Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Gelar Pahlawan Nasional untuk Hidupkan Semangat Kemaritiman Ratu Kalinyamat


Lukisan Ratu Kalinyamat yang gagah berani dengan latar belakang kapal-kapal besar

JEPARA – Gerakan penandatanganan petisi dilakukan, sebagai upaya mengajukan Ratu Kalinyamat sebagai pahlawan nasional. Beberapa kelompok masyarakat sudah memulai. Ada Yayasan Dharma Bakti Lestari, Yayasan Lembayung Kalinyamatan, Komunitas Mas dan Mbak Jepara, Lesbumi NU Jepara, dan beberapa tokoh lainnya.

Ratu Kalinyamat sendiri adalah seorang tokoh wanita yang telah terbukti melampaui jamannya. Dengan menjadi seorang wanita yang menguasai bidang politik, ekonomi dan militer - tiga hal yang sama sekali jauh dari gambaran perempua Jawa saat itu.

“Ayo dukung dan sebarkan petisi ini agar Ratu Kalinyamat bisa didorong menjadi salah satu Pahlawan Nasional Indonesia. Kenali lebih jauh Ratu Kalinyamat melalui http://tiny.cc/ratukalinyamat,” kata Yayasan Dharma Bakti Lestari, Lestari Moerdijat

Menurutnya, Jepara tak hanya memiliki seorang Raden Ajeng Kartini, pejuang dan pelopor kebangkitan kaum perempuan Indonesia. Namun jauh sebelumnya telah melahirkan perempuan hebat lainnya, yaitu Ratu Kalinyamat.

Pengajuan Ratu Kalinyamat tidak sembarangan. Ratu cantik, cerdas, dan berpengethauan luas ini memiliki sisi keteladanan dan ketokohan yang penting bagi bangsa Indonesia. Pemahaman dan visinya mengenai poros maritim membuat industri perkapalan di Jepara - baik kapal perang maupun kapal dagang- tumbuh dan berkembang dengan pesat pada masa itu. Ratu Kalinyamat juga memiliki semangat patriot yang tinggi.

Jepara saat itu kerap dimintai bantuan untuk mengusir kolonial Portugis yang mulai mencengkram sejumlah wilayah di Nusantara. Setidaknya tercatat, Ratu Kalinyamat tiga kali mengirim pasukan angkatan lautnya ke Malaka pada 1551, Maluku pada 1565, dan ke Kesultanan Aceh pada 1573.

“Pada kesempatan ini, Yayasan Dharma Bakti Lestari, mengajak Pemerintah Kabupaten Jepara dan segenap warga Jepara, serta semua pihak terkait untuk bersama-sama menggelorakan kembali usulan pemberian gelar pahlawan nasional. Terlebih untuk mengingatkan semua pihak, bahwa sudah pantas dan saatnya gelar Pahlawan Nasional diberikan kepada Ratu Kalinyamat. Seorang purti yang memiliki visi kemaritiman sekaligus memilik semangat patriotisme tinggi,” imbuhnya dalam sebuah kesempatan.

Gelar itu bukan saja penghargaan kepada sang ratu, tetapi penghargaan bagi segenap perempuan Indonesia, dan sebuah bukti bahwa visi poros maritim yang dijalankan oleh Presiden Joko Widodo adalah sebuah keniscayaan. (ars)