Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sekolah Cuaca Nelayan Biar Aman Saat Melaut

 


Para nelayan dibekali pengetahuan tentang cuaca. Harapannya, para nelayan bisa mengukur bahan bakar dan logistik selama melaut. Dengan adanya rasa aman, jalur melaut sudah diketahui, mereka bisa mengukur itu dengan baik.

PATI - Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas menggelar Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) 2021 Jawa Tengah di Pendopo Kecamatan Juwana, Pati. Kegiatan ini dilakukan selama dua hari. Mulai Senin-Selasa (24-25/5/2021).

Kegiatan yang disokong Komisi V DPR RI ini mengambil tema “Mewujudkan Nelayan dengan Hasil Tangkapan Meningkat dan Aman Berbasis Informasi Cuaca”. Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto mengungkapkan, SLCN dimaksudkan untuk mengedukasi para nelayan agar bisa memanfaatkan informasi dari BMKG supaya kinerjanya optimal. Adapun tujuan akhirnya ialah mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Ketahanan pangan adalah program nasional dari pemerintah, baik itu sumber pangan pertanian maupun dari laut. Di laut ada sumber pangan ikan, dan budi daya rumput laut yang perlu digiatkan.

Informasi BMKG mestinya dimanfaatkan sektor perikanan dan kelautan, baik dalam antisipasi cuaca ekstrem maupun untuk mengelola potensi perikanan.

“BMKG mengeluarkan informasi tidak hanya untuk meningkatkan hasil tangkapan. Tapi juga memberi rasa aman untuk nelayan. Karena itu kami informasikan di mana ada gelombang tinggi dan cuaca ekstrem,” imbuh Guswanto.

Untuk diketahui SLCN telah diselenggarakan sejak 2016 dan sampai saat ini sudah memiliki hampir 42 ribu orang alumni. “Feedback nelayan sejauh ini sangat positif, terutama nelayan besar. Sebab mereka jadi bisa mengukur bahan bakar dan logistik selama melaut. Dengan adanya rasa aman, jalur melaut sudah diketahui, mereka bisa mengukur itu dengan baik,” tandas dia.

Sementara, Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas, Retno Widyaningsih, menjelaskan bahwa target dalam SLCN ini ialah para nelayan tangkap.

“Nelayan budi daya, petambak garam juga sudah pernah kami bina. Harapannya ke depan mereka bisa memanfaatkan informasi cuaca dari BMKG. Goalnya, kami ingin nelayan sejahtera,” jelas dia.

Di Juwana pun, lanjut Retno, BMKG sudah hadir dengan memasang display informasi cuaca di Pelabuhan Perikanan Bajomulyo.

“Di display itu terlihat prakiraan cuaca dan gelombang laut untuk satu minggu ke depan. Mudah dibaca untuk dimanfaatkan nelayan sebelum berangkat melaut,” jelas dia. (has)