Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Berkah Ramadan, Orderan Ukiran Kaligrafi Jepara Naik 70 Persen





Selain ukiran relief, Jepara juga terkenal dengan hasil karyanya berupa ukiran kaligrafi. Kaligrafi karya masyarakat Jepara pun telah menjelajahi pasar-pasar besar dunia. Di bulan Ramadhan seperti ini, orderan kaligrafi meningkat drastis dari bulan-bulan biasa.

Dilansir dari Medcom.id, Ali Ahmad, salah satu perajin seni ukir kaligrafi dan relief membenarkan adanya peningkatan order pada bulan Ramadhan. Bahkan, dia harus menambah tenaga kerja untuk dapat menyelesaikan pesanan sesuai target.

“Bisa dikatakan sampai kewalahan. Stok sampai habis belum bisa buat stok lagi, tamu dan pembeli (datang ke bengkel) banyak yang kecele karena tidak ada stok yang bisa dibeli,” ujar Ali, seniman dan perajin seni ukir kaligrafi anak seorang nelayan itu, Rabu, 15 Mei 2019.

Ali mengungkapkan, pada bulan suci ini pesanan seni ukir kaligrafi naik hingga 70 persen dari hari-hari biasa. Pesanan tidak hanya datang dari penjuru dalam negeri. Tapi juga datang dari sejumlah negara di belahan bumi ini.

Pada Ramadan kali ini saja,  Ali harus menyeselesaikan kaligrafi untuk tiga masjid. Dua masjid di Jakarta dan satu masjid di Semarang. Ditambah lagi pesanan kaligrafi satuan yang datang dari berbagai kota di Indonesia. Seperti dari Malang, Makasar, dan Jakarta.

“Dari Malaysia juga ada minggu depan sudah bisa dikirim. Kalau hanya dikerjakan tukang yang sudah ada jelas tidak bisa selesai. Ini dibantu tukang pocokan ada beberapa orang,” kata Ali, warga RT2 RW1 Kelurahan Demaan Kecamatan Jepara Kota Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Bahkan, karena membeludaknya pesanan dari dalam negeri membuat Ali terpaksa menolak pesanan kaligrafi dan relief dari Arab Saudi. Ali menjanjikan baru bisa mengerjakan relief Masjid Nabawi dan Kakbah untuk hiasan rumah usai Lebaran.

Kaligrafi yang banyak dicari dan dipesan adalah kaligrafi surah-surah pendek dalam Al Quran. Itu seperti Surah Yasin, Al Fatihah, Al Ikhlas, dan An Nas. Juga kaligrafi berlafaz Allah dan Muhammad.

Terkait harga, Ali membandrol seni ukir kaligrafi karyanya mulai ratusan ribu hingga puluhan juta. Sepasang seni ukir kaligrafi berukuran 50 sentimeter persegi berlafaz Allah dan Muhammad dibandrol Rp600 ribu. Sementara seni ukir kaligrafi surah Yasin berukuran 2x3 meter, Ali membandrol hingga Rp35 juta.

“Kalau harga tergantung tingkat kerumitan dan waktu pembuatan,” pungkas Ali, alumni IAIN Sunan Kalijaga Jogja tahun 1998. (fmh)