Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Temuan Uang Kuno di Desa Kaligarang Jepara

Diskominfo Jepara 


JEPARA - Ratusan keping uang kuno bertuliskan huruf Tiongkok ditemukan di wilayah Jepara utara belum lama ini.  Adalah Muhammad Asri, seorang pekerja perkebunan warga RT 16 RW 5 Desa Kaligarang, Kecamatan Keling yang menemukan uang-uang itu di lokasi perkebunan milik perhutani.

Dilansir dari situs milik pemkab jepara.go.id, saat ini benda tersebut telah diserahkan kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jepara untuk dilakukan penelitian di Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah. Sebelum dibawa ke BPCB, temuan tersebut disimpan di tempat penyimpanan Museum Kartini Jepara.

Kepala Bidang Kebudayaan pada Disparbud Jepara Ida Lestari mengatakan, uang tersebut ditemukan salah satu warga yang memang bekerja di perhutani. Saat itu, penemu sedang memotong rumput di area perkebunan dan menemukan sebuah guci yang berisi ratusan uang kepeng.

“Besok, kita bawa ke BPCB Jateng, di Klaten untuk memastikan apakah memang bisa dikategorikan benda yang memiliki sejarah atau tidak,” kata Ida, pada Kamis (26/3/2021) di kantornya.

Penemuan uang kuno yang diduga benda cagar budaya sudah banyak ada di Jepara. Sebelumnya, pada Febuari lalu, penemuan serupa juga terjadi di Desa Dermolo, Kecamatan Kembang. Penemuannya berupa guci, uang kepeng, serta ani-ani (alat pemotong rumput). Barang ini ditemukan warga setempat di area pertanian oleh Sukardi. Sayangnya, barang ini telah dijual Rp10 juta kepada kolektor sebelum diteliti dan dilaporkan ke Disparbud.

Disampaikan, sebenarnya ada Undang-Undang yang mengatur terkait dengan hal ini, yaitu UU Nomor 11 taun 2010 tentang Cagar Budaya. Dalam bab 11 Pasal 102 disebutkan setiap orang dengan sengaja tidak melaporkan temuan dapat dikenaka pidana penjara 5 tahun dan denda maksimal Rp500 juta rupiah.

“Kami sudah mengirimkan surat kepada para camat, untuk diteruskan kepada masing-masing desa untuk mensosialisasikan hal tersebut. Sehingga, benda atau barang temuan yang memiliki nilai sejarah dapat tercatat,” katanya. (yan)