Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kuota PPDB SMP 90 Persen Zonasi, 5 Persen Prestasi dan Pindahan




PATI – Pada tahun ajaran 2019/2020, penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMP didasarkan pada 90 persen sistem zonasi. Sisanya 5 persen prestasi, dan 5 persen lainnya adalah berdasarkan surat pindahan.

Untuk zonasi tidak boleh kurang dari 90 persen. Harus diisi peserta didik dari zona tersebut. Sedangkan untuk prestasi dan pindahan maksimal diisi masing-masing 5 persen.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati, Winarto dalam kegiatan sosialisasi penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2019 pagi kemarin di Ruang Penjawi Setda Pati. Sosialisasi tersebut diikuti oleh Ketua Dewan Pendidikan, Ketua PGRI, Kepala SMP Negeri maupun Swasta, pengawas SMP, Koordinator Wilayah Kecamatan (Korwilcam), serta pengawas TK dan SD.

Sosialisasi itu berkaitan dengan teknis penerimaan. Selain sosialisasi, Disdikbud juga membuka sesi diskusi. Untuk mempertajam pemahaman terkait teknis PPDB di tahun ajaran 2019/2020 ini. PPDB sendiri akan dibuka pada 20 – 22 Mei mendatang. Zonasi pada tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya. Jika tahun lalu menggunakan zonasi desa, tahun menggunakan zonasi per kecamatan.

”Untuk zonasi sendiri nanti yang mendaftar, harus melalui zonasi dulu. Misalnya di SMP 3, misalnya masuk zonasi SMP 3, dia tidak bisa mendaftar melalui jalur prestasi,” kata Winarto. 

Selain itu, dalam PPDB tahun ini, pihaknya juga mengingatkan tidak boleh terjadi penambahan rombongan belajar (rombel). ”Kalau tahun lalu 7 rombel, tahun ini ya 7 rombel. Dan maksimal 9 rombel,” kata Winarto.

PPDB, lanjut Winarto pada dasarnya berprinsip non diskriminasi. Tidak ada sentimen agama, suku, dan lainnya. Yang ada adalah persamaan hak WNI. ”Transparan dalam pelaksanaannya, dan juga objektif. PPDB ini sebagaimana diatur dalam Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Haryanto mengapresiasi kegiatan sosialisasi sekaligus diskusi dalam proses PPDB tersebut. Hal itu agar aksi rebutan peserta didik tak terjadi. Menurutnya, di banyak SD misalnya banyak terjadi persaingan rebutan peserta didik. Biasanya dengan adrasah.

”Kalau di Pati kota ini cenderung berebut peserta didik, yakni di SD Pati Kidul, SD Ngarus dan Pati Lor. Masalah - masalah inilah yang patut diselesaikan lebih awal, agar nanti tidak menimbulkan beban khususnya bagi kepala sekolah. Harus dirembug benar,” kata Bupati Haryanto.

”Kalau kemarin zonasi masih terbatas desa, sekarang lebih luas yaitu dalam lingkup kecamatan. Itu nanti pihak yang terkait harus saling diskusi agar tidak ada sekolah yang jumlah muridnya gemuk, di sisi lain malah ada yang kurus bahkan tidak dapat murid,” pesan bupati.

Pihaknya menekankan dalam sistem penerimaan peserta didik, perlu dilakukan inovasi dan terobosan - terobosan yang tidak menyalahi aturan. Sebab, sekolah di kota cenderung tidak terlalu banyak masalah, namun sekolah - sekolah di pinggiran, harus berpikir bagaimana bisa berkembang. (hus)


Post a Comment for "Kuota PPDB SMP 90 Persen Zonasi, 5 Persen Prestasi dan Pindahan "