Toko Digital Kampung Budaya Piji Wetan Diresmikan

Produk kaos yang dijual di toko digital KBPW


Ada empat segmen produk yang dikelola toko digital kbpw.store. Diantaranya produk tumbuhan, produk sandang, produk jajanan lokal dan produk kriya atau kerajinan tangan. Usaha ini dikelola layaknya sebuah koperasi. 

KUDUS – Kampung Budaya Piji Wetan (KBPW) kini memiliki toko digital yang sudah diresmikan dengan nama kbpw.store. Ketua Kampung Budaya Piji Wetan Muchammad Zaini menjelaskan toko tersebut dikelola secara komunal oleh pemuda piji wetan dengan tujuan untuk mengangkat potensi ekonomi warga. 

Toko ini diresmikan pada Minggu (4/4/2021), saat kegiatan rutin guyub rukun pagi (Guru Pagi) yang kembali digelar, setelah ditutup beberapa waktu lalu “Belajar dari pandemi kemarin memang penting bagi kami untuk membentuk semacam sistem kemandirian ekonomi warga desa yang dikelola dengan memanfaatkan media digital begitu,” papar wakil ketua Lesbumi Kudus ini dalam rilis yang diterima Lingkar Muria.

Manajer KBPW Store Noor Zahroh menjelaskan konsep toko digital yang ia kelola bersama tim akan menggunakan asas kekeluargaan layaknya Koperasi. Di alamnya memuat produk-produk warga desa, khususnya Piji Wetan, yang dikemas secara baik dan berbudaya. “Baru ada empat segmen produk yang kami Kelola diantaranya produk tumbuhan, produk sandang, produk jajanan lokal dan produk kriya atau kerajinan tangan,” jelas perempuan yang akrab disapa Zaza ini.

Pada acara launching itu, pengunjung sudah bisa menyimak gambaran toko dan bertanya mengenai kemungkinan untuk bermitra maupun yang lainnya. Zaza juga berharap akan banyak orang yang tertarik dengan konsep yang tengah ia bangun bersama tim di Piji Wetan. 

“Karena ini membawa brand budaya yang tentunya secara produk juga akan lebih etnik, unik dan menarik, semoga saja banyak yang tertarik,” kelakarnya. Seperti event sebelumnya, Guru Pagi kali ini juga tetap dilengkapi adanya Taman Dolanan Tradisional bagi anak-anak. Diantara permainan yang bisa dimainkan nantinya ada Egrang Batok, Sprento, Dakon, Egrang Pring, Sawahan dan Lumbung Baca. 

 “Yang special kemarin, kita kedatangan tamu dari anak-anak TK/RA juga yang belajar melukis bersama seniman lukis dan kaligrafi Kudus, yakni Mbah Juk dan Kang Musyafak,” ujar Rhy Husaini selaku koordinator lapangan. (yan)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »