Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Trip ke Puncak Sindoro, Wisata Asyik Hujan Meteor, Milky Way, hingga UFO ?



Foto berlatar belakang milky


Semesta alam memang penuh keindahan. Baik pesona alamnya hingga pesona angkasa. Yang satu ini orang belum banyak menyadarinya. Hampran gunung, pantai bahkan langit dibentangkan di atas kita dengan pesonanya masing-masing.

Gunung dengan landscape panorama hijau dan negeri diatas awannya. Pantai dengan horizon dan gulungan ombak birunya. Sedangkan angkasa bertaburan bintang-bintang, galaksi, planet dan benda langit lainnya. Tak kalah elok dan memukau dengan pantai.

Salah satu fenomena epic di angkasa saat malam hari adalah hujan meteor. Pernah lihat ? Hujan meteor (humet) merupakan fenomena bebatuan meteoroite melintas di atas bumi yang terlihat seperti seleret cahaya, karena terbakar dan pengaruh gesekan astmosfer bumi. Saat terjadi puncak humet tertentu intensitasnya bisa mencapai 120/jam.

Pada 28-29 Juli 2019 lalu, Tim Humet Hunters dari Jogja Astro Club (JAC) telah berhasil summit attack di Mt. Sindoro 3153 MDPL . Tim Humet Hunters ini berjumlah enam orang yang dimotori oleh Adimas Ramadhan, Divisi Astro Event Club di JAC. Tim tersebut berhasil  menangkap Milky baik dengan mata telanjang ataupun lensa kamera jepretan potografer amatir Agung Laksana.

Tim ini berhasil menikmati hujan meteor (humet) Delta Aquarids yang berasal dari rasi bintang Aquarius dengan intensitas yang lumayan yaitu berkisar 5 meteor dari pukul 19.00-1.00 dini hari.

Puncak Sindoro memberikan hiburan menarik

Hujan meteor tersebut sudah melintas sejak tim dalam tengah perjalanan dari pos 2 ke pos 3. "Seleret cahaya (meteor) sudah melintas dari rasi Aquarius pas kita jalan ke pos 3", ujar Nataredja.

Setelah mendirikan tenda di pos 3 dan potho session bareng milky way eh kan schedulenya humet hunting tuh makin banyak seleret cahaya tersebut melintas di atas kepala pas tengah malam, imbuh Afifah L.C salah satu mahasiswa pariwisata UGM yang ikut trip ini.

Selain bisa menikmati milky way dan humet, ada objek lain yang silih berganti melintas yaitu satelit. Dari pengakuan pendaki lain, mereka mendapati satelit-satelit itu. Ketika ditanyai pendaki lain soal bintang yang melintas bolak-balik dari ujung ke ujung, saya iseng bilang itu adalah UFO. Tapi, sebetulnya itu adalah artificial satellite, kita namai dia UFO iya karena kita belum tahu itu satellite apa hehe. Ingat, UFO adalah Unidentified Flying Object.

Puncak Gunung adalah tempat yang sangat bagus, dia lebih clear polusi cahayanya daripada pantai. Saat mengamati di puncak gunung bintang-bintang di angkasa sangat jelas dan milky way bisa dinikmati langsung dengan mata telanjang layaknya saat menggunakan apk stellarium atau sejenisnya.

Tentunya dibalik kenikmatan itu, pengamatan di gunung juga punya resiko seperti saat terjadi kabut yang otomatis menghalangi pemandangan mata, suhu yang extreme, kemudian akses yang tidak begitu mudah, rasa lelah mendaki dan sebagainya.

Tetapi, rasa lelah yang melanda akan terbayar dengan view yang disajikan di gunung dan angkasa raya di atasnya. Jadi, kapan giliran Anda menikmatinya ? 


Adimas RamadhanDivisi Astro Event Club di Jogja Astro Club