PSG Pati Tantang Klub Liga 1

Pelatih PSG Pati saat memberikan intruksi ke pemainnya


    Tak main-main, tim pelatih Laskar Kembangjoyo terus mematangkan skuadnya. Klub-klub 1 dibidik menjadi lawan uji coba pasca libur lebaran ini. Sebelumnya klub ini sudah dua kali menjajal kekuatan klub Liga 1, Bhayangkara Solo FC dan Persipura.

PATI – Klub Liga 2, PSG (Putra Safin Grup) Pati menantang sejumlah klub Liga 1. Borneo FC dipastikan menjadi lawan uji coba pada 31 Mei 2021 mendatang. Laga ini digelar tertutup di Yogyakarta dengan protokol kesehatan yang ketat.

Hal ini diungkapkan oleh manajer PSG Pati, Doni Setiabudi atau yang akrab disapa Jalu. Tidak digelar di Pati, latihan bersama dengan tim-tim Liga 1 dan Liga 2 ini dijadwalkan mulai dilakoni di Yogyakarta.

“Rencana di Yogyakarta kita akan agendakan  uji coba dengan setidaknya dua tim Liga 1. Yang sudah fix ada latihan bersama Borneo FC yakni pada 31 Mei mendatang. Sedangkan tim lainnya kita masih komunikasikan yakni dengan Barito Putera, PS Sleman juga tim Liga 2 PSIM Yogyakarta,” jelas Jalu, Senin (17/5/2021).

Dia mengatakan pihaknya berharap semoga ada salah satu diantara tiga tim yang disebutkan terakhir bersedia menjalani latihan bersama dengan PSG Pati.

“Terimakasih kepada Borneo FC, khususnya buat sahabat saya, Nabil Husein (Presiden Borneo FC). Semoga PSG Pati bisa banyak belajar dari uji coba nanti dari tim sekelas Borneo FC,” ungkap Jalu. Dia baru berkenan menyebutkan waktu pelaksanaan latihan bersama Borneo FC akan digelar pada Senin 31 Mei 2021 mendatang.

Dia masih menutup rapat untuk lokasi latihan bersama dengan Borneo FC ini. Hanya saja memang Jalu mengatakan latihan bersama digelar secara tertutup. “Protokol kesehatan yang ketat, tetap menjadi hal yang dikedepankan untuk latihan bersama nanti,” kata Jalu.

Setelah dari Yogyakarta, pria yang juga CEO Bandung Premier League itu menambahkan jika manajemen juga merencanakan tour ke Bandung. “Kita rencananya agendakan uji coba dengan dua klub Liga 1, salah satunya tentunya adalah Persib Bandung,” ucap Jalu lagi.

Tidak hanya itu, Jalu juga menyebutkan pihaknya sedang memikirkan rencana ujicoba dengan Bali United. “Kebetulan saya sudah komunikasi dengan pelatih Bali United. Mungkin nanti pelaksanaannya setelah tour Bandung,” tegasnya.

Latihan bersama dengan tim Borneo FC ini akan jadi yang ketiga bagi PSG Pati menguji komposisi melawan tim Liga 1. Sebelumnya tim dengan training ground di Desa Mojoagung, Trangkil, Pati ini sudah menjajal Bhayangkara Solo FC yang berkesudahan 2-2 di Solo dan unggul tipis 1-0 atas Persipura Jayapura di Surabaya.

Sebelumnya, pelatih kepala PSG Pati, Ibnu Grahan mengaku senang dengan kesempatan anak asuhnya menggelar latihan bersama tim-tim dari kasta tertinggi. “Latihan bersama tim Liga 1 bagus untuk melihat kerjasama, kebersamaan dan kekompakan tim serta menguji mental pemain sebagai persiapan menuju Liga 2,”  kata Ibnu Grahan.

Wirdan Jaka dkk sendiri akan segera menyudahi libur Lebarannya. Rencananya, skuat PSG Pati akan kembali menjalani latihan di Pati mulai Rabu (19/5/2021) lusa. (hus)

Direktur RSUD dr. Loekmono Hadi Apresiasi Kinerja Nakes


 

Kami berharap dan berdoa kepada Allah SWT agar puasa yang telah dijalankan selama satu bulan pada Ramadan kemarin bisa menjadikan kita Menjadi pribadi yang bertaqwa. Agar kedepan bisa menjadi pribadi yang lebih baik

KUDUS - Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Loekmono Hadi Kudus dr. Abdul Aziz Achyar mengapresiasi kinerja seluruh tenaga kesehatannya. Sebab sampai saat ini mereka tetap semangat dalam berdedikasi merawat pasien terlebih terkait pasien covid-19 yang belum juga habis.

Hal ini disampaikan saat apel terbatas yang digelar pagi ini di lapangan apel RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus. Selain menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh nakes, apel tersebut juga sebagai momen menjalin silaturahmi di momen lebaran tahun ini.

"Kami mengucapkan selamat hari raya idul fitri.  Mohon maaf lahir dan batin. Mungkin jika kemarin-kemarin saat menjalankan tugas ada kekhilafan, di hari yang fitri ini bisa saling memaafkan. Selamat beraktifitas kembali. Saya sampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas dedikasi dan kinerja kepada rekan-rekan dokter, dan semua tenaga kesehatan," katanya.

Dalam apel yang digelar di hari pertama usai libur lebaran ini hanya dihadiri pejabat struktural dan perwakilan dari masing-masing bagian. Hal ini dilakukan untuk tetap bisa menjaga protokol kesehatan.

"Kami berharap dan berdoa kepada Allah SWT agar puasa yang telah dijalankan selama satu bulan pada Ramadan kemarin bisa menjadikan kita Menjadi pribadi yang bertaqwa. Agar kedepan bisa menjadi pribadi yang lebih baik," tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga meminta kepada seluruh pegawai di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus agar dapat menjadi corong dan contoh dalam sosialisasi penerapan disiplin protokol kesehatan. Dengan tertibnya penerapan protokol kesehatan di masyarakat diyakini lebih efektif untuk memutuskan mata rantai penyebaran covid-19.

"Saya minta teman-teman semua tetap menyampaikan pesan kepada masyarakat untuk terus disiplin menerapkan prokes. Apalagi dimomen hari raya ini sangat berpotensi abai terhadap hal itu," pesannya.

Pihaknya pun berharap agar pandemi covid-19 ini dapat segera berlalu. Sehingga semua bisa kembali beraktivitas normal seperti sedia kala. (hus)

Wabup Safin : Cukup Silaturahmi Virtual



Wakil Bupati Pati Saiful Arifin meminta masyarakat agar tidak risau untuk melakukan silaturahmi pada saat lebaran nanti. Untuk menghindari penularan Covid-19, pria yang akrab disapa Safin ini meminta masyarakat untuk cukup bersilaturahmi secara virtual saja.

Hal ini mengingat perkembangan teknologi sudah sedemikian maju. Masyarakat juga telah dimudahkan dengan ragam fitur panggilan video di berbagai platform. Salah satunya seperti melalui Whatsapp.

“Karena pemerintah melarang mudik pada tanggal 6 – 17 Mei, kita semua harus patuh. Silaturahmi sebagai salah satu tradisi saat lebaran bisa diganti secara virtual saja,” terang Safin dalam sebuah rapat kordinasi.

Ini demi kebaikan bersama mengingat pandemi Covid-19 belum berakhir dan dunia sedang dihadapkan pada ancaman mutasi virus. Serta tren penularan kasus kembali meningkat. Di sejumlah tempat kasus Covid sedang meningkat dengan beraneka klaster. Di Kabupaten Pati sendiri dalam kurun waktu satu bulan ini muncul dua klaster. Terbaru ada klaster jamaah salat tarawih di Perumahan RSS Sidokerto dengan penularan sebanyak 56 warga dikonfirmasi positif Covid19, usai dilakukan swab antigen secara massal pada Sabtu (8/5) lalu.

Tidak dapat dipungkiri, lanjut Wabup, bahwa saat ini masyarakat diharuskan menggunakan cara – cara yang sebelumnya belum pernah terpikirkan dalam menyambut tradisi lebaran, yaitu berinteraksi dengan sanak keluarga secara virtual.

“Saya memahami bahwa silaturrahim ini sangatlah penting. Boleh dilakukan, boleh mengundang orang namun secara virtual,” tegasnya.

Safin menegaskan, bahwa tidak semua interaksi harus dilakukan tatap muka atau bertemu secara fisik. Ia menilai bahwa cara virtual tersebut memang efektif dilakukan di tengah kondisi pandemi Covid – 19 seperti saat ini.

“Jadi sekali lagi, bukan semuanya tidak bisa dan bukan semuanya tidak boleh. Melainkan dapat dilakukan dengan cara yang berbeda. Ini untuk kebaikan kita semua,” pungkasnya. (yan)

Patifosi Esports Juara Free Fire Kudus Ramadan League

 

Atlet Esports dari Kabupaten Pati berhasil menorehkan prestasi di ajang Free Fire Kudus Ramadan League Series 2021, Minggu (2/5/2021).  Atlet tersebut ialah dari tim Patifosi Esports. Sebuah divisi yang berada di bawah naungan Resimen Patifosi, kelompok suporter Persipa. 

Adapun pada turnamen itu diikuti sebanyak 24 peserta yang berasal dari kota Kudus. Sementara satu-satunya tim dari luar kota adalah Patifosi Esports Pati. 

Ketua divisi Free Fire Patifosi Esports, Aqsal mengatakan, pihaknya sangat bersyukur atas prestasi yang ditorehkan timnya. 

"Kami cukup puas dengan perkembangan tim saat ini, mungkin kejuaraan PEC kemarin menjadi tamparan keras untuk para player. dan tentunya kami siap menjuarai event-event bergengsi lainnya di dalam maupun luar kota," kata dia usai menerima hadiah di Angkringan Tansu Dawe, Kudus.

Aqsal menuturkan, torehan positif itu akan menjadi motivasi dan modal bagi timnya untuk tsrus berlatih dan mengikuti berbagai kejuaraan ke depannya.

"Tentunya ini akan menjadi tambahan semangat bagi kami dalam mengharumkan nama kota Pati, dan khususnya bagi Patifosi," tandas dia.

Untuk diketahui, sebelumnya divisi Free Fire Patifosi Esports juga meraih juara 3 pada event yang diadakan di Kabupaten Rembang. Kemudian tim ini juga menjadi runner up pada ajang Esports Pati. (hus)

 

Festival Takjil Kampung Budaya Piji Wetan

Ada Lomba Adzan Subuh dan Tarkhim

KUDUS - Menyambut pekan ketiga Ramadan, Kampung Budaya Piji Wetan (KBPW) mengadakan festival takjil mulai Jumat (30/04/21) sampai Ahad (02/04/21). Dalam acara tersebut akan banyak menu makanan berbuka puasa, khususnya takjil, bernuansa tradisional. Pengunjung bisa bernostalgia dengan menu-menu lokal seperti aneka minuman tradisional, lauk pauk, aneka kue dan jajanan lebaran.

Ketua Kelompok Kerja Kampung Budaya Piji Wetan Muchammad Zaini mengatakan acara ini sebagai ikhtiar untuk sambung rasa dan karsa antar warga. Barangkali dari warga luar ingin mencicipi masakan khas warga desa. Begitu pula warga dukuh Piji Wetan dan Desa Lau bisa mencicipi masakan dari warga lain yang juga pasang stand menu masakan di sini.

“Akhirnya cita rasa khas nusantara ini bisa saling bertukar, kebudayaannya juga bisa semakin berkembang dan harapannya kerukunan keindonesiaan bisa terus dirawat,” ujarnya, Kamis (29/04/21).

Suasana kampung budaya piji wetan, kudus

Selain menyediakan aneka takjil, dalam acara ini juga akan mengundang beberapa bintang tamu untuk meramaikan panggung kesenian. Diantaranya, musikus Aldino Ghozali dan Nurul Farida, Tsaqiva Kinasih Gusti, New Xroen, Teater Satoesh, Teater X-Apotek dan sastrawan muda Tyo Ardiyanto. 

“Panitia juga mengadakan lomba adzan subuh dan lomba tarkhim sahur di Taman Dolanan. Semua acara dimulai pukul 14.30 - selesai,” kata Zaini.

Menurut Zaini, perlombaan adzan subuh dan tarkhim diadakan sebagai program pencarian bakat pelestarian budaya. Seperti diketahui, bahwa tarkhim merupakan budaya adiluhung Islam Indonesia, khususnya di Kudus, yang diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi.

“Supaya budaya tarkhim ini tidak hilang maka kami munculkan ikhtiar regerasinya melalui lomba ini,” jelas wakil ketua Lesbumi ini.

Begitu pula adzan subuh, imbuh Zaini, harus mulai dibudayakan diisi oleh para generasi muda, kalau bisa bahkan anak-anak. Mereka sejak dini harus diajarkan disiplin untuk bagun sebelum matahari terbit, agar memiliki karakter dan energi positif yang semakin baik. (hus)

Pati Dapat Jatah 500 Paket Sembako Santri Gayeng

      

Penyerahan sembako santri gayeng di Pati

PATI - Kegiatan bakti sosial digelar Santri Gayeng Nusantara baru-baru ini. Mereka menyalurkan sebanyak 18.000 paket sembako untuk  kaum duafa di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Salah satunya di Kota Pati. 

Selain untuk kaum dhuafa, belasan ribu paket sembako itu juga diberikan kepada para santri yang tidak bisa pulang kampung karena ada larangan mudik dari pemerintah.

Adapun distribusi sembako dari Santri Gayeng Nusantara menggunakan 8 truk yang dilepas oleh Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen di Semarang, pada Rabu (28/4/2021) lalu.

Agar tepat sasaran dalam pendistribusian, pihaknya telah berkoordinasi dengan para anggota Komunitas Santri Gayeng di masing-masing daerah.

Sementara itu untuk Kabupaten Pati, mendapat jatah 500 paket. Mulai Kamis (29/4/2021) malam, paket itu akan disalurkan melalui koordinator kecamatan.

Ketua Santri Gayeng Pati Yasin Rahmat menyampaikan rasa terimakasihnya kepada panglima Santri Gayeng Nusantara yakni Gus Yasin. Sebab, Santri Gayeng selalu ada untuk ummat. Baik yang berkaitan sosial kemasyarakatan, maupun keagamaan.

"Tentunya saya bagian dari masyarakat bawah yang paham bagaimana kondisi ekonomi saat ini. Maka saya mengapresiasi dan menyambut hangat langkah yang diambil panglima santri gayeng nusantara, yakni berbagi bahan makanan pokok. Karena itu sangat dibutuhkan saat ekonomi melemah seperti saat ini," jelas dia. 

Maka dengan itu, lanjut Yasin Rahmat, agar bantuan ini tepat sasaran, ia akan bagikan kepada warga yang tercantum pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Pihaknya juga berkoordinasi dengan desa setempat untuk mengetahui data warga kurang mampu, terutama mereka yang terdampak covid-19. (yan)

Sejarah Gambiran Pusat Penyebaran Islam di Pati Masa Lalu

Potret Masjid Gambiran, Desa Sukoharjo, Margorejo, Pati

Gambiran disebut pusat penyebaran Islam di tanah Pati pada masa lampau. Berbicara tentang syiar Islam tidak terlepas dari nama Mbah Cungkrung. Beliau murid Sunan Muria, yang berdakwah dengan corak tasawuf. Bukti lain bahwa dahulu Gambiran merupakan pusat Islam di Pati, adalah keberadaan pemakaman Islam kuno di Dukuh Gambiran RT 01 RW 05.

PATI – Dukuh Gambiran di Desa Sukoharjo, Kecamatan Margorejo disebut sebagai pusat keagamaan Islam di Kabupaten Pati. Hal itu diyakini Amal Hamzah, seorang sejarawan lokal. Dia menyebut bahwa Masjid Baiturrohim Gambiran dahulu merupakan masjid utama di Kota Mina Tani ini, sebelum berpindah ke Masjid Agung Baitunnur di Alun-Alun Pati.

Berbicara tentang syiar Islam di Pati yang berpusat dari Gambiran, kata Amal Hamzah, tidak terlepas dari sosok Mbah Cungkrung, yang makamnya terletak sekitar 30 meter di sebelah selatan masjid tersebut. Tokoh yang diyakini sebagai waliyullah ini oleh masyarakat setempat diperingati haul-nya setiap 1 Syuro.

“Nama aslinya tidak diketahui. Adapun cungkrung kalau menurut orang Jawa diambil dari kata ‘jungkrung’ yang artinya ‘sujud’. Nama Mbah Cungkrung diambil dari kebiasaan beliau sujud dalam salat,” terang Ketua Yayasan Baiturrohim ini seperti dilansir dari Tribun Jateng.

Amal mengungkapkan, Mbah Cungkrung diyakini merupakan murid dari Sunan Muria. Disebutkannya, Mbah Cungkrung berdakwah dengan corak tasawuf.

“Karena Sunan Muria wafat pada pertengahan abad 16, Mbah Cungkrung juga berdakwah pada kisaran masa itu. Masjid Baiturrohim Gambiran dibangun oleh Mbah Cungkrung sebagai pusat syiar agama. Oleh warga setempat masjid ini juga disebut sebagai Masjid Wali,” kata Guru SMAN 1 Pati ini.

Makam Mbah Cungkrung

Masjid Gambiran memiliki arsitektur kuno dengan atap limas bersusun seperti Masjid Agung Demak. Struktur atap disangga oleh empat saka dari kayu. Memang bangunan asli masjid ini terbuat dari kayu, sebelum kemudian direnovasi menjadi tembok.

Penanda renovasi adalah sebuah prasasti bertuliskan aksara Arab Pegon yang terletak di atas pintu utama masjid. Dalam prasasti tersebut, dikatakan bahwa Masjid Gambiran direnovasi pada 1885 oleh Bupati Pati pada waktu itu, yakni Kanjeng Raden Aryo Candrahadinegoro.

“Dalam renovasi ini, mustoko atau kubah masjid berbentuk ngaron (tempat memasak dari tanah liat) diganti mustoko baru. Sedangkan yang lama dibawa ke daerah Tawung (Tawangrejo, Kecamatan Winong) oleh murid Mbah Cungkrung,” papar dia.

Amal menambahkan, berdasarkan keterangan yang dia dapatkan dari KH Hishom, ulama asal Desa Tawangrejo, agama Islam yang berkembang di Winong dahulu berasal dari murid Mbah Cungkrung.

Penanda “kekunoan” lainnya dari masjid ini, menurut Amal, ialah keberadaan kompleks makam keluarga penghulu, persis di sebelah utara masjid. Dilihat dari bentuk patoknya, sambung dia, diperkirakan makam tersebut ada sejak abad ke-16.

Bukti lain bahwa dahulu Gambiran merupakan pusat Islam di Pati, kata Amal, ialah keberadaan pemakaman Islam kuno di Dukuh Gambiran RT 01 RW 05.

“Makam yang cukup padat, seluas hampir 2 hektare ini, menunjukkan bahwa Gambiran dulu kota dengan banyak penduduk, atau kalau sekarang disebut metropolitan. Ada keyakinan, penduduk berbondong-bondong meninggalkan, sehingga makam luas ini tidak digunakan lagi. Hanya penduduk lokal yang memanfaatkan sebagian kecil area makam,” kata Amal sembari menunjukkan kompleks makam tersebut.

Menurut Amal, dilihat dari patok-patok kuburan yang berukuran besar dan terbuat dari batuan andesit, pemakaman kuno ini diperkirakan dimanfaatkan warga pada abad 16 sampai 17.

“Kita tidak tahu pada waktu itu berasal dari mana batunya. Namun, yang jelas bisa dipastikan ini pemakaman Islam. Tandanya, ada dua batu nisan, satu di utara satu di selatan, karena mayatnya dihadapkan ke arah kiblat,” jelas dia.

Amal menerangkan, pusat Islam di Pati mulai berpindah sejak Masjid Agung Baitunnur berdiri pada 1845. Letaknya yang berada di barat pendopo menjadikan masjid ini sebagai masjid besar kabupaten.

“Pendirian masjid ini membawa dampak besar. Para ulama Gambiran diboyong ke sana. Ada yang ditempatkan di Kauman, Saliyan, dan Kampung Mertokusuman. Ketika ulama-ulama Gambiran pindah ke Pati, masjid ini mulai agak sepi. Namun, atas kebaikan bupati pada waktu itu, 1885 masjid ini direnovasi,” jelas dia.

Meski kini Masjid Baiturrohim Gambiran bukan lagi masjid utama di Pati, jejak-jejak syiar Islam Mbah Cungkrung masih bisa ditemukan.

Satu di antaranya, menurut Amal, warga Muslim Tawangrejo Kecamatan Winong mengakui Mbah Cungkrung sebagai leluhurnya. Setiap ada tahlil, nama Mbah Cungkrung disebut. Kemudian, saat peringatan haul Mbah Cungkrung di Gambiran, sejumlah penduduk dan perangkat Desa Tawangrejo ikut hadir.

Kemudian, meski semarak keagamaan sempat meredup saat ulama Gambiran hijrah ke Masjid Agung Baitunnur Pati, kini gairah keagamaan kembali bangkit.

Di bahwa naungan Yayasan Baiturrohim, di Gambiran berlangsung aktif pendidikan agama mulai dari TPQ,TK, Jamaah Yasin-Tahlil, sampai Pondok Pesantren. (yan)

Persijap Jepara yang Keep Calm

Instagram Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara

 

Di tengah ketidakpastian kompetisi, langkah bos Persijap Jepara (dalam hal ini Oasis Water) tentu bisa dipahami. “Berhemat” melakukan pergerakan akan sangat berarti. Jangan sampai klub kehabisan “nafas” di tengah kompetisi. 

Persijap Jepara tetap kalem menyongsong kompetisi Liga 2 tahun 2021. Klub yang promosi dengan status juara Liga 3 2019 ini masih belum menunjukkan pergerakan. Baik dalam merekrut pelatih dan pemain. Apakah masih mengikat pemain-pemain musim lalu atau seperti apa.

Mengingat tiga pilar kekuatan Laskar Kalinyamat musim lalu telah resmi hijrah ke klub lain. Ketiganya ada Asri Akbar, Richard Gilbert, dan Risky Hidayat. Pemain terakhir adalah bintang Persijap saat bermain di Liga 3 musim 2019. Ketiganya telah resmi diperkenalkan sebagai punggawa RANS FC pada Jumat (23/4/2021).

Kabar ini menjadi perbincangan hangat di kalangan para pendukung Persijap. Rata-rata mereka khawatir dengam performa tim kesayangannya musim ini. Sebab para pemain yang hengkang adalah pemain penting. Richard dan Risky sendiri adalah pemain penting musim 2019 yang mengantarkan Persijap Jepara meraih musim yang luar biasa.

Di tengah ketidakpastian kompetisi, langkah bos Persijap Jepara (dalam hal ini Oasis Water) tentu bisa dipahami. “Berhemat” melakukan pergerakan akan sangat berarti. Jangan sampai klub kehabisan “nafas” di tengah kompetisi. Tetapi yang harus digaris bawahi, persiapan jauh-jauh hari juga sangat penting. Hal ini agar menjalin kekompakan tim dalam mengarungi kompetisi liga yang panjang.     

Kita melihat musim ini Liga 2 lebih seksi. Setelah kemunculan Putra Safin Group (PSG) Pati, sejumlah pesohor dan pengusaha besar ramai-ramai mengakuisisi klub-klub Liga 2. Ada RANS FC milik Raffi Ahmad dan Rudy Salim, Dewa United hingga Persis Solo yang diakuisisi putra presiden, Kaesang Pengarep bersama sejumlah pengusaha besar lain.

Klub-klub Liga 2 menjadi bergeliat. Meskipun belum ada kepastian kompetisi, sejumlah klub mulai menebar ancaman kekuatan. Seperti merekrut pemain-pemain label Liga 1, hingga pemain tim nasional. Persaingan di Liga 2 bakal lebih menarik. Persaingan merebut tiga tiket promosi patut ditunggu.

Apalagi beberapa klub sudah terang-terangan mematok target naik kasta harga mati. Macam Persis Solo dan Siriwijaya FC. Kedua klub ini sudah merekrut pemain-pemain kenamaan. Persis Solo bahkan mendatangkan striker Marinus Wanewar. Selain kedua klub itu, klub-klub lain seperti Muba Babel United, PSMS, Persiba, Badak Lampung, Persekat Tegal, hingga PSCS Cilacap juga telah menyiapkan diri. 

Fajar Tirta, suporter tribun timur        

PSG Pati eSport Bidik Tiga Besar IFeL Liga 2

Konferensi pers keikutsertaan PSG Pati eSport di ajang IFeL 2021


Posisi tiga besar menjadi target player PSG Pati eSport, dalam ajang Indonesian Football E-League (IFeL) 2021. Sebelumnya player professional tim PSG Pati eSport telah berulang kali menjadi juara di turnamen open di beberapa kota.

PATI – PSG Pati siap bertarung di ajang Indonesia Football e-League (IFeL) Liga 2 2021. Menatap ajang yang baru pertama kali digelar untuk tim Liga 2 itu, PSG Pati menyiapkan profesional playernya yakni Ahmad Irfan Allutfi.

“Hari ini kami memperkenalkan profesional player yang akan membawa bendera PSG Pati di ajang IFeL Liga 2 2021 yang akan digelar pada Juni-Juli 2021 mendatang,” kata CEO PSG Pati eSport, Gani Rahmatullah Arifin pada jumpa pers di Gelora Soekarno, Mojoagung, Pati, Minggu (18/4/2021).

Untuk ajang IFeL Liga 2 2021 mendatang, Gani menyebutkan PSG Pati membidik target masuk posisi tiga besar klasemen akhir. Target ini disebutnya menjadi target yang realistis dengan tetap akan berjuang keras untuk dapat tampil sebagai yang terbaik jika memang memiliki kesempatan pada kompetisi nanti.

Dia menjelaskan, profesional player PSG Pati ini sudah memiliki sederet prestasi baik di level lokal, regional maupun nasional.

Ahmad Irfan Allutfi atau akrab disapa Tarzan tercatat sebagai juara 1 Supersoccer Euro Fansclub Championship PES 2020  Karesidenan Pati, 8 Besar Nasional Supersoccer Euro Fansclub Championship PES 2020 hingga Juara 1 2 3 Open Tournament PES Jateng DIY.

“Persiapan menatap IFeL Liga 2 sudah dilakukan sejak sekitar dua bulan lalu. Begitu ada kabar akan digelar IFel Liga 2, langsung melakukan persiapan dengan mengikuti beberapa turnamen regional Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY),” jelas Tarzan.

Ajang IFel Liga 2 2021 sendiri diikuti sebanyak 12 klub dari total 22 kontestan Liga 2 2021. PSG Pati akan bersaing dengan Sriwijaya FC, Badak Lampung FC, Persis Solo, Persijap Jepara, PSIM Yogyakarta, Sulut United, Dewa United FC, Persiba Balikpapan, Semen Padang FC, Tiga Naga, Perserang Serang.

IFel Liga 2 2021 digelar dengan sistem kompetisi penuh alias tiap tim akan bertemu dua kali.

Sebelum diputarnya IFeL Liga 2 2021 pada bulan Juni mendatang, juga akan diputar piala pramusim. Ajang ini sebagai pemanasan untuk seluruh klub agar nanti dapat maksimal saat bertarung di IFeL Liga 2. (yan)

Plaza Pragolo, Surga Produk Asli Pati

 

Plaza Pragolo Pati


PATI - Surganya produk unggulan Kabupaten Pati, bisa ditemukan di sini. Tempat ini bernama Plaza Pragolo. Lokasinya berada persis di Jalan Raya Pati Kudus, sebelum masuk Kota Pati.

Tempat ini buka setiap hari, di sini pengunjung akan dimanjakan dengan ragam produk asli wong Pati, dengan harga yang terjangkau dan kualitas barang yang jempolan. Produk-produk unggulan di Pati siap merambah pasar ekspor.

Bangunan ini dibagi menjadi beberapa hall, ada hall utama, hall kuliner, hall makanan kering, hal kerajinan, dan hall sandang, serta fasilitas tambahan berupa gedung bioskop di lantai dua.

Sejumlah pengunjung melihat produk-produk di Plaza Pragolo


Di hall makanan ringan, ada bermacam-macam produk, seperti kripik, dan kopi. Di hall kerajinan, pengunjung bisa memilih produk-produk seperti kerajinan logam dan kuningan, ada juga tas rajutan, kasur, hingga sepatu kulit.

Sementara di hall sandang, pengunjung bisa melihat semua koleksi batik yang ada di Pati, dari batik tulis bakaran, hingga batik pesantenan di Tambakromo.  Selain itu ada juga produk kaos-kaos khas Pati, yang memiliki desain unik.

Kehadiran tempat ini secara khusus memang dipersembahkan untuk ruang promosi dan pemasaran, bagi produk-produk asli wong Pati.

Hal ini sebagai wujud nyata kehadiran pemerintah dalam mendukung industri kecil menengah di Bumi Mina Tani.  

Pemkab melalui dinas perdagangan dan perindustrian selalu mendorong masyarakat, agar cinta produk wong Pati. (hus)