Segera Daftarkan Kebudayaan Muria jadi Warisan Nasional

 

 

Kegiatan monitoring dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Kampung Budaya Piji Wetan

KUDUS – Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Kabupaten Kudus Roro Lilik Ngesti W, mengaku simpatik dengan apa yang sudah dilakukan oleh masyarakat Kampung Budaya Piji Wetan Desa Lau. Rencananya ia akan mengajukan legalitas kebudayaan masyarakat Muria ini sebagai warisan nasional.

“Termasuk kebutuhan administratif lainnya juga segera kami upayakan agar kebudayaan masyarakat Muria, khususnya Piji Wetan Desa Lau ini bisa diakui secara nasional,” jelasnya saat mengikuti kunjungan tim Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ke Kampung Budaya Piji Wetan Desa Lau, pada Rabu (04/11/20).

Inisiator Kampung Budaya Piji Wetan Desa Lau Muchammad Zaini menjelaskan agenda terdekat yang sedang disiapkan oleh warga yakni peresmian. Bersamaan dengan itu, tim kreatif juga tengah menyiapkan dokumen pemajuan kemajuan desa (DPKD) untuk bisa digunakan sebagai landasan dalam mengurus dokumen administratif lainnya.

“Dengan DPKD itu juga nantinya kita bisa memetakan secara lebih komprehensif potensi apa saja yang bisa kami angkat dan bangun,” papar Wakil Ketua Lesbumi Kabupaten Kudus ini.

Untuk diketahui, upaya pemajuan kebudayaan desa terus digenjot oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemdikbud RI). Salah satu langkah konkritnya yaitu dengan mengadakan monitoring dan evaluasi (Monev) di Kampung Budaya Piji Wetan.

Hadir dalam acara ini Tim Monev Ditjen Kebudayaan Eko Sukarno, Kepala Bidang Kebudayaan Kabupaten Kudus Roro Lilik Ngesti W, Kasi Sejarah Permuseuman dan Kepurbakalaan Mitta Hermawati, Anggota Badan Permusyawaratan Desa Lau Wagiman Sutrisno, serta tokoh masyarakat Piji Wetan Desa Lau.

Ketua Tim sekaligus Kasubpokja Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Cagar Budaya Kemdikbud RI, Eko Sukarno, mengatakan monitoring ini adalah tindak lanjut dari kegiatan Lomba Cerita Budaya Desaku yang digelar pada Agustus-September 2020, kemarin 

“Lomba itu dan monev hari ini termasuk bagian dari pemberdayaan masyarakat yang bertujuan untuk memberi rangsangan kepada masyarakat untuk tetap berkarya di masa pandemi,” ujar Eko.

Sesuai dengan tagline yang diusung, tujuan utamanya tentu supaya generasi muda bisa mengetahui budaya desanya. Generasi muda diharapkan juga mengerti makna serta filosofinya dan mau melestarikan budaya tersebut secara berkesinambungan dengan generasi sebelumnya.

“Bila sudah begitu, ini diharapkan bisa berkelanjutan menjadi aktivitas dan kegiatan yang produktif dan memakmurkan masyarakat berbasis budaya,” imbuh Eko. (hus)

 

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »