan merasakan pagi yang menyenangkan di lereng pegunungan.

Potensi wisata alam di Pegunungan Muria sangat indah
Hijaunya lereng Pegunungan Muria dari Rimong Indah 

Di kanan kiri banyak tumbuh pohon-pohon rindang, juga kebun kopi yang menjadi salah satu sumber perekonomian warga Desa Medani. Lahan kopi di desa tersebut mencapai 150-an hektare. Termasuk di lahan perhutani.

Kawasan wisata ini sudah cukup komplet, dari segi fasilitas yang ditawarkan pengelola. Tempat parkir nyaman. Toilet ada. Meskipun tidak begitu nyaman. Disediakan pula mushola. Penjual makanan dan minuman juga ada.

Jadi tidak usah kelaparan saat berwisata. Untuk menarik pengunjung, pengelola menyediakan beberapa spot foto, namun spot foto yang disediakan masih terlalu norak. Pengelola hanya “latah” meniru spot-spot foto di tempat wisata lain. Namun sudah lumayan untuk sekadar melepas penat. Karena pengunjung bisa berwisata murah. Pengunjung hanya dikenakan uang parkir saja. Rp 2 ribu, lebih mahal segelas es dawet ayu, namun pengunjung sudah disuguhi alam yang mewah. (arf)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »