Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ada di Pati Nasi Goreng Paling Murah, Cuma Rp 3 Ribu

Penampakan nasi goreng murah yang terbilang cukup lengkap

Meskipun harganya sangat murah, sepiring “Nasi Goreng Bu Lasmiati” tersaji cukup lengkap. Ada irisan telur dadar, lalapan kol dan mentimun yang diiris kecil-kecil, serta taburan bawang goreng. Menambah sedap dan menggugah selera makan.

PATI - Nasi goreng di warung-warung kakil lima umumnya dibanderol Rp 10 ribu per porsi. Tergantung nasi goreng itu menawarkan topping apa. Sosis, ayam, daging, babat, atau pete. Namun sebuah rumah bercat krem di Dukuh Gilis, Desa Sugiharjo RT 2 RW 3, Kecamatan Pati, menjual menu nasi goreng sangat murah. Hanya Rp 3 ribu saja.

Di Google Maps, tempat ini memiliki nama "Nasi Goreng Bu Lasmiati". Namun, dilihat dari depan, rumah tersebut tidak tampak seperti warung makan.

Tidak ada spanduk bertuliskan menu-menu masakan seperti lumrahnya warung makan. Tapi ada tikar digelar di teras rumah. Ada pula meja dan kursi makan di halaman.

Jika kita masuk ke dapur rumah melalui jalan di sisi kiri, barulah penataan tempat seperti lumrahnya warung makan terlihat. Seperti namanya, warung ini menyajikan menu nasi goreng. Harganya boleh dibilang super murah.

Warung ini juga menyajikan menu selain nasi goreng, yakni mi ayam seharga Rp 4 ribu, serta mi instan goreng maupun rebus. Namun, nasi goreng adalah menu special dan paling laris di warung ini.

"Harganya Rp 3 ribu. Tapi kalau pembeli mau minta Rp 4 ribu atau Rp 5 ribu juga bisa. Nanti porsinya saya tambah," kata Lasmiati, pemilik warung.

Dia mengaku sudah berjualan nasi goreng semenjak enam tahun lalu. Tiap hari, warungnya bisa menghabiskan 20 sampai 30 kilogram beras. Setiap 10 kilo beras rata-rata bisa diolah menjadi 100 piring nasi goreng. Artinya, dalam sehari Lasmiati bisa menjual 200 sampai 300 piring nasi goreng.

Lasmiati menuturkan, ia mulai memutuskan berjualan ketika suaminya yang bekerja sebagai perangkat desa meninggal pada 2014 lalu.

"Anak saya yang besar waktu itu masih kuliah di UNDIP, yang kecil masih bayi. Jadi saya memutuskan jualan untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Kalau sekaranh anak pertama saya sudah lulus dan bekerja di salah satu rumah sakit swasta di Pati," papar dia. Setiap hari, warung Nasi Goreng Bu Lasmiati buka mulai pukul 15.00 sore hingga tengah malam. (hus)